Presdir Bucin

Presdir Bucin
Ucapan jadi Do'a


__ADS_3

Terima kasih untuk follow cerita ini, untuk tetap sabar walau up masih labil" an :'v pokonamah sayang kalian laah ๐Ÿงก๐Ÿงก


Happy Reading semua, hati-hati typo


_________________


"Ehem! Terus Deena langsung kabur deh, dari pada kena jitak." Tambahnya mengusap air di sudut mata akibat terlalu banyak terkikik.


Deena merasa perutnya bergejolak, rasa ini seakan naik melalui tenggorokannya minta di keluarkan.


"Hmmppp." Raut mukanya berubah, Deena menahan mulut sambil berlari keluar area food court dan berhenti didekat parit trotoar.


Uhukk. Uhukk.


Hanska datang, langsung ikut berjongkok dan mengurut pundak Deena hati-hati. Sebelah tangannya membalurkan minyak di pelipis sang istri, lalu menyodorkan botol minyak angin ke hidung Deena untuk dihirup.


Hoeekk. Uhukk. Uhukk.


Deena mengeluarkan isi perutnya yang baru saja masuk, tenaganya seolah terkuras habis ikut dengan muntahan yang tak dapat di tahan.


Hanska memapah Deena yang terlihat sudah pucat wajahnya dan tampak terkulai.


"Hanska, pusing." Ucapnya menutup wajah dengan kedua tangan, masih terbatuk tapi mual sedikit mereda.


"Kita kerumah sakit sekarang." Ucap Hanska final tak ingin dibantah lagi.


Pria itu langsung menggendong Deena ala bridal, membawa istrinya kedalam mobil yang didekatkan oleh Arga. Setelah membayar pesanan kedua tuannya, Arga bergegas melajukan kenderaan.


"Cepat hubungi aunty, kita langsung kerumah sakit sekarang." Titah Hanska sambil menepuk-nepuk pelan punggung Deena demi mengurangi mual istrinya.


Sebelah tangan Hanska ikut membalurkan minyak, ketempat mana saja yang berpotensi mengurangi mual dan pusing Deena.


"Mau muntah hmmpp." Adu Deena menahan mulutnya, agar tak mengeluarkan apapun yang mengotori Jas Hanska.


Matanya bahkan sudah memerah, menahan perih akibat gejolak yang naik lalu turun lagi.


"Jangan ditahan baby, muntahkan saja." Ucap Hanska menurunkan tangan istrinya dan mengganti dengan bag khusus yang dipegangi olehnya.


Deena mual tapi hanya mengeluarkan cairan-cairan saja, tenggorokannya terasa sangat mengganjal.


"Mendingan?" Tanya Hanska memastikan.


Deena menjawab dengan gelengan lemah, lalu Hanska melipat bag itu dan menyimpannya di sudut pintu yang berfungsi sebagai tempat sampah.


"Minum dulu biar reda mualnya."


Hanska membantu Deena minum wedang lemon yang dibeli oleh Arga lalu mengambil tissu dan mengelap bibir istrinya. Masih dengan memangku Deena, istrinya itu bersandar pada dada bidang Hanska sambil memejamkan mata.


Setelah Arga memberhentikan mobil diluar lobby rumah sakit. Hanska langsung turun dan menggendong Deena masuk keruangan yang sudah disiapkan oleh Salsa. Aunty Hanska.

__ADS_1


"Gimana keadaan istriku nty?" Tanya Hanska setelah Salsa selesai memeriksa keadaan Deena.


Salsa tersenyum jenaka melihat ponakannya yang tampak khawatir seolah tersirat kata,


Apa istriku baik-baik aja?


Ada yang serius ga?


Perlu rontgen?


Masih bisa tertolong kan?


Tolong jangan sampai ada apa-apa!


Begitulah kiranya. Bahkan Salsa sampai menggeleng tak habis pikir.


"Heh ponakan nakal, sudah jadi pria bucin kamu ya." Ledek Salsa melepas stetoskop dari telinganya.


"Serius dikit dong nty, gimana itu istri Hanska?" Tanya pria itu dengan nada jengkel plus khawatir yang tersirat.


Salsa membantu Deena duduk. "Ini sih perkiraan Aunty aja, tapi lebih baik kalian cek ke dokter kandungan sih untuk lebih jelasnya." Usul Salsa.


Hanska mengatupkan kedua bibinya sambil memejamkan mata, sedangkan Deena masih menahan rasa mual yang tak kunjung mereda.


"Makasih Nty! kami cek dulu." Teriak Hanska sambil menggendong Deena lagi ala bridal.


Salsa menggeleng maklum. "Aunty tunggu kabar baiknya!" Balasnya dengan teriak juga.


