
”Kau mau aku membantumu? Aku tahu dimana mereka saat ini.”
Tiba-tiba saja suara ini berdengung di pikirannya dan membuat sakit kepalanya bertambah. Ia jatuh terduduk sambil memegangi kepalanya dengan sangat kuat. ”Berhentilah menggangguku!”
”Yixuan! Apa yang terjadi di sini?!” tanya Shu Ye yang langsung berlari menghampirinya begitu ia mendengar suara teriakan dua orang yang saling berdebat di ruangan ini. Tetapi, saat ia melihat Shin Yixuan terjatuh di sana, perasaan cemasnya muncul tiba-tiba.
”Hei! Kau tidak apa-apa? Keringatmu banyak sekali.” tanya Shu Ye yang langsung memegang kedua bahunya untuk melihat keadaannya saat ini. Keringatnya begitu banyak dan wajahnya pucat. Ia mulai berpikir apakah sesuatu telah menyerang pikirannya secara brutal?
”Kenapa tidak menjawabku? Yixuan!” Shu Ye berteriak dan terus mengguncangkan kedua pundak Shin Yixuan, berharap dia akan sadar kembali.
Lalu, tak lama setelahnya Shin Yixuan akhirnya tersentak kaget dan langsung menatap Shu Ye dengan ekspresinya yang terlihat sangat terkejut. Keduanya membeku selama beberapa saat. ”... Kau kenapa? Apa yang terjadi di sini?” tanya Shu Ye sekali lagi.
Shin Yixuan terdiam selama beberapa saat. Ia mencengkram tangan kanan Shu Ye yang masih memegang pundaknya lalu menyingkirkannya dengan sangat mudah. Ia memejamkan matanya sebentar sambil berdiri kembali dari tempatnya.
”Aku sudah membuat kesalahan besar.” ucap Shin Yixuan dengan pelan tetapi, suaranya bisa terdengar di telinga Shu Ye.
”Apakah hanya aku yang tidak mengetahui apa yang terjadi saat ini?” batin Shu Ye yang memikirkannya. Ia melangkah mendekatinya tetapi, saat itu juga tiba-tiba saja Shin Yixuan langsung bergerak maju meninggalkannya dengan sangat cepat. Dia melangkah menuju suatu tempat yang belum diketahui olehnya.
__ADS_1
”Yixuan! Berhenti!” Shu Ye berteriak sambil mengejar Shin Yixuan dari belakang. Ia marah karena tak ada seorangpun yang memberitahukannya tentang kejadian ini. Dengan suara langkah kaki yang memenuhi pikirannya, ia sempat mendengar suara Erhu yang berdengung di dalam hutan.
Saat mendengarnya, Shu Ye tampak terkejut karena di atas langit saat ini sudah ada seekor singa besar yang akan menerkam Shin Yixuan dari samping! ”Menghindar dari sana!” teriak Shu Ye yang tak pernah bisa didengar oleh Shin Yixuan.
Namun, saat singa itu telah berada di dekatnya, Shin Yixuan melemparkannya beberapa jarum kecil yang ada di balik pakaiannya. Dan saat jarum-jarum itu menancap di kepalanya, seketika bagian atas dari tubuh singa itu hancur seperti meledak dari dalam.
Darahnya terciprat dimana-mana sedangkan bagian tubuh bawahnya yang utuh terjatuh ke tanah. Dan hanya karena kejadian yang begitu singkat, genangan darah dan daging tercipta dimana-mana hingga membuat langkah Shu Ye terhenti.
”Apa itu tadi? Bayangannya berubah!” batin Shu Ye yang sempat melihatnya saat Shin Yixuan membunuh harimau tadi. Tanpa sadar kedua tangannya gemetar dan kedua kakinya membeku seolah memberi isyarat padanya untuk tidak mengikutinya lagi. Dia terlalu mengerikan untukmu dan kau akan mati jika berani menghalanginya.
”Justru, karena dia sangat berbahaya! Dia harus dihentikan sebelum semuanya berubah!” gumam Shu Ye yang akan bergerak kembali. Tetapi, langkahnya terhenti saat ia menatap ke depan dan melihat Shin Lujian yang sedang berdiri di sana.
”Apa yang terjadi dengannya? Mengapa sikapnya berubah?” tanya Shu Ye dengan wajahnya yang terlihat linglung karena sibuk memikirkan apa yang terjadi.
