
Selamat.. selamat malam jum'at semuaa😠mon maap lama yee bundd, gann, sissttah everybadehh.
Wokehh Happy Reading zeyeeng" semua, hati hati typo🧡🧡🧡
________________
Tinuning.
Bunyi verified terdengar, pintu pun terbuka.
"Huh! emangnya kenapa kalau dia lebih dewasa? seenaknya aja ngatain aku bocah." Terdengar suara omelan dari arah meja makan menyambut kedatangan Hanska.
Kening Hanska mengernyit.
Tampak Deena membelakanginya, meluruskan sebelah tangan dan wajah yang terbenam diantara lipatan tangan kiri. Terlihat sekali Dia tak menyadari kedatangan suaminya itu.
"Dasar nenek lampir, dia pikir cuma dia yang cocok sama Hanska hanya karna pernah pacaran sepuluh tahun? dih, mending aku kemana-mana kali, langsung dinikahi, masih muda, masih seger." Deena memuji dirinya sendiri.
Sudah bisa dipastikan istrinya itu menggembungkan pipi, hal yang Deena perbuat saat kesal.
Pria itu langusng paham siapa yang dimaksud oleh istrinya. Sudut bibir Hanska terangkat mendengar kepedean Deena dalam membanggakan usia.
"Bayangin aja kalau mereka punya anak, apa ga sama-sama tua ckckc, yang satu nenek lampir judes yang satu lagi aki-akik.. uhuk uhuk." Ucapan Deena terpotong dengan batuknya sendiri.
Hanska yang sedari tadi menguping pun tak tinggal diam, dia berlari kearah Deena.
"Kyaaa..!" Teriak Deena kaget saat Hanska mengangkat tubuh rampingnya seolah-olah menerbangkan anak kecil keatas langit.
Deena bisa melihat wajah suaminya itu dari atas, sedang menatapnya dengan seringaian.
Hanska mendudukkan dirinya di atas sofa ruang tamu dengan sang istri di pangkuannya.
Posisi Deena menghadap kearah Hanska, membuat piyama pendeknya tersingkap keatas mempertontonkan pahanya yang putih mulus.
Hanska mengusap dagu dengan sebelah alis terangkat.
"Turunin!" Ucap Deena mencubit kecil dada suaminya.
Bagian atas kemeja pria itu sudah terbuka, memamerkan dadanya yang seksi dengan ditumbuhi bulu halus.
Cubitan yang terasa seperti godaan bagi Hanska. Ah~ sungguh istrinya ini benar-benar mampu menaikkan hasratnya.
"Kau minum baby?" Tanya Hanska mengusap hidungnya ke ceruk leher Deena. Sesekali diberinya gigitan kecil.
"Minum air lah, seret lihat mantan ganggui suami orang." Sewot Deena belum terpengaruh sama kelakuan suaminya.
Deena melipat tangan di depan dada, sudah ancang-ancang turun dari pangkuan suaminya namun di tahan oleh Hanska.
"Biarkan dulu begini." Titah Hanska menahan pinggang istrinya.
Deena berdehem menahan dada suaminya saat Hanska menyentak tubuh Deena untuk lebih dekat.
"Wine baby, apa kau meminum itu?" Tanya Hanska lagi.
Gadis itu berdecak. "Belum, tapi Dee mau minum bareng daddy nya Nana." Ucap Deena dengan asal.
__ADS_1
Hanska menggeram kesal saat tersemat pria lain dalam perkataan istrinya.
"Aku masih hidup baby! Tak ada satu pria pun yang boleh dekat denganmu walau hanya teman!"
Pria itu berdiri sambil menggendong Deena bak koala dengan sebelah tangan. Diraihnya sebotol wine di atas meja.
Deena membulatkan mata. "Becanda..! Dee becanda." Ucap Deena cepat minta di turuni.
Braaak.
Pintu tertutup dengan sekali tendangan. Kesian emang tuh pintunya, but yaudah lah ya.
Hanska menggeleng, dihempaskan-nya tubuh Deena.
"Terlambat baby, sudah berapa banyak kau melanggar." Ucap Hanska final.
Pria itu dengan cepat melucuti setelan formalnya, meninggalkan boxer pendek ketat miliknya.
Dengan cepat Hanska mengungkung tubuh istrinya. Hanya sekali tarikan saja, piyama dengan tali tipis itu pun terbuka menyisakan ****** ***** Deena.
Hanska menyunggingkan senyum.
"Heh, tak pakai bra hmm." Goda Hanska menduduki istrinya, namun masih tetap bertumpu pada lutut.
"Dih kepedean, orang Dee nya kegerahan." Balas Deena menutupi puncaknya dengan telapak tangan.
Wajahnya sudah bersemu merah.
Pluk.
Suara cork wine terbuka. Hanska meletakkan kembali botol wine seharga milyaran itu keatas nakas, wine kesayangan Hanska yang di siapkan oleh Arga.