Kakinya berjalan kearah praktek khusus ibu dan anak, sambil menunggu giliran nama Deena di panggil, Hanska mendudukkan dirinya dibangku tunggu rumah sakit sambil memangku Deena.


"Masih mual banget ya?" Tanya Hanska mendekatkan botol minyak angin untuk Deena hirup.


Deena mengangguk. "Masih lama?" Tanyanya.


"Sebentar lagi baby." Jawab suaminya.


Sebenarnya sih bisa saja mereka langsung masuk dengan mengandalkan kekuasaan, tapi entah kenapa jantungnya ber-degup kencang, sebab tak ingin kecewa terlalu cepat mengingat Deena pernah meminum pil pencegah kehamilan, biarkan dia berdo'a sebentar. Pikirnya.


๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ’ป: Eits bisa do'a juga lo Hans?


๐Ÿ‘จ๐Ÿปโ€๐Ÿ’ผ: Sial lu thor, lu pikir gue apaan


๐Ÿฆ. . . . .


Tiiittt.


"Loh ma, itu kan Deena." Pekik Laras menunjuk kearah bangku tunggu kawasan ibu dan anak.


Langsung menarik Ratih agar bersembunyi dibalik tembok.

__ADS_1


"Hah, mana nak?" Tanya Ratih penasaran ikut mengintip.


Tampak dari arah mereka Hanska memunggungi keduanya, sedangkan Deena yang dipangku menghadap kearah mereka.


"Itu loh ma di dekat ruangan ibu dan anak." Tunjuk Laras berbisik, agar tidak ketahuan kalau mereka sedang memantau.


"Ih iya nak! ngapain dia disana ya? sama pria lagi." Tanya Ratih dengan nada sinis, Laras langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi kamera.


"Biar Laras fotoin ma." Ucapnya memotret beberapa foto dan vidio.


Ratih menyetujui. "Dasar j*l*ng! jadi ini kelakuannya diluar rumah." Maki ibu tirinya Deena itu.


Laras tertawa. "Bakal Laras sebar ke forum universitas ma, biar semua tau kalau Deena itu cewek sok alim." Ucap Laras dengan seluruh rencana jahatnya yang tercetak jelas di otak.


Ratih ikut terkikik. "Bagus, sayang banget lelaki itu ga nampak tampangnya." Ucap ibunya menyayangkan.


"Alah pasti pria tua ma, mama lupa waktu itu diruang bawah tanah? yang nyerang kita kan bapak-bapak." Jelas Laras mengingatkan Ratih tentang penyiksaan papanya tempo lalu dan berakhir dengan masuknya Bakara kerumah sakit.


Mereka berdua dihadang oleh Arga waktu itu.


"Jijik banget tau ga, iyuh." Jawab Ratih seolah-olah melihat hal yang menjijikkan dihadapannya.


"Pasti dia diperk*s* terus hamil deh ma." Tuduh Laras yang langsung menekan send foto-foto Deena ke forum universitas melalui akun fake.


Dengan caption.


...(Photo)...


...(Photo)...


...BERITA HEBOH!! Ternyata begini kelakuan mahasiswi terbaik se-universitas. Selain sering gonta-ganti pasangan ternyata sampai hamil....


Meminta bantuan cecemitnya yang dua lagi untuk mengompori bahwa Deena bukan gadis baik-baik.


Laras tersenyum puas. "Ayo ma kita makan-makan, tunggu aja tuh j*l*ng, sebentar lagi mampus dia."


Ratih menggandeng lengan putrinya berjalan meninggalkan kawasan ibu dan anak.


"Silahkan tuan, letakkan saja istri anda keatas ranjang pasien." Ucap dokter wanita itu terdengar hormat, Dia kenal siapa pria dihadapannya ini dan banyak staf-staf yang lain juga mengenali Hanska.


Siapa sih yang ga kenal ponakan terhot dari Tiger Andrawinata, suami dari Salsa Andrawinata si pemilik rumah sakit.


Dokter tampak membalurkan ultrasonic gel yang terasa dingin di perut Deena, lalu mengarahkan alat mirip seperti stik dan digosokkan secara perlahan keatas perut Deena.


"Selamat tuan, istri anda sedang mengandung." Ucap dokter memberi selamat, senyumnya tampak merekah.


To Be Continue >>>


Yuwuuu akhirnya" omaygatt yang di tunggu-tunggu ga sih guyss ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Aing juga greget sama kaya si Hanska pas denger Deena hamil.

__ADS_1


Keyyy Follow cerita ini, like and komen di bawah ๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป


NEXT!! NEXT!! NEXT!!


__ADS_2