
”Penyusup! Tangkap mereka berdua!”
Seketika, seluruh pasukan Istana berkumpul untuk menangkap mereka dengan pedang yang dihunuskan. Secara bersamaan, mereka semua berjalan ke arahnya dengan raut wajah dingin seperti es dan gerakan yang seperti dikendalikan oleh amarah para bangsawan. Akan tetapi, saat itu terjadi, Shin Buyen menjentikkan jarinya dan setelah itu, muncul angin kencang yang menghempaskan para pasukan di sana.
”Mencoba menangkapku di sini dan memberikan hukuman mati padaku seenaknya?” ucap Shin Buyen dengan dingin sambil menatap selir itu dengan dingin. ”... Sudah menampar Putraku dan kau mencoba membunuhku dengan pasukan-pasukan lemah milikmu?!”
Shin Buyen berjalan mendekatinya dan menamparnya berulang kali. Tatapannya terlihat dingin dan bola mata berwarna hitam legam sedang menatap ke arahnya seperti hewan buas.
”Ibu! Jangan lukai mereka!” seru Shin Yixuan yang langsung menahan tangan Shin Buyen yang akan menampar wajah selir tersebut.
Melihat wajah sedih dan memar yang ada di pipi kanannya, membuat Shin Buyen semakin kesal dan ingin segera menghancurkan tempat ini. Namun, Shin Buyen tidak akan pernah tahu kalau Putranya sendiri tak ingin Ibunya menghancurkan dan membunuh orang-orang meskipun dia adalah penjahat.
”Baiklah, Yixuan. Ayo kita pulang.” ucap Shin Buyen sambil menggandeng tangan Shin Yixuan.
Namun, saat keduanya akan pergi meninggalkan tempat tersebut, sebuah anak panah meluncur secara tiba-tiba ke arah mereka berdua!
Karena serangannya sangat mudah dibaca, Shin Buyen menangkap anak panah tersebut menggunakan tangan kosong dan di ujung panah tersebut, terlihat sangat jelas kalau seseorang telah menaruh racun di sana.
”Kau pikir bisa pergi begitu saja dari Istanaku, Nyonya?” ucap seorang pria yang berjalan menghampirinya dengan barisan pasukan berpedang yang ada di belakangnya.
Laki-laki dengan jubah tebal berwarna kuning seperti berlapis emas, memiliki rambut hitam yang lurus dan tebal. Dia ini adalah Yang Mulia Kaisar yang selama ini menata ruang kosong yang ada di kota dan mengendalikannya dengan amarah.
__ADS_1
”Sudah menyusup ke Istanaku lalu membuat kekacauan di sini, apakah kau tidak ingin mengatakan sesuatu untuk kami? Seharusnya kau dan Putramu meminta maaf karena sudah membuat kami terluka.” ucap Kaisar.
Shin Buyen menatapnya dengan kesal dan berkata, ”Aku tidak akan pernah meminta maaf pada orang-orang seperti kalian!”
”Haah, keras kepala sekali. Aku ini sudah berbaik hati padamu dan tidak menjatuhkan hukuman mati untuk putramu.” ucap Kaisar sambil menghela nafasnya. ”... Kesabaran ku sangat terbatas. Para pasukan! Tangkap kedua orang ini!”
Seluruh pasukan bergerak kembali ke arahnya dengan cepat. Jumlah mereka yang cukup banyak, membuka peluang bagi Kaisar untuk bisa membawa mereka berdua. Cara yang sama tidak akan berhasil menghentikan mereka semua. Dirinya yang merupakan seorang penyihir ular harus disembunyikan dari dunia agar ia bisa melanjutkan hidupnya. Karena itu, ia tidak memiliki pilihan lain selain diam di tempat sambil memegang tangan Shin Yixuan dengan erat.
Saat pedang dari salah satu pasukan hampir menyentuhnya, bayangan hitam muncul tiba-tiba di antara mereka dan langsung menghempaskan seluruh pasukan yang sedang mengepungnya.
Sosok laki-laki dengan rambut hitam panjang terurai, tak membiarkan para pasukan menyentuh Shin Buyen meskipun hanya seujung jari. Sorot matanya berwarna biru menyala seperti bulan yang menenggelamkan malam. Ia terus menatap Kaisar dengan dingin dan hal itu, sempat membuat Kaisar bergidik ketakutan. Bukan hanya mengenai kemunculannya yang tiba-tiba. Ia juga takut dengan tatapannya yang belum pernah ia dapatkan dari seseorang bahkan tak ada yang berani menatapnya seperti itu.
