Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 27 - HUKUMAN


__ADS_3

”Kenapa aku harus memilihnya? Bukankah hidup adalah hal yang pantas aku dapatkan dan kematian adalah hal yang harus ku hadapi jika waktunya sudah tiba? Lalu, mengapa aku bisa memilihnya?” tanya Shin Yixuan yang tampak penasaran sekaligus heran mengapa Wang Ye harus menanyakan hal ini padanya.


Wang Ye menunjukkan sebuah gulungan bertuliskan hidup lalu membukanya. Terlihat begitu jelas kalau gulungan ini memiliki banyak tulisan yang bukan berasal dari dunia manusia melainkan, tulisan ini adalah aksara Dewa yang tak akan dimengerti oleh seseorang. Gulungan tersebut begitu panjang sampai menumpuk di bawah kakinya.


”Inilah ribuan peristiwa yang kau hadapi jika kau memilih untuk hidup. Ada banyak penderitaan yang akan kau alami dan akan ada begitu banyak orang yang meninggalkanmu. Bahkan adik kesayanganmu juga akan pergi suatu saat nanti.” jelas Wang Ye sambil menunjukkan gulungan tersebut.


Shin Yixuan tampak bingung dan tidak mengerti. ”Apakah aku bisa tahu alasan mengapa mereka ingin meninggalkanku?” tanyanya.


Wang Ye langsung menggulung kembali kertas panjang tersebut lalu menjawab, ”Tidak. Kau tak akan pernah tahu bencana apa yang akan kau hadapi dalam kehidupanmu. Kau tidak akan bisa menebak waktu dan kau tidak akan bisa bercanda dengan keadaan. Kau lahir sendiri dan kau akan mati sendiri. Jika kau tidak ingin menderita maka, pilihlah kematian dan kau akan memulai sebuah perjalanan yang baru.”


”Tidak.” Shin Yixuan langsung menjawab, ”... Aku tidak berniat mati sekarang dan aku juga tahu, tak ada seorangpun yang ingin menghabiskan waktunya dengan menderita selama sisa hidupnya.”


Wang Ye terdiam dan menatapnya dengan tatapan menilai. Melihat hal itu, Shin Yixuan mulai merasa kalau suasananya berubah menjadi canggung. Karena untuk itulah dia melanjutkan, ”Aku tahu aku terlalu naif dan tak pernah memikirkan tujuanku ke depan. Saat ini, aku hanya memikirkan Furong. Aku masih ingin melihatnya tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemuda yang kuat. Dengan begitu, mungkin saja orang-orang akan menyukainya dan menyiapkan banyak tempat untuknya. Tapi, jika saat ini kematian lebih memihakku, aku mungkin bisa menerimanya.”


”.....”


Lagi-lagi Wang Ye terdiam begitu mendengar ucapannya dengan ekspresi yang sama. Ia pun menghela nafasnya dan menyimpan kembali gulungan kematian yang ada di tangannya. ”... Bukan terlalu naif tetapi, anak-anak sepertimu memang selalu memilih untuk mempertahankan kehidupannya. Ambilah ini!” ucapnya sambil melempar gulungan kertas bertuliskan hidup padanya.


Wang Ye melanjutkan, ”Kau bisa kembali. Dan sebaiknya kau cepat. Sepertinya para Dewa sedang berkumpul untuk menghukum Ayahmu.”


***


”Ada apa ini? Firasat ku benar-benar buruk.” batin Shin Buyen yang sedang membawa Shin Furong ketika awan mendung tiba-tiba saja datang tanpa alasan. Lalu, saat itu terjadi, Shin Furong menangis cukup keras begitu angin kencang berhembus melewati kulitnya yang tipis.


”Jangan menangis, Furong. Ibu ada di sini. Semua pasti akan baik-baik saja.” ucap Shin Buyen dengan lembut karena mencoba menenangkan Shin Furong yang terus-menerus menangis. ”... Apakah aku harus mengunjungi Yixuan yang tidak juga kembali? Tapi, Furong akan sendirian jika dia ditinggal di sini.”

__ADS_1


Saat Shin Buyen akan melangkah pergi mendekati awan mendung yang semakin menjadi-jadi, sebuah suara tiba-tiba saja mengejutkannya hingga membuatnya langsung menoleh ke belakang. ”... Nyonya Shin. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.” ucap ShuYuzhu yang muncul di depan pintu masuk rumahnya dengan memasang ekspresi yang tampak serius.


***


Setelah pertarungan hampir selesai, Guxun menatap ke arah kerumunan awan mendung yang sedang berkumpul di suatu tempat. ”Sepertinya semua berjalan sesuai rencana.” gumam Guxun yang langsung menatap ke arah Guju yang sudah tampak kelelahan. Darah mengucur keluar dari dalam mulut dan dahinya.


Untuk saat ini, Guju memanglah tidak sekuat Guxun. Usia mereka terpaut sangat jauh yaitu berbeda 100 tahun. Jadi, tidak adil rasanya jika Guju harus bertarung dengan kakaknya yang sudah berkultivasi seratus tahun lebih dulu darinya.


