
Udah-udah, lanjut wae lah, ncuuusss. But, don't skip! ayoo intip ada apa di tengah awokawokawok.
Happy Reading wak semuaa, Hati-hati typo🧡🧡
_________________
Deena berdiri menyembunyikan badan Nana di balik badannya. Membuat ayah dari anak itu terkesiap menyadari keberadaannya.
Alisnya tertaut melihat kemolekan Deena. Sekejam Dia terkesima, lalu tersadar.
"Kau lagi?!" Kesal pria itu menuding Deena dengan geraman.
Deena pun tak kalah sengit menatap pria itu. "Heh bang! kamu pikir apaan sih? ini anakmu dibiarin sendirian lagi ck." Deena berucap sewot sambil mengusap-usap punggung Nana.
"Mommy tantik tatut daddy na ngomel." Ngadu Nana di balik tubuh Deena.
Sang ayah mendelik mendengar panggilan anaknya untuk Deena.
"Mommy..!" Beo-annya terpotong dengan bentakan pelan Deena.
Terdengar Deena membuang napas.
"Bang! kalau ga bisa handle anak, di titipin kek ke orang tua, atau bawa pengasuh kek apa kek." Tutur Deena mengomel dengan sudut bibir berkedut kesal.
Kedua alis pria itu tertaut. "Heh bocil jangan sok ngajarin ya, kau pikir aku tak pandai ngurus anak!" Cibir pria itu tak terima.
"Nana! kenapa bermain sendiri? di mana Janet babysittermu?" Omel sang ayah berjongkok mensejajarkan tingginya dengan sang anak.
Dia tak mau saat marah ataupun mengomel, posisinya lebih tinggi dari sang anak, tentu saja pria itu takut Nana kesayangannya kena mental.
"Tadi tatak Anet di kamal mandi, telus Nana pengen tuee toklat Dad, Daddy macih ngoblol ama temen." Jelas Nana menunduk takut dengan bibir cemberut.
Terdengar pria itu menghela napas.
"Nana tau Dad di mana, tapi Tau tau dad uda ndak nampak." Tambah gadis kecil itu memajukan bibirnya cemberut lucu di mata kedua orang dewasa itu.
"Lain kali harus izin sama daddy ya sayang, Nana kan tau cuma kamu yang Daddy punya." Ucap getir pria itu mengecup puncak kepala Nana, mengelus surai anaknya sayang.
"Non.. Yaampun saya khawatir, saya kira nona menghilang." Terdengar suara wanita menghampiri mereka dengan nada khawatir.
"Janet! lain kali jika kau ingin izin, serahkan dulu Nana padaku!" Bentak pria itu namun masih menjaga intonasinya.
Janet si babysitter pun menunduk bersalah. "Baik tuan, maafkan atas kelalaian saya." Jawab wanita itu patuh.
Terlihat wanita itu berjongkok untuk membujuk anak dari tuannya untuk ikut bersamanya.
Lah Deena mana? lanjut nyemil dong, terlalu sayang untuk di lewatkan kudapan manis itu. Toh juga masalah ayah dan anak itu bukan urusan Deena.
"Dada mommy tantik, Nana tidul tiang dulu ya." Pamit cadel Nana mendongak minta Deena berjongkok.
"Panggil kakak dong chubby! bukan mommy." Ralat Deena lagi menoel pipi gempal bak bakpau milik Nana.
"Jangan sembarangan memanggil orang dengan mommy sayang." Tegur ayahnya ikutan mengusap surai Nana.
__ADS_1
Hee.. aku duluan dong, ikut aja nih abang kang cilok.
Cibirnya dalam hati.
Nana cemberut mengerucutkan bibirnya. "Ndak mau! maunya mommy!" Tolak Nana melipat tangan tak mendengar penolakan.
Nana pergi diikuti babysitter, meninggalkan Deena yang kembali fokus dengan kudapannya. Sedangkan pria yang adalah ayah Nana, tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Deena masa bodo.
Cekrek. Cekrek.
"Ambil foto cepat."
"Berita besar ini!"
"Itu dia nona Calista Ayunda!" Pekik beberapa orang photografer.
Cekrek. Cekrek.
"Maaf silahkan pergi, Media di larang masuk." Ucap berpuluh penjaga melarang banyaknya media dengan memblokir pintu masuk.
Terdengar riuh dari arah pintu masuk, membuat penghuni ballroom raksasa itu sebagian menoleh penasaran.
Termasuk Deena dan pria di depannya yang sama-sama menoleh ke arah pintu.
