Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 06 - KEMATIAN PERTAMA


__ADS_3

Puluhan mayat hewan-hewan buas tengah memenuhi sebuah rumah yang hampir rubuh karena pertarungan. Gumpalan daging itu menyebar ke seluruh halaman tak terkecuali Shin Buyen yang sedang berdiri di tengah-tengah mereka dengan wajah yang dipenuhi dengan cipratan darah.


Di kedua tangannya saat ini, ia memegang dua bilah pedang yang hampir patah karena digunakan terus-menerus apalagi pedang tersebut harus berbenturan dengan tanah berulang kali. Ia merobek roknya sendiri dan menggunakannya untuk menutupi lukanya yang masih terbuka. Saat ini ia belum menemukan Shin Yixuan yang menghilang di rumahnya. Sudah sejak tadi, ia terus didatangi oleh hewan-hewan buas yang kelaparan dan terus menyerangnya.


”Salah satu dari Raja Iblis pasti berada di sini!”


Shin Buyen menatap ke dalam hutan yang hancur sebagian karena serangan yang ia lakukan terhadap hewan-hewan buas tadi. Dirasa sudah aman, ia pun segera berlari ke dalam hutan dan mencari Shin Yixuan yang masih menghilang.


Sementara itu, Luo Hein yang baru saja sampai di sana tak sadar kalau saat ini, tubuh Shin Yixuan semakin mendingin seperti tubuhnya. Kedua tangannya basah karena dipenuhi oleh darahnya yang hampir mengering. Ia pun menyempatkan dirinya untuk menatap Shin Yixuan dan kemudian ia terlihat sangat marah ketika tubuh anak laki-laki itu telah berlubang dan mengeluarkan darah sangat banyak.


”Katakan, siapa yang melakukan ini padanya?” tanya Luo Hein dengan dingin.


ShuYuzhu dan Guanyun tidak berkutik. Mereka tahu kalau ini adalah kesalahan mereka berdua. Guanyun telah bersalah karena sudah mengajak Shin Yixuan pergi ke dalam hutan sedangkan, ShuYuzhu tak mengerti keadaan ketika memulai pertarungan sehingga membuat Shin Yixuan bergerak ke arahnya.


”Maafkan kami, Yang Mulia!” ucap keduanya yang langsung bersujud di depannya karena takut jika Luo Hein akan membunuh mereka saat ini juga.


”Kalian pikir, permintaan maaf kalian cukup untuk menebus kesalahan kalian?” tanya Luo Hein yang masih menyembunyikan ekspresinya. Namun, lagi-lagi keduanya terdiam saat mendengarnya dan bertahan pada posisi yang sama.


”Mengapa tidak mengatakan sesuatu?! Jawablah! Apa yang bisa kalian lakukan untuk menebusnya?!” bentak Luo Hein yang terlihat sangat marah dengan energi kebencian yang berkumpul di sekitarnya.


”Serigala ini terlalu berbahaya terlebih lagi, ia adalah pelayan Raja Iblis kelima. Aku takut sesuatu yang buruk akan menimpa Tuan muda jadi, aku memutuskan untuk membunuhnya sekarang juga.” jawab ShuYuzhu dengan suara pelan.

__ADS_1


Luo Hein menatap ke arah ShuYuzhu dan berkata, ”Kau tidak tahu apa yang akan dilakukannya meskipun kau sudah bersamanya selama satu jam? Kau berusaha membunuhku dan mengincar kelemahanku?”


”Aku tidak berani, Yang Mulia.” jawab ShuYuzhu.


Sedetik kemudian, Luo Hein berjalan menghampiri Guanyun yang berada di belakangnya. ”... Kau sendiri bagaimana? Apakah kau tidak memiliki sepatah kata apapun untukku?” ucapnya.


Guanyun terdiam selama beberapa saat dan kemudian menjawab, ”... Aku mengajaknya berjalan-jalan sebentar ke dalam hutan dan berusaha melindunginya. Namun, Dewi air asin tak membiarkan Tuan muda bersamaku dan tetap membawanya kemari.”


Luo Hein menatapnya dengan dingin dan berkata, ”Kau tidak tahu tujuanku memasang banyak mantra penghalang adalah untuk melindunginya dari makhluk seperti kalian? Kau yang tidak tahu diri ini sudah mengambil harta yang selama ini aku lindungi dan membawanya ke tempat yang bisa mengundang kemarahan ku.”


Keduanya tangan Guanyun bergetar dan ia pun menjawab, ”Maaf, Yang Mulia.”


