
Setelah menjatuhkan diri dari atas tebing dan tenggelam bersama dengan arus air yang cukup deras, Yu Yuanyi akhirnya sanggup berpegangan pada sebuah akar pohon yang ada di pinggiran sungai. Sebelum ia menyelamatkan dirinya, Yu Yuanyi meletakkan Shu Ye di atas pinggiran sungai yang dipenuhi dengan rumput basah.
Nafas Yu Yuanyi terengah-engah seperti baru saja berkeliling kota dengan berlari tanpa henti. Setengah dari tubuhnya masih tenggelam di dalam air dan seluruh tenaganya telah terkuras habis setelah ia mencoba melawan arus air yang tajam dan menusuk.
Ia menatap Shu Ye yang tak sadarkan diri setelah kehabisan nafas di dalam air. Ia merasa senang karena akhirnya bisa menyelamatkan Shu Ye dari kejadian tersebut tetapi, ia juga sangat sedih karena harus meninggalkannya.
Untuk memperbaiki semua kesalahan yang pernah dilakukannya hingga membuat Shu Ye begitu tertekan, Yu Yuanyi berencana untuk menghapus seluruh ingatan Shu Ye tentang keluarganya dan hanya menyisakan namanya saja.
Ia meletakkan telapak tangannya di depan kelopak mata Shu Ye yang masih terpejam. Meskipun terlihat begitu lelah, ia menyempatkan diri untuk berkata di tengah cahaya yang muncul dari telapak tangannya, ”Jadilah seperti matahari yang selalu bercahaya meski air terus menyiramnya. Ubahlah ingatan buruknya menjadi seperti bulan yang tertutup mendung. Jadikan dia seperti bintang yang tak henti bersinar di tengah kegelapan dan seperti air di tengah gurun. Tolong katakan padanya, aku akan menjadi semesta yang melindunginya.”
Setelah mengatakannya dengan penuh kesulitan, Yu Yuanyi akhirnya melepaskan pegangannya dan hanyut di dalam sungai, membiarkan Shu Ye yang terluka tetap berada di sana.
***
”Jadi, itu yang membuat seluruh ingatanku hilang?” tanya Shu Ye yang tampak terkejut setelah Yu Yuanyi menceritakan bagaimana kematiannya bisa terjadi. Saat itu, Shu Ye beruntung karena Luo Hein tak menatap matanya. Karena jika ia melakukannya dan akhirnya tahu kalau dia adalah Putra dari Lun Heiyun, mungkin saja ia akan dibunuh di tempat.
Yu Yuanyi hanya mengangguk seolah ia tidak tahu perkataan apa yang pantas dikatakan olehnya saat ini. Kini, semua ingatannya telah kembali. Ia tidak lagi menangis ataupun merengek di depannya seperti dulu. Tetapi, kesedihan itu pasti akan selalu membekas dalam benaknya.
Ia menatapnya dengan sedih. Tangannya bergerak untuk mendekapnya. Kedua matanya terpejam dan membiarkan Shu Ye tertidur di sana. ”... Jangan terlalu bersedih. Nenek akan menjagamu,....” ucapnya sambil memberi jeda sejenak. ”... Dari iblis yang ada di sana.” lanjutnya sambil menatap dingin ke arah Shin Yixuan yang telah berdiri di depannya.
***
__ADS_1
Beberapa saat sebelumnya ketika Shin Yixuan baru saja memasuki kediaman tersebut, ia dikejutkan dengan kemunculan puluhan tanaman rambat yang langsung bergerak menyerangnya dengan ujung seperti tombak. Ia pun langsung menghindar dan mencari tempat yang tidak bisa dijangkau oleh mereka. Akan tetapi, tanaman itu terus menyerang seperti tak memberikannya celah untuk menghela nafasnya.
”Hawa kekuatannya tidak ada di sekitar sini. Tidak mungkin mereka membawanya keluar dari kediaman ini.” gumam Shin Yixuan yang berdiri di atas salah satu atap bangunan sambil memperhatikan sekitar.
Langkahnya kemudian bergerak kembali setelah tanaman itu menyerangnya lagi. Ia mencoba untuk menghindari semua serangan dan membelah tanaman itu dengan pedangnya. Akan tetapi, tampaknya semua perlawanan yang dilakukannya berakhir sia-sia. Tanaman-tanaman itu malah tumbuh semakin panjang dan semakin ganas! Benar-benar seperti hewan sihir yang kehilangan akalnya.
Lalu, tiba-tiba suara ini berdengung di telinganya, ”... Aku akan membantumu tetapi, aku juga akan meminta bayaran setelah ini.”
Begitu laki-laki ini selesai mengakhirinya, muncul ratusan benang putih yang langsung membelah dan mengikat tanaman rambat yang menyerangnya tiada henti. Begitu melihatnya, ia pun langsung tahu kalau sisi tergelapnya menawarkan sebuah bantuan yang tentunya tidak gratis!
