
Keesokan paginya. Saat Shu Ye baru saja bangun dari tidurnya, tiba-tiba saja ia mendengar suara ember kayu yang tak sengaja terjatuh dari genggaman seseorang!
Dengan cepat ia pun segera berlari keluar kamarnya untuk melihat apa yang sedang terjadi sekarang. Benar saja, saat ini ia melihat seorang pemuda berhanfu putih dan hitam, sedang merapikan kekacauan yang disebabkan karena air di dalam ember terjatuh tiba-tiba.
”Tidak biasanya kau menjatuhkan sesuatu dari genggamanmu.” ucap Shu Ye setelah tahu kalau pemuda ini adalah Shin Yixuan yang sudah bangun lebih pagi darinya.
Sambil menunduk, Shin Yixuan memeluk ember kayunya dan bertanya, ”Apakah aku membangunkanmu?”
Shu Ye melipat tangannya dan mulai merasa aneh dengan pertanyaan yang diajukan oleh Shin Yixuan. Ia bahkan tidak menyempatkan dirinya untuk berbalik dan menatap dirinya saat sedang bertanya. ”... Tidak. Sebenarnya, aku sudah bangun saat kau menjatuhkannya.” jawabnya.
Tak lama setelahnya, Shin Yixuan berdiri kembali meskipun gerakannya sedikit terlihat terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Selain itu, rambutnya juga terlihat berantakan seperti tidak disisir dengan benar dan sabuk pakaiannya juga terlihat miring.
Dan karena melihat ketidaknormalan yang dialaminya, Shu Ye menyempatkan diri untuk bertanya, ”Kau baik-baik saja? Apakah kau lupa cara memakai pakaian dan menyisir rambutmu sendiri?”
Meskipun pandangannya masih membelakanginya sehingga Shu Ye hanya melihat punggungnya, Shin Yixuan menggelengkan kepalanya sambil membawa ember kayu yang sudah dijatuhkan olehnya. ”... Aku hanya terburu-buru. Nanti akan aku rapikan lagi.” jawabnya sambil berjalan pergi ke halaman belakang untuk mengambil air.
Shu Ye menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena ia merasa heran dengan sikap yang ditunjukkan oleh Shin Yixuan. Tidak seperti biasanya dia terlihat berantakan seperti itu karena setiap harinya, ia selalu tampak rapi tanpa ada sedikitpun celah untuk mengkritik dirinya.
”Huh? Apa mungkin jiwanya yang lain sedang merasuk di kepalanya?!” batin Shu Ye yang mulai menduga-duga sesuatu.
Saat hari sudah sedikit siang, sebuah meja duduk terpasang di ruangan tengah. Semua orang berkumpul untuk menyaksikan makanan apa yang baru saja tersaji di atas meja. Tampak meragukan dan baunya saja sudah mencurigakan. Semua orang memberikan ekspresi datar seakan mereka tidak tahu apa yang bisa mereka katakan saat ini.
__ADS_1
Semenjak Shin Buyen dan Luu Houyi pergi, Shin Yixuan yang bertugas memasak dan merapikan rumahnya. Saat itu, tak ada satupun kesalahan yang dilakukannya bahkan saat memasak untuk orang-orang di sana. Tetapi, untuk yang satu ini sedikit agak berbeda dari biasanya.
Semua makanan yang ada di sana memiliki aroma busuk yang sangat menyengat. Tentunya hal ini membuat mereka berpikir kalau makanan ini sudah dicampur dengan setumpuk sampah yang menggunung di bawah tanah. Bisa-bisa mereka akan sekarat jika tetap memakan makanan yang memiliki aroma dan wujud tidak biasa.
”Masakan apa yang kau buat di sini? Kau tidak berusaha meracuni kami, kan?” tanya Shu Ye yang tampak keheranan dan mencoba menatap Shin Yixuan yang duduk di depannya.
Tetapi, saat melihatnya ia malah terpaku pada kedua tangannya yang memiliki luka tidak sedikit padahal sebelumnya ia tampak biasa saja. Luka karena teriris pisau dan juga telapak tangan yang melepuh setelah bersentuhan dengan kuali panas. Pemandangan ini tentu menjadi pemandangan tidak biasa di rumahnya.
”Mengapa pakai bertanya? Bagiku ini terlihat seperti makanan.” ucap Shin Lujian sambil memakan satu persatu makanan yang ada di atas meja. Padahal, makanan itu tampaknya tidak begitu enak dan bisa membuat tersedak.