Luo Hein terdiam selama beberapa saat karena ia merasa lelah dan sangat marah ketika mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut mereka berdua. Ia pun akhirnya berjalan menjauh dan sebelum pergi, ia menyempatkan diri untuk mengatakan beberapa kata, ”... Guju! Kau bebas melakukan apa saja.” ucapnya sambil menatap ke arah seekor ular raksasa yang muncul tiba-tiba di sana. Sementara, ia pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa melakukan hal lain.


”Ada apa denganmu?” tanya Luo Hein setelah Shin Buyen berhenti di depannya.


Shin Buyen langsung menjawab, ”Jangan mempedulikanku! Bagaimana dengan Yixuan? Apakah dia baik-baik saja?” ucapnya sambil menatap ke arah Shin Yixuan yang sedang dibawa oleh Luo Hein. Seketika, ia merasa terkejut karena ada sesuatu yang aneh dari Putranya ini. Ada banyak darah yang mengalir keluar dari tubuhnya. Selain itu, ia juga tidak bergerak sama sekali seperti orang mati.


”Yixuan, apa yang terjadi padanya?” tanya Shin Buyen yang terlihat sedih dan mencoba untuk menyentuh wajah Putranya yang semakin dingin.


”Dia sudah mati. Tapi, tenang saja semuanya akan baik-baik saja.” jawab Luo Hein.

__ADS_1


”Bagaimana kau bisa mengatakan kalau semuanya baik-baik saja?!” bentak Shin Buyen yang terlihat sangat sedih.


Luo Hein mengepalkan tangannya hingga berdarah. Dan saat darah itu telah menetes ke bawah, ia kemudian membiarkan darahnya menetes kembali di mulut Shin Yixuan hingga ia bisa menelannya. Saat darahnya telah menetes ke dalam mulutnya dan mengalir ke dalam tenggorokannya, perlahan luka yang ada di tubuhnya menutup dan suhu tubuhnya kembali menghangat.


Beberapa saat setelah lukanya menghilang sepenuhnya, Shin Yixuan akhirnya membuka matanya dan menatap ke arah Luo Hein yang penuh cemas, begitu juga dengan Shin Buyen yang juga sedang menatapnya.


”Kenapa Ayah bisa ada di sini? Bukankah tadi itu, aku sedang berbicara dengan Dewi peramal?” ucap Shin Yixuan dengan pelan sambil mengusap kedua matanya.


Mendengar hal itu, seketika Shin Buyen menangis dan langsung memeluk Putranya. ”... Syukurlah kau baik-baik saja, Yixuan. Aku sangat mencemaskanmu.” ucapnya.


Shin Yixuan menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Memangnya apa yang terjadi padaku? Mengapa Ibu berdarah-darah dan Ayah berada di sini?”


Melihatnya kebingungan seperti ini, membuat Shin Buyen langsung tahu apa maksudnya. Ia tersenyum menatap Shin Yixuan dan menjawab, ”... Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya cemas Yixuan tidak berada di rumah. Ayahmu bahkan mencemaskanmu juga. Dia sampai repot untuk datang kemari.”


Shin Yixuan langsung menatap Luo Hein yang berada di belakangnya. ”... Memangnya Ayah bisa mencemaskanku sampai repot-repot seperti ini?” ucapnya.


Shin Buyen langsung berkata, ”Jangan mengatakan hal itu pada Ayahmu sendiri.”


”Itu karena Ayah jarang berkunjung kemari! Ia selalu pergi dengan wanita lain selain Ibu! Jadi, kecemasan Ayah perlu dipertanyakan! Mungkin saja dia hanya berpura-pura cemas agar Ibu masih menganggapnya!” ketus Shin Yixuan sambil menunjuk ke arah Luo Hein di belakangnya.


Shin Buyen terkejut dan langsung mendekap kepala Shin Yixuan sambil menatap ke arah Luo Hein. ”... Ini salahku karena tidak pernah mengajarinya.” ucapnya pelan pada Luo Hein.

__ADS_1


Luo Hein terdiam selama beberapa saat. Tak lama kemudian, ia menunjukkan senyum tipisnya dan berkata, ”Tidak masalah. Yang terpenting semua sudah baik-baik saja.” ucapnya sambil menepuk kepala Shin Yixuan dan membuatnya terkejut.


”Maaf kalau aku jarang sekali berkunjung.” bisik Luo Hein di telinganya. Setelah itu ia pun berjalan memasuki hutan dan meninggalkan Shin Yixuan yang terkejut setelah mendengar suaranya.


__ADS_2