”Aku juga tidak akan membiarkan kalian menyentuhnya. Jika kalian bergerak satu langkah saja, aku pasti akan membunuh kalian.” ucap Luo Hein yang telah sampai di sana.
”Kau baik-baik saja, Yixuan?” tanya Luo Hein.
Shin Yixuan menganggukkan kepalanya dan berkata, ”Apa Ayah mau membunuh mereka?”
Luo Hein langsung menjawab, ”Tentu saja. Memangnya kenapa? Kau mau menghalangiku?”
Shin Yixuan kembali menganggukkan kepalanya. Sedetik kemudian, ada salah satu pasukan yang menggerakkan salah satu kakinya dan kemudian, dalam waktu sekejap kepala dari pasukan tersebut terlempar sangat jauh dari tubuhnya.
__ADS_1
”Sepertinya kau tidak akan bisa melakukannya.” ucap Luo Hein.
”Kalian pasti Monster! Iya kan?!” teriak selir yang tampak ketakutan saat melihat kejadian tersebut.
Karena Luo Hein tidak menyukai wajah dari selir ini, ia pun segera membunuhnya dan kepalanya terlempar lalu berhenti di depan kaki Sang Kaisar. ”Orang yang menamparmu sudah mati. Sekarang kita bisa pulang.” ucap Luo Hein sambil menarik Shin Yixuan pergi.
”Tunggu sebentar!” seru Sang Kaisar yang membuat langkah Luo Hein seketika terhenti dan memberikannya kesempatan untuk bicara.
Sambil menatapnya dengan serius dan kedua alis yang tak berhenti mengernyit, Sang Kaisar akhirnya berkata, ”Ku lihat kau memiliki warna bola mata yang tidak biasa. Pesona biru seperti bulan yang menenggelamkan malam, hanya ada satu yang bisa memilikinya. Kau adalah Raja Iblis ketujuh dan wanita di sebelahmu adalah penyihir ular! Iya kan?!”
Sedetik kemudian, Luo Hein langsung mencabut jantung milik Sang Kaisar dan memakannya di tempat. Semua orang yang melihatnya merasa sangat terkejut terkecuali Shin Buyen dan Shin Yixuan yang sudah terbiasa melihat hal ini.
”Ayah! Jangan bunuh mereka semua!” seru Shin Yixuan yang mencoba berlari menghampiri Luo Hein. Tetapi, Shin Buyen menahan pundaknya sehingga langkahnya pun terhenti.
”Ibu! Mengapa menghalangiku? Ayah semakin brutal! Lama kelamaan, orang-orang yang ada di sini akan mati!” ucap Shin Yixuan setelah ia melihat Luo Hein yang langsung bergerak ke arah para pasukan untuk diambil jantungnya sebagai hidangan untuknya.
”Ayahmu meminta kita untuk segera pulang.” jawab Shin Buyen. ”Ayo kita kembali.” Shin Buyen kemudian membawa pergi Shin Yixuan keluar dari Istana tersebut sementara, orang-orang yang masih hidup di sana terlihat sangat ketakutan setengah mati. Namun, pada akhirnya mereka yang mendengar ucapan Sang Kaisar akhirnya mati dengan darah dan jantung yang sudah tidak ada.
”Sepertinya kalian menyia-nyiakan kebaikanku. Tak akan ada satupun yang bisa pergi dari istana ini. Kalian semua adalah hidangan yang sudah disiapkan untukku!”
Luo Hein semakin menggila dan bahkan memasang sebuah penghalang agar orang-orang yang ada di istana tersebut tidak bisa melarikan diri. Banjir darah terjadi di setiap ruangan. Semua orang yang ada di sana mati dalam keadaan terkejut tanpa memejamkan matanya.
__ADS_1
Pakaian dan wajah Luo Hein tampak berdarah-darah. Warna merah seolah tak akan pernah lepas darinya. Seperti inilah wujudnya yang asli. Raja iblis tanpa hati yang sudah membunuh ratusan orang yang berada di sana. Ia bahkan tidak peduli apakah mangsanya adalah seorang wanita ataupun bayi yang baru lahir. Semua ini dilakukannya untuk menghapus rasa laparnya selama ini.