Presdir Bucin

Presdir Bucin
Mana Istriku?!


__ADS_3

Tidur woy jan gadang terus, ga kesian apa sama tuh mata 🤭


coba ngaca lihat ke mata, item woy.


Happy Reading, hati hati typo🧡


___________________


"Sayang, kamu tinggal di rumah mama aja dulu ya sampai Hanska balik." Tawar Rihlah disamping kemudi.


Saat ini mereka sedang di dalam mobil, menuju kediaman Alzavier.


Deena mengangguk antusias. "Iya ma iya! nanti kita masak masak ya ma.. Dee pengen masak bareng mama." Bujuk Deena dengan poppy eyes, tentu saja Rihlah dengan senang hati setuju.


"Kalau gitu ayuk ke mall ayang, kita belanja sayur." Ajak Rihlah.


Regan menggeleng. "Tidak! banyak pria pria aneh di mall, kalau kamu terdorong di pelukan mereka siapa yang rugi?" Jelas suaminya mengomel.


Rihlah cemberut memajukan bibirnya.


Alasan macam apa itu?


Batinnya.


"Tapi ayang.." Ucapannya terpotong oleh Regan.


"Lagian mantu kita baru saja keluar rumah sakit Honney, jika anakmu itu tau kita mengajak istrinya gentayangan, dia pasti tak senang." Potong pria itu semakin membuat Rihlah cemberut, persis seperti anak kecil yang diambil mainannya.


Yang membuat Rihlah kesal adalah, sejak kapan suaminya itu peduli anak mereka senang atau tidak.


"Dan tidak ada masak masak, itu tugas maid, aku tak mau kamu kenapa kenapa." Masih mengomel, seperti ayah yang takut anaknya terluka.


"Huh.. sebel ga suka!" Teriak Rihlah kesal, memukul pundak suaminya dengan kepalan tangan.


Regan langsung menahan kedua tangan istrinya dengan sebelah tangan. Dan sebelah tangannya lagi memegang kemudi.


"Hey, sudah Honney, nanti tanganmu sakit." Ucap Regan mengecup punggung tangab istrinya.


Pria itu gemas, mengapit dagu Rihlah dengan jempol dan jari telunjuknya, membuat sang istri menengadah kearahnya.


Rihlah mengacungkan telunjuknya kearah bibir Regan saat di rasa suaminya itu akan mencium.


"Ada mantuku! kamu ga lihat?" Tegur Rihlah menunjuk arah Deena dengan isyarat mata.


Pria itu geram, kembali lagi fokusnya menyetir. "Siapa suruh kamu begitu imut." Ucap Regan ngedumel.


Deena hanya terkekeh di kursi belakang melihat interaksi kedua mertuanya.


"Mon maap ma pa, Dee ga liat, Dee ini patung, ga denger juga." Ucapnya sambil terkekeh.


Satu sama ya ma.


Batinnya.


Tak terasa mobil pun sampai di kediaman Alzavier.


"Selamat datang tuan, Nyonya, nona." Sapa sepuluh orang maid berbaris rapih menyambut kedatangan mereka.


"Nyonya muda, mulai sekarang Deena adalah nyonya keluarga Alzavier, nyonya kalian juga." Ralat Rihlah memperbaiki sapaan para maidnya untuk Deena.


Deena sampai meneguk ludah nya sendiri.


Apa setiap kali papa mama datang, mereka akan terus di sambut begini?


Batin Deena merinding.


"Selamat datang nyonya muda." Sapa mereka lagi untuk Deena. Gadis itu mengangguk.

__ADS_1


"Ayo sayang masuk." Ucap Rihlah menyambut, menggandeng lengan Deena memasuki rumah.


"Ayo mama antar.. eh eh loh ayang?" Protes Rihlah saat Regan menariknya paksa, melepas gandengannya dari Deena.


"Biar maid yang mengantarnya, tugasmu hanya menemaniku Honney." Titah Regan merangkul pinggang istrinya posesif.


Deena awalnya terpelongo, namun dia makin paham dengan sifat papa mertuanya yang tergolong posesif.


"Antarkan nyonya muda ke kamar Hanska." Titah sang tuan besar pada dua orang maid. Mereka mengangguk.


"Kamar kalian di lantai lima sayang, masuk saja pintu berpahat naga itu. Bisa naik lift." Teriak Rihlah saat Regan menyeretnya masuk kamar mereka.


"Sudah Honney masuk." Titah Regan.


"Apaan sih kamu?!" Kesal Rihlah cemberut.


Braak.


Bunyi suara pintu terbanting.


Deena terpelongo kemudi terkekeh geli melihat pasangan paruh baya yang tampak awet muda tersebut.


"Perkenalkan nama saya Mala kepala maid disini, dan ini Mila anak saya nyonya, ayo Silahkan kami antar ke kamar tuan." Sapa Mala dengan sopan memberi Deena jalan.


"Panggil Dee aja buu, saya lebih muda." Jawab Deena tak nyaman mengikuti langkah kepala maid itu.


Tampak Mala menggeleng. "Maaf nyonya muda, sudah jadi peraturan di sini." Jelas wanita paruh baya itu. Deena tak bisa bisa menolak lagi.


