Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 44 - BAYI YANG DIBUANG


__ADS_3

16 Tahun Lalu, Kediaman Lun Kota Wujie.


”Buang anak ini jauh-jauh dariku!” teriak Xuanlu yang langsung mengusir seorang pelayan yang sedang membawa Putra dari Xuanlu sendiri. Usianya baru menginjak dua bulan. Tetapi, setelah Xuanlu mendengar kalau Lun Heiyun tak menginginkan seorang putra, ia berusaha membuangnya jauh-jauh dan menyembunyikannya.


”Tapi, Nyonya! Anak ini kelaparan dan masih membutuhkan Anda. Selain itu, Anda juga belum memberikannya nama.” ucap pelayan yang menatap kasihan pada anak di pelukannya.


Ucapan pelayan ini seolah sedang meremehkannya. Xuanlu melempar sebuah meja hingga memecahkan beberapa gelas keramik yang berdiri di atasnya. ”... Pelayan rendahan sepertimu sudah berani menentang perintahku?!” bentaknya dengan wajah yang terlihat sangat marah.


Pelayan itu langsung terlihat ketakutan sambil memeluk bayinya. Kepalanya menunduk dan langkahnya perlahan menjauh. Sudah sejak dulu, Xuanlu selalu bersikap seperti ini terhadap pelayannya sendiri. Ia adalah seorang wanita yang selalu menggoda laki-laki di belakang Lun Heiyun dan ia akan mengancam siapapun yang berani melaporkannya. Selain itu, ia juga ahli membuat racun. Tidak sedikit dari pelayannya yang mati karena racun buatannya setelah dipaksa untuk menjadi bahan percobaan.


”M- maaf Nyonya. Tapi, anak ini—


”Aku saja yang akan merawatnya.”


Tiba-tiba saja seorang wanita paruh baya berdiri di sebelah pelayan tadi dan langsung mengambil bayi laki-laki itu darinya. Wanita itu tersenyum lembut saat menatap bayi yang sedang tertawa begitu melihatnya. ”Manis sekali. Matanya terlihat sangat indah.” ucap wanita tua yang ternyata adalah Yu Yuanyi.


Pelayan itu tampak terkejut dan berusaha menjelaskan, ”Nyonya besar, tapi bayi ini—


Yu Yuanyi memeluk anak itu dan berkata, ”Aku adalah neneknya. Biar aku saja yang akan menjaganya dan memberikannya nama.”


Melihatnya, Xuanlu langsung mengangkat dagunya dan berkata, ”... Baguslah! Wanita tua ini datang untuk mengurusnya! Jangan sampai anak ini muncul di hadapanku lagi!” ucapnya dengan membentak dan kemudian membanting pintunya dengan keras hingga membuat bayinya menangis.

__ADS_1


Setelah melihatnya, pelayan itu langsung membungkukkan badannya di depan Yu Yuanyi dan berkata dengan penuh penyesalan. ”... Maafkan pelayan rendahan ini, Nyonya besar. Harusnya pelayan ini bisa merayu Nyonya muda agar ia mau mengurus anaknya yang baru lahir.”


”Tidak apa-apa.” jawab Yu Yuanyi sambil berjalan menjauhi kamar Xuanlu diikuti oleh pelayan tadi. ”... Harusnya aku yang meminta maaf pada bayi ini.” lanjutnya sambil mengecup kening bayinya. ”... Maaf soal kedua orang tuamu dan maaf tentang Putraku. Aku benar-benar menyesal. Jangan menangis lagi. Akulah yang akan mengasuhmu sampai kau dewasa.”


Pelayan di sebelahnya terdiam terharu begitu mendengarnya. Sesaat keduanya terdiam sambil memandangi bayi yang sedang tertidur pulas. ”... Nyonya besar akan menamainya siapa?” tanya pelayan.


Yu Yuanyi tertegun dan pandangannya seketika terpaku ke lantai. Ia seperti sedang memikirkan nama apa yang cocok untuknya. ”... Dia tidak banyak menangis ketika dibentak oleh Ibunya sendiri. Dia juga tidak merengek ketika aku yang membawanya. Aku rasa, satu-satunya nama yang cocok untuknya adalah Shu Ye, Lun Shu Ye yang berarti Musim Semi tanpa hujan.”


Lima tahun setelahnya, Shu Ye tinggal bersama dengan Yu Yuanyi di dalam sebuah kamar yang sempit mirip sekali dengan gudang penyimpanan. Tidak jarang ia juga selalu membantu Yu Yuanyi untuk mencari kayu bakar di dalam hutan. Akan tetapi, Lun Heiyun dan Xuanlu tak pernah mau melihatnya bahkan mengira kalau dia salah satu dari pelayan mereka.