”Apakah lidah dan hidungnya sudah tidak berfungsi?!” batin Shu Ye yang langsung menatapnya dengan heran. Dia sepertinya sanggup untuk menghabiskan seluruh makanan yang tersaji di atas meja tanpa memikirkan yang lain. Sementara Bai Yunqing berpura-pura tidak melihatnya.
Shin Furong menarik lengan pakaian Shu Ye yang duduk di sebelahnya. ”Antarkan kakak beristirahat. Dia sedang sakit.” ucapnya dengan pelan.
Mungkinkah karena kejadian kemarin?
Shu Ye segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Shin Yixuan lalu menepuk pundaknya, ”Kau tidak terlihat baik-baik saja. Aku akan mengantarkanmu ke kamar.” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Shin Yixuan tersentak kaget saat Shu Ye menepuk pundaknya dan ia pun langsung menatap ke arahnya dengan tiba-tiba. Awalnya ia terdiam dengan wajahnya yang terlihat terkejut. Namun, tak lama setelahnya ia mencoba berekspresi tenang saat menjawab, ”Aku hanya kurang tidur. Sepenuhnya aku baik-baik saja.”
”Apa perlu aku menyeretnya dan melemparnya ke kamar?” batin Shu Ye yang kemudian berjongkok di hadapannya. ”... Perlihatkan dahimu!”
__ADS_1
Shin Yixuan terdiam dan menatapnya dengan bingung. Lalu, tiba-tiba saja sebuah telapak tangan bertepuk keras di dahinya bahkan nyaris membuatnya terjatuh ke belakang. ”... Yang seperti ini kau bilang baik-baik saja? Pergilah ke kamarmu sekarang dan beristirahat! Rumah ini akan semakin kacau jika kau mencoba membersihkannya.” ucap Shu Ye dengan nada tidak peduli.
Shin Yixuan tertawa pelan dan berkata, ”Aku hanya demam sedikit. Tidak terlalu parah. Lagipula, aku sudah mengupas kulit jeruk untukmu.” ucapnya sambil memberikannya sebuah jeruk yang sudah kempis seperti diperas berkali-kali.
”Mungkin demam bisa membuat seseorang bertindak kebalikannya. Yang seperti ini dia sebut jeruk?! Apakah saat mengupasnya, ia secara tidak sengaja malah meremasnya hingga airnya habis?” batin Shu Ye yang langsung menolak.
”Yixuan, dalam beberapa hari ini, kau harus beristirahat. Pikirkan orang lain yang juga sedang memikirkanmu.” ucap Bai Yunqing sambil meneguk minumannya.
”Tidak! Aku baik-baik saja. Sebentar lagi, aku juga akan sembuh.” Shin Yixuan langsung menolaknya dengan enggan.
”Kau ini selalu menolak dan mengatakan hal-hal yang sama!” celetuk Shu Ye yang langsung menarik kerah belakang Shin Yixuan dan menyeretnya ke kamar.
Saat sampai di kamar, Shu Ye langsung melempar Shin Yixuan ke atas kasurnya, menutupinya dengan selimut dan meletakkan sebuah kain basah di atas dahinya. ”... Istirahatlah sampai besok dan jangan pergi kemana-mana!” ucap Shu Ye.
Shin Yixuan terdiam dengan wajahnya yang terlihat bingung. ”... Sebaiknya ini tidak perlu dilakukan. Sedikit bergerak membuat keadaanku semakin parah.” ucap Shin Yixuan.
”Sudah! Tidur saja!” Shu Ye langsung menjawab sambil melipat tangannya sehingga, membuat Shin Yixuan terdiam seketika. ”... Ada sesuatu yang kau inginkan sekarang?”
Shin Yixuan mengalihkan perhatiannya dan mencoba memikirkannya selama beberapa saat. ”... Ada sesuatu yang membuatku teringat dengan seseorang. Saat aku berumur lima tahun dan ibu sedang pergi ke kota untuk mengambil sesuatu, tanpa sengaja aku tersesat di dalam hutan saat sedang berburu kelinci. Aku meringkuk di bawah pohon dan menunggu seseorang. Lalu, seorang wanita tua yang baik hati datang menghampiriku dan memberikanku sebuah kue ketan yang dibungkus daun bambu.”
”Kau ingin kue ketan yang diberikan wanita tua itu?” tanya Shu Ye.
__ADS_1
Shin Yixuan menutup setengah dari wajahnya dengan selimut. Ia kemudian mengangguk perlahan padanya.
Shu Ye menghela nafas dan beranjak dari tempat duduknya. ”... Aku akan membuatkannya untukmu. Kau beristirahatlah di sini sampai aku selesai membuatkannya.” ucapnya sambil berjalan keluar kamar dan meninggalkan Shin Yixuan yang tampak bingung dengan sikapnya.