Membangkitkan hasrat sang istri terlebih dahulu.
"Eungh..ka..mu kan mau minum, udahan ya skip dulu malem ini." Bujuk Deena sedikit terpancing.
Bisa gawat jika di teruskan, alamat tak hanya sekali dua kali kalau Hanska sudah memulai.
Seakan tak ada bosan-nya, bahkan setiap hari Hanska meminta itu pun tak hanya sekali, tapi nambah-nambah.
Pikirnya.
"Iya juga, aku ingin minum." Jawab Hanska melepas bibirnya dari kulit Deena, membuatnya bernapas sejenak.
Deena mengangguk-angguk dengan cepat, menyetujui suaminya.
"Udah lama juga ga minum." Tambah Hanska lagi masih dengan mimik seolah berpikir.
"Iya iya! minum aja kamu. Biar Dee temenin." Deena mengangguk semangat.
"Tapi sekarang malam jum'at. Sekalian saja aku minum dari tubuhmu!" Seru Hanska cepat. Wajah bingungnya tadi seketika terganti dengan seringaian licik.
Deena mengangguk cepat belum menyadari.
"Ehh..no! kyaaa.. kenapa di siram badannya." Teriak Deena kaget saat melihat suaminya menuangkan wine keatas tubuhnya.
__ADS_1
"Sekalian baby, aku ingin minum dan malam jum'at sangat sayang di lewatkan." Jawab Hanska kembali mencumbui istrinya lembut.
Sesuatu yang lembut ini membuat Deena serasa di terbangkan keatas awan. Hanska benar-benar memiliki bibir yang handal!
"Eungh.." Deena melenguh.
"Manis sekali kau baby! Sebut namaku." Geram Hanska disela-sela gigitannya bada gunung kembar Deena.
Deena hanya mampu mendongak, semakin membusungkan dadanya keatas. Ditambah lagi Hanska menopang punggung Deena membuat pria itu semakin dalam menggigit.
"Han..skah..Hanskahh eunghh." Sebut Deena.
kedua tangan Deena hanya mampu meremas kuat seprei, saat dirasa tak dapat menggapai rambut Hanska untuk dijambaknya.
Bibir Hanska bermain semakin kebawah mencecapi bagian istrinya diikuti tertinggalnya bercak merah keunguan.
Suara-suara racauan tak dapat di tahan, begitu tak tahu malunya keluar tanpa tanpa bisa di cegah. Membuat geraman Hanska meningkat kali lipat diikuti hasratnya.
"Jangan! ouhh.." Pekik Deena tak tahan lagi dia menahan gejolak hasrat yang mendesak paksa ingin keluar.
Selain bibir dan jari, lidah Hanska adalah bagian yang tak kalah lihai kalau pasal membuat Deena terbuai.
Tidak tidak, semua yang ada di diri Hanska itu bahaya, semuanya membuat orang terbuai, kecanduan, nge-fly begitu cepat mengalahkan narkotika.
"Apa jangan hmm? jangan berhenti?" Goda Hanska meledek istrinya yang terkadang Hanska pun heran, kenapa Deena masih saja malu perihal urusan ranjang. Padahal Hanska sengaja membuatnya setiap hari agar Deena terbiasa.
Tapi sudahlah, toh begini lebih bagus.
Pikirnya.
Puas mempermainkan sang istri. Hanska mengangkat wajahnya dari paha Deena, kembali menciumi lembut bibir istrinya itu.
"Aku mulai baby, sebut namaku!" Titah Hanska.
"Hans..kah.." Deena menurut. Hanska suka ini, penyebutan namanya dari bibir Deena itu terdengar begitu seksi di telinga Hanska.
Dengan senang hati Hanska memasuki istrinya perlahan, sebab Deena masih begitu terasa sempit untuknya.
Dengan gerakan perlahan namun pasti, tapi Deena merasa tak sabar.
Hanska paham itu, ritmenya memang melambat untuk menggoda Deena.
"Ayolah baby, memohon!" Ucap Hanska.
"HHans.kah, mohon cepathh!" Mohon Deena mengikuti keinginan suaminya.
"SSayang.sekali.. aku tak membawa mainan kesukaanku." Ucap Hanska menambah ritme gempurannya pada Deena.
Deena mencengkeram bahu Hanska kuat dengan menusukkan jari tak tajamnya ke bahu sang suami tanda dia menikmati pergelutan mereka.
Penyatuan mereka pun berlanjut hingga beberapa ronde dan menjelang subuh.
To Be Continue >>>
Woylah, kenapa banyak bgt di wa yg nanya, malem jum'at ini?ðŸ˜ðŸ˜ kenapa dengan malam jum'at?
__ADS_1
Follow cerita ini, like and comment di bawah.
NEXT!!!