
Shu Ye mencuci beras ketan yang ditaruh di dalam sebuah ember kayu. Saat melihatnya, ia merasa seperti mengingat sesuatu. Seperti benih-benih ingatan yang tenggelam di dalam air lalu, seseorang mengaduknya sehingga membuat semuanya berantakan. Secara mendadak, ia merasa sakit kepala yang luar biasa tetapi, hal itu tidak sampai membuatnya hilang kesadaran.
”Kenapa aku selalu berusaha mengingatnya?” batin Shu Ye sambil memegang kepalanya. ”... Paman Luu bilang kalau pemimpin keluarga Lun bernama Lun Heiyun adalah Ayahku. Sedangkan Ibuku adalah seorang tabib bernama Xuanlu. Dia sudah mengatakan semuanya tetapi aku tidak pernah bisa mengingatnya. Apakah hanya ingatanku saja yang pendek?”
Ahhh!
Pada akhirnya Shu Ye berhenti memikirkannya dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia sangat tahu bagaimana cara membuat kue ketan dengan bungkus daun bambu. Ia sendiri juga tidak tahu mengapa ia bisa membuatnya semudah ini dan bahkan Shin Yixuan sendiri tidak pernah bisa membuatnya. Meskipun begitu, ia tak bisa membuat masakan yang lain maupun merapikan sesuatu.
Setelah selesai membuatnya, ia segera mengantarkannya ke kamar Shin Yixuan. Dengan hanya menggunakan sedikit beras ketan yang tersisa di dalam sebuah kuali, ia bisa membuat tujuh kue ketan dengan ukuran yang sama. ”... Yixuan! Aku membawakan makanan yang kau inginkan.” ucap Shu Ye sambil mengetuk pintunya dan setelah itu ia pun berjalan memasukinya tanpa menunggu jawaban.
Saat baru saja memasukinya, ia melihat Shin Yixuan yang tengah meringkuk di atas meja duduk dan tertidur di sana. Seketika, ia merasa heran karena ia tidak bisa menggunakan cara baik-baik untuk membuatnya tidur dengan benar. ”... Haah, dia tidak pernah betah tidur di tempat tidurnya ya?” gumam Shu Ye sambil menghela nafasnya.
Shu Ye berjalan menghampiri Shin Yixuan. Meskipun ia meringkuk di atas meja, tampaknya ia sangat menikmati tidurnya di saat semua orang lebih memilih untuk meluruskan kaki dan tubuhnya di kasur yang empuk.
”Apa yang dilakukannya saat ini? Mengapa mejanya berantakan sekali?” gumam Shu Ye yang memperhatikan dan meletakkan piringnya di atas meja. Ia mengambil salah satu kertas dan membacanya sedikit.
Di dalam kertas itu berisikan tulisan mengenai pemimpin keluarga Lun bernama Lun Heiyun. Ia adalah seorang pemimpin yang sombong dan serakah. Ia bahkan berencana untuk menguasai beberapa wilayah kecil dan menjadikan mereka suatu pasukan yang tak pernah berkhianat padanya. Lun Heiyun sudah merencanakan ini semenjak keluarga Shin dibantai habis-habisan oleh anggota keluarganya sendiri bahkan sebelum ia diangkat menjadi pemimpin.
__ADS_1
”Apa yang dilakukannya dengan membaca kertas rahasia seperti ini?” batin Shu Ye yang tampak terkejut saat menatapnya. Lalu, tak lama setelah ia melihatnya, Shin Yixuan akhirnya terbangun kembali setelah ia merasa ada seseorang yang sedang berdiri di dekatnya.
Dalam posisi yang sama, Shin Yixuan mencoba untuk duduk tegak dan menatap ke arah Shu Ye yang sudah duduk di depannya dengan memegang secarik kertas yang sama. ”... Kau sudah di sini sejak tadi?” tanya Shin Yixuan sambil mengusap matanya.
Shu Ye mengangguk dan memberikan sepiring kue ketan yang dibawa olehnya tadi. ”... Makanlah!” ucapnya dengan cuek.
Shin Yixuan yang melihatnya tampak terkejut sekaligus kagum. Wajahnya seketika berseri-seri saat melihat kue ketan yang sudah terbayang dalam pikirannya. ”... Kau benar-benar membuatnya sendiri? Untukku?” tanya Shin Yixuan sambil menatapnya dengan ekspresi yang sama.
Shu Ye mengalihkan perhatiannya sambil melipat tangannya. ”... Tentu saja! Kau pikir masih ada orang yang menjual benda seperti ini?” jawabnya.
”Terima kasih.” ucap Shin Yixuan sambil memakan kuenya. Dan saat kue tersebut berada di dalam mulutnya, ia seperti kembali ke masa lalunya. Rasanya begitu manis dan lembut saat ia mengunyahnya. Mirip sekali dengan kue ketan yang pernah diberikan wanita tua waktu itu padanya.
