Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 33 - KALAJENGKING II


__ADS_3

Saat Shin Yixuan kehilangan keseimbangannya, ia pun akhirnya terjatuh dengan menarik Shu Ye dari atas rumah penduduk. Hal itu jelas-jelas sangat membuatnya terkejut karena pada saat itu, kalajengking yang menyerang mereka telah berada di atasnya ketika sedang terjatuh. Kedua matanya terbelalak begitu melihatnya sampai pada akhirnya sebuah garis cahaya muncul dari suatu tempat dan langsung membelah tubuh kalajengking tersebut hingga menjadi dua.


Shin Yixuan dan Shu Ye akhirnya mendarat di atas tanah dengan aman walau ada beberapa serpihan daging yang menghujani mereka. Shu Ye terengah-engah begitu juga dengan Shin Yixuan yang nyaris tak bisa bernafas. Beruntung saja ia berhasil mendapatkan kesadarannya kembali karena jika tidak, mungkin saja ia akan berada dalam bahaya.


”Hei! Tadi itu kau apa-apaan?! Seenaknya saja pingsan tanpa seizin dariku! Kau tidak tahu kalau tubuhmu itu sangatlah berat?” ketus Shu Ye sambil mengatur kembali nafasnya.


”Kau pikir aku ini apa? Untuk apa meminta izin padamu lebih dulu?! Lagipula, bukan kau yang mengalahkan kalajengking tadi!” jawab Shin Yixuan dengan keras lalu, sedetik kemudian mereka pun baru menyadari apa yang sebenarnya terjadi di sini tadi. Tidak mungkin salah satu dari keduanya yang sudah membunuh serangga mematikan itu.


”Kalian lupa untuk berterima kasih padaku?” tanya Luu Houyi yang muncul di belakang mereka sambil menepuk-nepuk telapak tangannya yang menurutnya berdebu.


”Hah? Kapan dia datang dan untuk apa dia kemari?” batin Shu Ye yang tampak terkejut sekaligus terdiam dengan perasaan heran.


Melihat Luu Houyi, Shin Yixuan langsung mencoba untuk berdiri kembali dan menyempatkan diri untuk membungkuk di hadapannya, ”... Terima kasih Paman Luu sudah menolong kami.” ucapnya dengan sopan. Namun, saat ia melakukannya, kedua kakinya mendadak terjatuh seolah tak bisa menopang tubuhnya lagi.


”Racunnya pasti kembali menyala!” batin Shu Ye yang langsung membantunya.


”Ada apa dengannya? Apakah seekor kalajengking baru saja menyengatnya?” tanya Luu Houyi yang langsung berlari menghampirinya dengan terburu-buru.

__ADS_1


Shin Yixuan menjawab, ”Aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil.” meskipun wajahnya tak bisa menyesuaikan jawabannya saat ini. Keringat dinginnya mulai mengalir keluar dari atas kepalanya. Hidungnya berdarah dan wajahnya terlihat pucat. Tangannya terus menggenggam tanah dengan sangat kuat. Jelas sekali kalau tubuhnya saat ini mengatakan jawaban yang berbeda.


”Racunnya sudah menyebar cepat sekali. Dia mungkin akan mati untuk yang kedua kalinya.” batin Luu Houyi yang terlihat cemas saat melihatnya. Ia pun mencoba untuk mengambil sesuatu yang tersimpan di balik jubahnya. Akan tetapi, ia merasa terkejut karena benda yang dicari olehnya tidak ketemu. ”... Kertas teleportasi! Jangan bilang kertas itu tertinggal?!” batin Luu Houyi yang tampak tak percaya.


Tanpa jeda, Shu Ye langsung mengangkatnya ke atas punggung dan berniat untuk berlari sampai ke rumah. ”... Memang tidak ada pilihan lain jika kertas teleportasi itu tertinggal di rumah. Aku yang akan membawanya.” ucap Shu Ye yang langsung berlari melompati satu persatu atap bangunan ketika jalanan kota Wujie terlihat sangat ramai.


Luu Houyi terdiam pada posisinya yang sama dan tidak bergerak sama sekali menatap hilangnya mereka berdua. Beberapa detik setelahnya, ia pun berbalik melawan arah dan kemudian berjalan perlahan mendekatinya. Sorot matanya terlihat dingin dan sangat marah. Kedua tangannya mengepal kuat bahkan sampai melukai telapak tangannya.