Shin Lujian menghela nafasnya dan menjawab, ”Yunqing sedang mengujinya. Dia merasa penasaran dengan kekuatan yang dimiliki oleh Yixuan. Selama ini, kau belum pernah melihatnya seperti itu, kan?”
Shu Ye menatapnya dengan serius dan menjawab, ”Tidak. Tetapi, apa yang membuatnya berubah seperti itu? Dia tidak seperti Yixuan yang asli.”
__ADS_1
”Seharusnya, kau bertanya pada Ayahnya.” jawab Shin Lujian sambil melipat tangannya. ”... Tapi, mungkin ada sesuatu yang aku ketahui baru-baru ini. Kau pasti akan merasa asing begitu mendengar seorang bayi yang lahir dengan dua jiwa. Hitam dan putih lalu, baik dan jahat. Dalam tubuhnya ia menyimpan sisi tergelap yang telah disegel oleh Ayahnya saat ia masih bayi. Tetapi, segel itu semakin melemah karena keadaan Raja ketujuh yang juga semakin parah. Jika segel itu terlepas, mungkin akan terjadi perubahan sifat yang muncul secara mendadak. Dia bisa saja berubah menjadi jahat dan bisa juga berubah menjadi baik. Jika hal itu benar-benar terjadi, dia tidak akan bisa mengenal dirinya lagi dan memutuskan untuk pergi agar orang-orang di dekatnya selamat.”
Shu Ye mulai memikirkannya dan bertanya, ”Mengapa dia sampai seperti itu? Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkannya?”
Shin Lujian menghela nafasnya dan berkata, ”Menurutmu apa yang selama ini diperdebatkan di alam manusia? Saat pernikahan itu terjadi, mereka bertanya-tanya akan seperti apa anak mereka nanti. Apakah dia itu iblis atau manusia. Dan ternyata pilihan mereka semuanya benar. Dia Iblis tetapi, dia juga seorang manusia. Tak ada yang bisa kau lakukan untuk menghentikannya. Itu semua tersimpan dalam pikirannya dan kau tidak akan bisa melakukannya.”
Shu Ye menggigit bibir bawahnya dan wajahnya seperti sedang memikirkan sesuatu. Tak lama setelahnya, pandangannya kembali mengarah ke depan dan berkata dengan tegas, ”Aku akan pergi menyusulnya.”
”Sudah kubilang, kau tidak akan bisa melakukannya.” Shin Lujian langsung menjawab sambil menghalangi langkahnya dengan Erhu miliknya.
”Tapi, kau tidak akan pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya! Bagaimana jika salah satu dari keduanya berada dalam bahaya?” ucap Shu Ye dengan tegas.
Shin Lujian langsung menjawab, ”Kau bisa mempercayai Yunqing. Dia seorang pendeta. Dia pasti bisa menyelesaikannya dengan mudah.”
Di waktu bersamaan, Shin Yixuan tengah berdiri di depan seorang wanita berwajah iblis yang ternyata adalah Bai Yunqing yang sengaja mengujinya. Namun, ia tidak pernah tahu kalau saat ini Shin Yixuan tengah dikendalikan oleh sebagian dari sisi tergelapnya. Hal itu, tentu membuat Shin Yixuan bertambah kuat dibandingkan dengan dirinya yang sebelumnya. Ia bahkan tidak segan lagi untuk membunuh siapapun yang berani menghalanginya dan bahkan ia sudah membunuh puluhan hewan sihir yang dikendalikan oleh Bai Yunqing padanya.
Di depan sebuah kuil tua, Bai Yunqing berdiri di depan hewan sihirnya bernama Zhuyue yang sebelumnya telah diberikan oleh Shin Lujian untuknya. ”... Jadi, akhirnya kau muncul di sini.” ucap Bai Yunqing dengan pelan.
__ADS_1
Shin Yixuan tak berekspresi dengan kepalan tangannya yang terlihat semakin kuat. Dari atas telapak tangannya, ia mengeluarkan sebuah pedang bergaris merah dan hitam sedangkan di ujung pegangan pedangnya, terdapat lonceng emas yang menggantung dan berbunyi saat digerakkan.
”Siapapun yang membuatku marah, dia harus mendapatkan akibatnya.”