Shu Ye menatapnya dengan heran dan bertanya, ”Makanan seperti ini sangat mudah dibuat dan kau tidak bisa memasaknya?”
Shin Yixuan langsung menggelengkan kepalanya. ”... Ibu tidak pernah membuatkannya jadi, aku tidak tahu seperti apa caranya.” jawabnya.
”Huh? Dia menyukainya? Ini pertama kalinya seseorang menyukai masakanku. Tapi, syukurlah dia sudah terlihat baik-baik saja.” batin Shu Ye yang masih menatapnya. ”... Ngomong-ngomong, mengapa kertas seperti ini bisa ada di tanganmu? Bukankah ini sangat penting untuk orang itu?”
__ADS_1
Shin Yixuan tertegun dan langsung menatap beberapa kertas yang berserakan di atas mejanya. ”... Kertas ini sudah tidak terpakai lagi. Aku meminta nenek untuk memberikannya padaku karena ada sesuatu yang juga membuatku penasaran.” jawab Shin Yixuan. ”... Kau pasti sudah tahu kalau Lun Heiyun adalah Ayahmu tetapi, kau tidak bisa mengingatnya.”
Shu Ye terkejut dan mulai serius membicarakannya. Tak lama setelahnya, Shin Yixuan melanjutkan, ”... Keluarga Lun memiliki kemampuan istimewa yaitu kebal terhadap racun. Selain itu, pemimpin mereka Lun Heiyun adalah orang yang kuat karena dulunya dia berguru pada seorang pendeta wanita bernama Bai Yunqing.”
”Hah? Orang itu berguru pada Nenek Yunqing?! Bagaimana bisa?!” tanya Shu Ye yang tampak terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang tertulis di sana.
Shin Yixuan menatapnya dengan malas dan berkata, ”... Aku sudah bilang kalau aku meminta nenek untuk memberikannya padaku. Wajar jika dia memilikinya karena nenek adalah Gurunya.”
Shu Ye terdiam dengan wajahnya yang tampak heran. Ia hanya tidak percaya dan tidak tahu seberapa kuat Bai Yunqing sampai-sampai Lun Heiyun mau berguru padanya. Katanya dia adalah pemimpin yang kuat. Itu artinya, Gurunya pasti lebih kuat dari muridnya sendiri.
Shin Yixuan menaruh kertas-kertas itu kembali ke atas meja dan bertanya, ”Bukankah sebelumnya kau merasa penasaran dengan keluargamu sendiri? Kau selalu bertanya-tanya apakah Lun Heiyun benar-benar Ayahmu dan Xuanlu sebagai Ibumu. Dan untuk memastikannya, kau bahkan sengaja pergi ke kediaman mereka hingga membuatku tersengat kalajengking yang mematikan.”
”Aku tahu semua itu dan kau tidak perlu mengungkitnya juga, kan?” Shu Ye langsung menjawab, ”... Aku memang masih penasaran dengan ingatanku sendiri. Mengapa semua ingatan itu bisa terhapus dalam beberapa jam saja dengan hanya menyisakan namaku. Tapi, apa gunanya semua kertas ini?”
”Tidak ada.” singkat Shin Yixuan. ”... Tapi, aku jadi mengetahui beberapa hal. Nenekmu adalah Yu Yuanyi, seorang buruh cuci yang sangat menyayangi anak kecil. Sedangkan kakekmu adalah Lun Yuage yang sudah memimpin keluarganya saat usianya 20 tahun. Tetapi, dia bunuh oleh Lun Heiyun saat usianya 45 tahun. Alasan Lun Heiyun membunuh Ayahnya sendiri karena dia menginginkan kedudukannya. Tak lama saat usianya 27 tahun, dia menikah dengan tabib pribadinya sendiri bernama Xuanlu sedangkan Yu Yuanyi dibiarkan menjadi pelayan rumahan olehnya dan bahkan dia selalu menyuruhnya untuk mengambil kayu bakar yang ada di bukit Xieyu. Setelah itu, saat kau berusia lima tahun, Raja Iblis ketujuh datang dan langsung membantai mereka habis-habisan sedangkan saat itu, Yu Yuanyi masih berada di bukit Xieyu.”
”Apakah aku bisa percaya dengan semua yang tertulis di sini?” tanya Shu Ye yang memperhatikan kertas-kertas tersebut.
__ADS_1
”Itu semua keputusanmu. Dan sekarang aku yang akan bertanya padamu. Apakah setelah mendengar semua kisah ini, kau masih ingin mendapatkan ingatanmu kembali?” tanya Shin Yixuan sambil menatapnya dengan serius.