"Woahh.. itu nona Calista kan!" Pekik gadis di sebrang Deena, menatap kagum kearah wanita yang kini berjalan masuk disambut decakan kagum dari banyak pria.
"Iya iya! baru kali ini gue lihat langsung." Pekik temannya yang lain.
"Iya bener!" Setuju yang lain.
"Gila cantik banget!"
"Ck, cantik sih iya tapi songong banget orangnya, belagu pula." Ucap Deena berdecak, kembali terfokus dengan kue-kue manisnya.
Pria di samping Deena itu mengusap dagu sambil mengangguk seolah membenarkan ucapan Deena.
Kemudian dia menoleh kesamping. "Cih iri hati." Ejek pria itu mencibir Deena.
Sedangkan yang di ledek hanya mengedikkan bahu acuh.
Wanita bernama Calista itu mendadak jadi sorotan, baik kaum hawa ataupun kaum adam.
"Eh bukannya Dia tunangan tuan Hanska?!" Bisik-bisik beberapa wanita terdengar saat Calista berjalan mendekat kearah Hanska.
"Bener, jan jangan ini jamuan untuk menyambut kedatangan Calista?" Tebak yang lain.
"Mana mungkin."
"Hah kenapa?" Tanya salah satu dengan rambut dicepol penasaran.
__ADS_1
Sepenasaran Deena.
Deena dan pria itu tentu saja dapat mendengar bisikan-bisikan yang tak seperti bisikan.
Sontak saja Deena langsung menoleh, sambil mengernyit kearah suaminya yang masih berbincang dengan rekan pria itu. Hanska tak menyadari bahwa Calista berjalan kearahnya.
Niatnya untuk menyicip beberapa kudapan pun Deena hentikan, hilang sudah seleranya pada cemilan manis itu.
"Lo ga tau? yaelah hubungan mereka udah sepuluh tahun." Jelas wanita berambut pirang.
"Demi?! Wah serius lo?" Tanya wanita rambut cepol itu antusias.
Beberapa terdengar pata hati, mendengar pria incaran kaum hawa satu negara itu sudah menjalin hubungan lama.
Fokus Deena kini teralih ke gunjingan para wanita biang gosip itu. Deena ingin curi dengar, tentu saja dia kepo dengan kisah suaminya yang mungkin semua orang tahu kecuali dirinya.
Entah kenapa, sudut hati Deena terasa berdenyut mengingat ketidak tahuannya tentang Hanska.
"Hai sayang! aku kembali." Seru wanita bernama Calista itu, memeluk dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Hanska mendadak, tanpa sempat di cegah.
Banyak orang syok akibat ulah Calista termasuk Deena. Sedangkan Hanska, tubuhnya mendadak kaku mendapat serangan dadakan dari sosok wanita yang dulu, selama bertahun-tahun dicintainya.
Cekrek. Cekrek.
Beberapa media yang sempat mencuri kesempatan pun, mendapatkan potret Calista sang ratu film sedang berpelukan manja dengan kekasih lamanya.
Tentu saja semua kehebohan itu adalah ulah Calista, Dia memanggil banyak media untuk menyoroti kemesraan dirinya dengan Hanska.
Tujuannya adalah ingin seluruh dunia kembali mengingatnya sebagai pasangan sekaligus calon istri dari tuan muda Hanska Regantara Alzavier.
Arga sudah mengepalkan tangannya geram. Responnya mirip dengan beberapa bodyguard setia yang selama ini berada di sisi Hanska.
Mereka sontak menoleh kearah sang nyonya muda, ingin melihat bagaimana respon nyonya mereka.
Dibandingkan Calista, baik sahabat, maid, bodyguard ataupun asisten Hanska.
Mereka semua pro kepada Deena. Menurut mereka, Deena gadis polos tak berambisi yang tidak berpotensi menyakiti Hanska seperti Calista.
Deena spontan balik badan menatap kudapan indah di hadapannya dengan tatapan kosong, kepalanya menggeleng menyemangati diri.
Semua pemandangan itu, tak luput dari penglihatan pria di sampingnya. Bibirnya tersenyum mengejek kearah Deena, Dia berasumsi bahwa Deena sedang iri dengan pasangan di depan mereka.
Wajar saja. Pikirnya.
Siapa yang tak menginginkan seorang tuan Muda Hanska. Pria mapan berkharisma dengan segudang pesona yang dimiliki pria itu.
Tentu para wanita memujanya. Bahkan ayah Nana itu bertaruh, banyak wanita rela menukar dengan apapun demi bisa tidur dengan Hanska.
To Be Continue >>>
Gantung💔 Aaaa siapaah Calista itu?
Like and komen di bawah
__ADS_1
NEXT!!