"Silahkan beristirahat nyonya, jika perlu sesuatu tekan saja tombol itu, kami akan datang." Tutur Mala melihat anaknya selesai meletakkan barang Deena di atas nakas.


Deena mengangguk. "Terima kasih." Ucapnya.


"Sama sama nyonya, kami permisi." Pamit mereka membungkuk hormat dan meninggalkan Deena.


Deena menghempaskan tubuhnya keatas kasur king size milik Hanska, menatap langit-langit dengan menghirup aroma maskulin yang terasa kelam namun menenangkan.


...~~~...


Tling.


Tling.


Tling.


Masuk beberapa pesan, membuat Hanska teralih dari berkas di genggamannya.


Tertera. Reyka Dewantara.


(Foto)


Woy kak, aku nemu dede gemez dirumah.


(Foto)


Bening banget, woy lah bang kok baru tau di rumah ada maid model gini🤤


(Foto)


Btw jutek banget deh, tapi gpp dah biar ada tantangannya🤭


Brakk.


Hanska menggebrak meja.


Pria itu menggeram kesal dengan rahang mengetat, melihat pesan-pesan dari Reyka adiknya. Tanpa mengindahkan berkas penting di tangan, Hanska berdiri keluar ruangan.


"Tuan." Sapa Arga melihat kemunculan tuannya dengan aura membunuh.

__ADS_1


"Siapkan heli, aku akan kembali sekarang." Titah sang tuan tak sabar. Arga segera mengerjakan titah Hanska.


Brakk.


Pintu utama rumah Alzavier terbuka dengan kasarnya, membuat sebagian penghuni rumah itu terlonjak kaget. Hanya ada beberapa maid terlihat di sana.


Muncul lah Hanska sebagai pelaku utama, dengan napas ngos-ngosan dia melangkah lebar ke penjuru ruangan, mencari keberadaan Deena istrinya.


"Di mana istriku?!" Bentak pria itu bertanya pada salah satu maid.


Tampak maid yang tak lain adalah Mila, tengah gemetaran melihat aura gelap dari Hanska.


"Di..di.." Gagap sang maid menjawab, bagai bertemu dengan setan.


"Apaa?!! Di mana? cepat katakan!" Bentaknya lagi tak sabar.


Tak mampu menjawab, maid tersebut hanya menunjuk halaman belakang sebagai jawaban.


Hanska segera menuju ke arah mana maid tersebut menunjuk.


Hanska murka, ini semua akibat pesan tak sopan sang adik kedua yang baru pulang dari Eropa.


Enak saja dia menggoda istriku.


Gumam Hanska bermonolog geram.


Saat melihat adiknya dengan tanpa malu merangkul dan menarik dagu Deena dengan tangannya.


"Si*l kau Rey!" Geram Hanska mengumpati adik buayanya.


Beberapa foto candid Deena tadi penyebab utamanya. Sampai-sampai pria itu segera pulang menggunakan helikopter pribadinya dari kota Angkasa.


Yang lebih membuat Hanska naik pitam adalah, saat melihat Deena tengah mengenakan kemeja kebesaran miliknya.


Apakah gadis itu tak tahu jika ada buaya lapar di sampingnya.


Berulang kali Hanska berdecak. Mempertanyakan dimana keberadaan mama dan papanya.


"Sini dong cubit dikit." Terdengar dari arah taman belakang suara pria mengoda seseorang dengan tanpa malu.


Deena yang awalnya duduk di bangku taman pun, langsung mengangkat bokongnya hendak kembali saja ke kamar suaminya, dari pada meladeni lelaki mes*m yang tak Dia tahu siapa ini.


"Maaf tuan, aku tak mengenalmu! dan lagi aku sudah bersuami. Jadi tolong sopan lah sedikit." Tegas Deena melangkah berbalik memasuki rumah.


Namun langkahnya terhenti, saat melihat suaminya sudah berdiri dengan aura mematikan terpancar dari tubuhnya.


Reyka mengikuti arah pandang Deena.


"Kakak? kapan balik?" Tanya Reyka memiringkan kepalanya, agar terlihat lucu, namun tidak sama sekali bagi Hanska.


Deena tampak mengernyit heran, menatap Hanska bergantian dengan lelaki mes*m itu.


Tampak Hanska memicingkan matanya penuh selidik, kakinya melangkah tak sabar mendekat kearah Deena.


"Mas.." Gumam Deena menelan ludahnya payah. Dia sadar jika suaminya itu tengah kesal.


"Kangmas sayang kenapa baru balik? kan Dee kangen." Ucap Deena memajukan bibirnya, sarat akan bujukan, berharap suaminya itu hilang marah.


Terasa tubuh Hanska sedikit rileks, Deena menghembuskan napas lega.


"Hah, kang..kangmas?" Beo Reyka mengulang panggilan Deena untuk Hanska.


Terimakasih atas perhatian kalian semua, aku sayang kalian plus" daah💞


Kalau ada typo dan salah lain mon maap, manusia tempatnya salah, btw langsung tegur di komen jika ada yang ga pas. Ogheyy pantau truss, jan sampe terlihat ada pelakor🤭😅😭


To Be Continue >>>

__ADS_1


__ADS_2