Begitu diberi kesempatan, Shin Yixuan segera melompat menuju sebuah bangunan besar seperti aula. Langkahnya begitu cepat dan tanpa hambatan setelah benang-benang itu muncul dari dalam tanah. Lalu, saat ia telah berada di dalam bangunan tersebut, ia melihat ada banyak tanaman rambat yang sedang mengikat tubuh seseorang di dalamnya.
”Itu adalah Shu Ye!"
”Tidak boleh terluka! Harus melakukan sesuatu!”
Shin Yixuan menggenggam pedangnya dengan sangat kuat. Tak lama setelah persiapannya selesai, ia pun memulai langkah pertamanya dengan menebas seluruh akar berduri yang menyerang ke arahnya dengan sangat kuat.
Akar itu tidak akan bisa dipotong oleh benda apapun. Mereka akan tumbuh kembali dengan bagian baru yang jauh lebih berbahaya, dengan durinya yang semakin besar bahkan sampai membuat racun. Memang tidak ada pilihan lain selain menghindar dari semua serangan dan menyelesaikannya dengan cepat.
Seolah tak memikirkan keadaannya sendiri, Shin Yixuan langsung membelah tanaman rambat yang mengikat tubuh Shu Ye. Dan setelah semuanya terlepas, dengan cepat ia langsung menariknya dan membawanya ke tempat yang jauh dari mereka.
__ADS_1
Akan tetapi, saat ia melakukannya, tanaman rambat yang ada di belakangnya sempat melilit perutnya sebelum akhirnya, terpotong oleh pedangnya.
Dalam keadaannya yang seperti ini, ia tidak mungkin melakukan perlawanan yang membuat musuhnya semakin kuat. Shin Yixuan terus membawa tubuh Shu Ye menuju suatu tempat yang tak dihuni oleh akar dan tanaman yang masih membabi-buta.
Lalu, saat ia sedang menapak di atas sebuah bangunan kecil, secara tidak sengaja atap bangunan itu hancur sehingga membuatnya terjatuh dan masuk ke dalam.
Tubuhnya seperti mendidih di dalam sebuah kuali panas. Ia berpikir kalau saat ini akar-akar beracun itu sedang mengepungnya. Tetapi, ketenangan inilah yang membuatnya merasa terheran.
”Tidak ada musuh di sini?!” batin Shin Yixuan yang tampak terkejut dan menatap sebuah ruangan yang mirip sekali dengan gudang penyimpanan. Ada begitu banyak kayu bakar yang masih bertumpuk rapi di sisi ruangan meskipun tertutup oleh debu. Selain itu, tak tercium aroma darah yang menyebar kemana-mana. Hanya ada aroma debu yang melekat di seluruh ruangan tersebut.
Namun, tiba-tiba saja ia membisu begitu ia merasa ada sesuatu yang terus menyerap energi spiritualnya. Lalu, setelah ia melihat perutnya sendiri, ada sebuah tanaman liar dengan daunnya yang berwarna hijau, telah tumbuh di sana dan menjadi parasit yang menyerap energi spiritualnya.
Shin Yixuan menggigit bibir bawahnya. Meskipun akan terasa sakit dan akan membuatnya mati lemas, ia harus mencabutnya segera. Dengan perlahan ia memegang tanaman di perutnya lalu menariknya dengan hati-hati. Baginya, ini sama saja seperti mencabut tanaman liar yang ada di hutan namun, sedikit agak sakit.
Keringatnya terus bercucuran dari atas kepalanya ketika satu persatu akar itu muncul keluar dari dalam perutnya bersamaan dengan darah yang seperti berperan sebagai tanah. Ia merasa seperti sedang menarik ususnya yang kelaparan keluar dari dalam perutnya sendiri.
Beberapa menit setelahnya, ia pun akhirnya bisa mengeluarkan tanaman yang tumbuh di perutnya. Pakaiannya basah dan kotor karena darahnya sendiri. Nafasnya pun terengah-engah. Tetapi, dalam keadaannya yang seperti ini, ia tetap harus menarik jiwa Shu Ye kembali ke tubuhnya meskipun saat itu, Wang Ye mengatakan jangan sampai terluka sama sekali.
Shin Yixuan menyandarkan tubuh Shu Ye pada dinding ruangan. Tangannya menekan dada Shu Ye dan mencoba mengalirkan kekuatan spiritualnya ke dalam tubuhnya.
Tak memerlukan waktu yang cukup lama, ia akhirnya bisa menyelam masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Akan tetapi, saat ia baru saja menapak di tanah yang gersang karena terbakar oleh api, ia menatap sebilah pedang yang telah menusuk tubuh seorang pemuda di hadapannya!
__ADS_1
Melihat pemandangan pemuda berambut putih yang telah membunuh Shu Ye di hadapannya, membuat Shin Yixuan merasa sangat terkejut dan tidak bisa menerimanya!
”Aku yang sudah membunuhnya?”