Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
[S2] CHAPTER. 64 - AWAL BARU


__ADS_3

700 Tahun yang lalu, perang antara Raja Iblis pertama dan ketujuh terjadi lagi. Pertarungan itu terjadi di perbatasan antara alam iblis dengan alam manusia. Akibatnya, tanah yang ada di sana terbelah dan bumi mengeluarkan cairan panasnya yang membakar seluruh hutan perbatasan.


Tak ada satupun manusia yang tewas dalam kejadian itu karena Raja Iblis ketujuh telah memindahkan arena pertarungan mereka ke tempat yang jauh dari tempat tinggal para manusia. Akan tetapi, sesuatu yang buruk harus menimpa seorang tabib yang mencoba menghentikan pertarungan besar mereka.


Dengan hanya sebuah luka tusukan pedang pada dada kanannya, tubuhnya langsung terjatuh ke tanah dengan darah yang tak henti-hentinya mengalir keluar dari dalam tubuhnya. Hal itu, tentu membuat Raja Iblis ketujuh merasa sangat marah terhadap Raja Iblis pertama yang sudah membunuhnya. Dan lagi-lagi, ia harus kehilangan orang terdekatnya mengingat, hanya tabib inilah manusia yang mau mempedulikannya dan selalu mengingatkannya pada adik laki-lakinya.


Pertarungan terjadi selama tujuh hari hingga menghancurkan segalanya yang ada di sana. Namun, pada akhirnya pertarungan tetap dimenangkan oleh Raja Iblis ketujuh yang memiliki sebuah pedang pusaka yang terbuat dari kristalnya sendiri.


Namun, meskipun ia memenangkan pertarungannya, ia tidak bisa menyelamatkan nyawa tabib tadi tepat waktu. Untuk menghidupkannya kembali, ia terpaksa memecah jantung kristalnya sendiri dan memasukkan pecahannya itu ke dalam tubuh sang tabib.


Meskipun lemah, setidaknya ia bisa mendapatkan kehidupannya kembali bahkan sampai sekarang ia masih menempati sebuah bukit yang menjadi tempat kelahirannya sendiri dan tempat kelahiran Raja Iblis ketujuh.


***


Kota Taoyuan.

__ADS_1


”Kau pernah dengar tentang Raja Iblis yang menyerupai manusia? Katanya sudah ada begitu banyak orang yang terpengaruh oleh sorot matanya yang seperti manusia. Lalu, ketika iblis itu membawa mangsanya ke tempat sepi, dia akan langsung memakan jantungnya dan membiarkan mayatnya di sana.” bisik beberapa penduduk kota.


”Ya, aku juga pernah mendengarnya. Katanya, dia bisa merubah wujudnya menjadi seorang anak laki-laki berumur lima tahun. Iblis itu selalu tertidur dimanapun tempatnya tetapi, dia lebih sering berada di dekat pemakaman.”


”Dia mempengaruhi siapapun yang berkunjung ke pemakaman dan membuatnya mengira kalau iblis itu adalah salah satu dari keluarganya yang telah meninggal. Sebelumnya, sudah ada korban dari kota sebelah tetapi, tak ada satupun yang mau mempercayai cerita khayalan ini.”


”Mengerikan! Padahal kisahnya saja sudah membuatku merinding. Mengapa tidak ada satupun yang percaya? Aku mungkin tidak akan pernah membawa anak kecil ke dalam rumahku lagi!”


”Percuma! Ku dengar belum ada satupun korban yang selamat. Mereka semua tidak tahan dengan pesona sihirnya yang begitu tajam! Kau tidak akan bisa membedakan mana anak manusia dan iblis. Setiap kali kau menatap matanya, tubuhmu tidak akan bisa bergerak dan iblis yang dibawa pulang olehmu akan langsung memakan jantungmu.”


”Oh, ya! Sepertinya aku tahu siapa Iblis yang bisa merubah wujudnya menjadi anak kecil. Kalian pernah dengar tentang bukit Xieyu? Ku dengar bukit itu dipenuhi dengan hewan-hewan sihir yang sangat berbahaya dan bahkan desa yang berada di kaki bukitnya, hancur menjadi porak-poranda setelah mereka diserang oleh para kawanan hewan sihir.”


***


Bukit Yi, kota Taoyuan.

__ADS_1


Seorang pemuda berambut hitam dan dikuncir kuda, mendatangi sebuah pohon kokoh yang berada di antara pemakaman. Ia menaruh sepiring tanghulu dan beberapa bunga di depan pohon tersebut sambil menyatukan kedua tangannya.


”Xianyi, bagaimana kabarmu di alam sana? Aku harap kau bisa tenang. Jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri. Bagaimana dengan anak kita, Xun'er? Apakah dia sudah tumbuh menjadi seorang laki-laki yang luar biasa? Aku sangat ingin melihat wajahnya ketika dia sudah dewasa. Kalian tunggulah sampai aku menyusul kalian.”


Setelah selesai berdoa, pemuda itu berdiri kembali dengan masih menghadap pohon besar yang ada di depannya. Lalu, ketika dia akan pergi meninggalkan tempat tersebut, pandangannya seketika tertuju pada sebuah kain putih yang berada di antara rumput panjang. Seperti ada seseorang yang sedang tergeletak di sana. Namun, anehnya tubuh ini kecil sekali.


Pemuda itu pun berjalan menghampiri dan memperhatikannya selama beberapa saat. Tak lama setelahnya, sebuah kepala anak kecil dengan rambut berwarna putih muncul dan membuat rasa penasarannya semakin membesar. Ia memutuskan untuk mengambil benda tersebut dan ia pun sangat terkejut menyadari bahwa, benda ini adalah seorang anak laki-laki yang baru berumur lima tahun!


”Mungkinkah ini sebuah keajaiban?! Xun'er? Putraku?” tanya pemuda yang tampak sangat terkejut dan mengira bahwa anak laki-laki itu adalah putranya. Namun, ia tak tahu kalau yang berada di atas kedua tangannya saat ini adalah ancaman yang sangat luar biasa.


Dia adalah Raja Iblis ketujuh, si pemalas, Shin Yixuan!


Di waktu bersamaan, Huang Luo tengah duduk berhadapan dengan Guju saat keduanya sedang berada di dalam rumah kayu bukit Xieyu. Dengan meminum segelas teh yang selalu disediakan di atas meja, Guju mulai merasa aneh dengan keadaan yang terjadi di rumahnya.


”Kemana Yang Mulia pergi?” tanya Guju sambil menatap sekitar.

__ADS_1


Setelah meneguk minumannya, Huang Luo terdiam selama beberapa saat sebelum menjawab, ”Aku menendangnya keluar. Dia harus mencari udara segar dan tidak terus berada di atas tempat tidurnya. Tetapi, aku tidak menyangka dia tidak akan kembali selama tiga hari.” jawabnya dengan tenang.


”Ohh, begitu.” ucap Guju dengan ekspresinya yang tampak biasa saja seolah tak pernah mencemaskan apapun. ”... Aku yakin Yang Mulia baik-baik saja.”


__ADS_2