Saat itu, Shu Ye tengah membantu Yu Yuanyi mencari kayu bakar yang ada di hutan bukit Xieyu. Ia sendiri tidak tahu mengapa Yu Yuanyi selalu pergi mengunjungi bukit Xieyu hanya untuk mengambil kayu bakar. Yu Yuanyi juga selalu menghalangi Shu Ye untuk membantunya. Tetapi, ia selalu bersikeras untuk ikut dengannya. Pada akhirnya Yu Yuanyi tidak bisa menolak dan membiarkannya.


”Nenek! Lihatlah! Ada seseorang!” seru Shu Ye sambil menunjuk ke arah seorang anak laki-laki yang sedang meringkuk di bawah sebuah pohon besar.


”Anak muda? Bangunlah.” ucap Yu Yuanyi sambil menepuk kedua pundaknya dan mengguncangnya dengan pelan.


Tak lama setelahnya, anak laki-laki ini pun akhirnya terbangun dengan perlahan. Kedua matanya mengerjap saat menatap wajah Yu Yuanyi di hadapannya. Mereka mungkin tidak pernah tahu kalau dia adalah Shin Yixuan yang tak sengaja tersesat ke dalam hutan.


”Apa yang terjadi? Kau tersesat?” tanya Yu Yuanyi dengan wajahnya yang terlihat cemas.


Shin Yixuan terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ekspresinya terlihat kosong, kedua matanya terlihat mendung dan tangannya berpegangan pada kedua lututnya yang ditekuk.

__ADS_1


Yu Yuanyi mengambil sesuatu yang tersimpan di balik pakaiannya dan memberikannya pada Shin Yixuan. ”... Makanlah ini. Tidak banyak yang bisa aku berikan saat ini.” ucapnya sambil memberikan sebuah kue ketan yang dibungkus daun bambu.


Shin Yixuan tertegun dan langsung memakannya di tempat. Kedua matanya langsung berbinar saat makanan masuk ke dalam tenggorokannya. Ia merasa seperti telah bertemu dengan orang yang paling baik dalam hidupnya dan ia mungkin tak akan pernah melupakan kejadian ini.


”Mengapa anak sepertimu bisa tersesat di dalam hutan ini? Apakah kau juga tinggal di sini!?” tanya Shu Ye yang terlihat cuek.


Shin Yixuan mengangguk dan menjawab, ”Aku tinggal di sini. Tetapi, aku tersesat setelah berburu kelinci di sekitar sini.”


Shu Ye langsung menatapnya dengan heran dan bertanya kembali, ”Memangnya ada seseorang yang tinggal di sini dan jauh dari kota?! Orang macam apa yang mau tinggal di tempat seperti ini?”


”Shu Ye! Hentikan.” ucap Yu Yuanyi dengan tegas sehingga membuatnya langsung terdiam. ”... Sepertinya aku pernah melihatnya. Kemarilah, aku akan mengantarkanmu.” lanjutnya sambil mengulurkan tangannya pada Shin Yixuan.


”Huh? Nenek mau mengantarkannya sampai rumah?” tanya Shu Ye yang tampak terkejut sekaligus heran melihatnya.


”Memangnya kenapa? Dia tidak tahu jalan pulang. Lagipula, tidak baik jika anak seusianya berada di dalam hutan sendirian seperti ini.” ucap Yu Yuanyi sambil menggandeng tangan Shin Yixuan.


***


”Jadi, anak itu adalah Yixuan?” tanya Shu Ye yang tampak terkejut setelah Yu Yuanyi menceritakan semua masa lalunya yang sempat dilupakan olehnya.


”Ya, akhirnya kau tahu dan aku juga tidak menyangka kalian berdua akan bertemu kembali di saat seperti ini. Sepertinya kalian berdua cukup akrab dan aku bersyukur karena saat itu Yixuan mau menolongmu dan memberikanmu tempat.” ucap Yu Yuanyi sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Shu Ye terdiam sejenak dan kemudian bertanya kembali, ”Lalu, mengapa nenek harus mati di tangan iblis itu? Apakah karena melindungiku?”


Yu Yuanyi mengalihkan perhatiannya dengan tatapannya yang terlihat sedih. Ia menjawab, ”... Aku tidak dibunuh olehnya. Tetapi, aku mati karena hal lain.”


__ADS_2