”... Aku tak ingin kejadian ini terulang dua kali. Sepertinya sudah saatnya menjalankan tugas utamaku.”


”Heh! Bangunlah! Aku lelah menunggumu terus di sini.” ucap seorang anak muda yang sedang duduk di atas sebuah kursi dengan beberapa rantai yang mengikat tubuhnya hingga ia tidak bisa bergerak.


Perlahan, Shin Yixuan membuka matanya ketika suara tersebut terdengar di telinganya. Selain itu, udara yang ada di sekitarnya terasa sangat lembab dan tak ada satupun suara selain anak laki-laki tadi.


”Ada apa denganmu? Sudah berkali-kali kau seperti ini. Kau ingin aku menggantikanmu?” ucap anak laki-laki yang ternyata adalah sisi tergelap Shin Yixuan ketika ia masih berumur lima tahun.


”Kau lagi? Bukankah sudah kukatakan untuk tidak bertemu denganku lagi?” ucap Shin Yixuan yang telah berdiri di depannya dan menatapnya dengan serius.

__ADS_1


Anak laki-laki itu tersenyum seringai. Ia menatap ke arah Shin Yixuan dengan matanya yang mendung dan menjawab, ”Aku ini bagian dari pikiranmu. Aku bisa melihat apa yang kau lakukan dan aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Jika kau mencoba membunuhku, kau juga akan mati di titik ini. Ayahmu sangat tahu kalau aku begitu berbahaya untukmu jadi, dia mengikatku seperti ini.” ucapnya sambil tertawa kecil. ”... Haha! Dia sungguh menyayangimu tetapi, sayangnya dia tidak begitu mengharapkan kelahiran adikmu.”


Shin Yixuan menggigit bibir bawahnya dan berkata, ”Aku tahu apa maksud tujuanmu saat ini. Kau mencoba mengambil alih tubuhku agar kau bisa bertindak semaumu?"


Anak laki-laki mengalihkan perhatiannya seolah tak peduli. Beberapa detik setelahnya, ia mendengus, tertawa pelan dan beberapa detik setelahnya menatap Shin Yixuan dengan serius, ”... Jika aku mau, sudah sejak dulu aku melakukannya. Jiwamu sangatlah lemah. Aku bahkan nyaris tertawa saat kau mencoba menolongku saat kau pertama kali bertemu denganku.” Anak itu tertawa lepas dan sempat memberontak pada rantai yang masih mengikatnya.


”... Ngomong-ngomong, mengapa kau melawan apa yang dikatakan oleh adikmu sendiri? Bukankah sebelumnya dia mengatakan untuk tidak membiarkan siapapun berada di belakangmu? Apakah ucapan seorang anak laki-laki berumur lima tahun sangat sulit dimengerti olehmu?” lanjutnya.


Shin Yixuan terdiam dengan perasaannya yang masih terkejut. Ia tahu kalau Shin Furong mengatakan hal itu sebelum pergi. Namun, ia mengabaikannya karena masih tidak percaya dengan kemampuan melihat masa depan milik Shin Furong. Namun, dengan kejadian yang menimpanya saat ini, apakah ia bisa mempercayainya mulai saat ini?


Shin Yixuan memejamkan matanya selama beberapa saat dan memikirkannya. Namun, saat ia membuka matanya ia merasa sangat terkejut karena di depan wajahnya saat ini sudah ada sosok laki-laki yang menyerupai dirinya dan menunjukkan wajah menyeramkan miliknya.


Seketika langkahnya bergerak mundur menjauhi sosok anak laki-laki yang kini berubah menjadi sosok pemuda yang sama sepertinya.


Pemuda itu berdiri dengan kedua tangan dan kaki yang dirantai cukup kuat. Ia tidak lagi duduk di kursinya dan akhirnya bisa bergerak bebas meskipun rantai masih bisa menahan pergerakannya sedikit.


”Kau lihat sendiri? Semakin hari, rantai ini semakin melemah. Dan kau pasti tahu apa yang akan terjadi padamu jika rantai ini benar-benar terlepas dariku?” tanya pemuda yang kemudian membisikkannya. ”... Aku akan menguasai pikiranmu dan kau tidak akan pernah bisa kembali menjadi Shin Yixuan yang dulu. Aku pasti akan membuatmu menderita dengan membunuh semua orang-orang terdekatmu.”

__ADS_1


__ADS_2