”Kelihatannya kau tidak bisa melanjutkan pertarungannya lagi. Aku rasa aku harus menundanya.” ucap Guxun sambil menyimpan tombaknya.


Guju menggigit bibir bawahnya dan berkata dengan kesal, ”Sudah membuatku seperti ini dan kau seenaknya saja meninggalkanku di sini?!” ucapnya dengan keras.


Guxun menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan dingin. ”Sebaiknya pikirkan keadaan Rajamu saat ini. Dia mungkin berada di ambang kematiannya.” setelah mengatakannya, ia pun akhirnya menghilang dan membuat Guju menahan ekspresinya.


***


Tak berapa lama setelahnya, Shin Yixuan membuka matanya dengan perlahan. Ia kemudian menatap wajah Shu Ye yang terlihat begitu dekat dengannya. Merasa aneh dengan suasana yang ada di sekitarnya, ia pun langsung mengambil posisi duduk dan mengamati sekitar.


”Apa yang sudah terjadi di sini?” tanya Shin Yixuan yang tampak terkejut sekaligus kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang.


”Paman Luo sudah membunuh iblis tadi dan sekarang, hukuman sepertinya akan segera dijatuhkan.” jelas Shu Ye dengan ekspresi yang terlihat cemas.


”Bagaimana dengan Paman Luu? Dia pasti baik-baik saja kan?” tanya Shin Yixuan dengan penuh ketakutan.


”Paman Serigala itu sudah banyak membantu.” jawab Shu Ye sambil menunjuk ke arah seekor serigala raksasa yang baru saja membawakan tubuh Luu Houyi untuk mereka.

__ADS_1


Begitu melihatnya, Shin Yixuan tampak terkejut sekaligus merasa lega melihat Luu Houyi yang tampak baik-baik saja. Jika bukan karena Guanyun yang datang untuk membantunya, mungkin saja tidak akan ada yang selamat di sini.


”Sudah membunuh banyak manusia dan sekarang kau membunuh kawanmu sendiri?! Sungguh tercela!” ucap suara seorang laki-laki yang asalnya belum diketahui oleh mereka.


”Tidakkah kau sadar kalau saat ini kau sudah menanggung begitu banyak kebencian?! Mengapa kau harus membuat kekacauan besar sementara Putramu dan istrimu baik-baik saja sampai sekarang?!”


”Makhluk kotor! Pantas saja kau dikutuk!”


”Tunggu saja hukuman dari kami!”


Mendengar suara riuh langit yang saling berbisik dan mencela, membuat perhatian Shin Yixuan tidak berhenti menatap ke arah Luo Hein yang masih berdiri di tempat yang sama dengan darah yang menggenangi kedua kakinya. Ia tahu kalau semua itu bukanlah darahnya dan hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Shu Ye padanya.


”Ayah! Menjauh dari sana!” teriak Shin Yixuan yang mencoba berlari ke arahnya. Akan tetapi, Guanyun terus menahannya menggunakan ekornya yang besar dan panjang. Ia seolah ingin mengatakan padanya untuk tidak mendekatinya saat ini. ”... Paman Serigala! Ayah sedang dalam bahaya! Dia harus segera pergi dari sana!”


Meskipun begitu, Guanyun tetap melarangnya dan terus mendorongnya ke belakang. Ia tak membiarkannya pergi karena, jika dia berada di dekatnya, bisa saja dia juga terkena serangan yang mungkin akan membunuhnya.


”Silahkan saja jika kalian ingin menghukum ku! Kalian pikir, aku tidak akan membalasnya suatu saat nanti?!” teriak Luo Hein dengan sangat marah sambil merentangkan kedua tangannya.


Tujuh orang Dewa yang kini berdiri di atas awan, memandangnya dengan tatapan remeh sekaligus menghina. Masing-masing dari mereka memegang sebuah senjata yang berbeda dan bahkan salah satunya menggunakan sebuah palu besar untuk menghancurkan. Mereka tak pernah muncul dan ini adalah pertama kalinya mereka keluar dari Istananya dan langsung menghakimi satu-satunya biang masalah di sini.


Ketujuh Dewa ini membentuk formasi melingkar dan saling menghunuskan senjata mereka. Saat itu juga, muncul sebuah cahaya ungu dengan petir yang merambat di setiap sisinya. Suaranya begitu memekakkan telinga mereka yang berada di sana. Shu Ye dan Shin Yixuan bahkan sampai harus menutup telinga mereka.


”Raja ketujuh! Kesombonganmu akan berakhir sampai sini saja! Terimalah hukuman yang harus kau dapatkan!” teriak salah satu Dewa yang langsung melancarkan serangannya tanpa adanya perlawanan.


”Hentikan!” teriak Shin Yixuan yang mencoba menghentikannya akan tetapi, hal itu sudah benar-benar terlambat! Cahaya tersebut langsung menyerang Luo Hein yang tak melakukan perlawanan sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2