
Lunas yee sistt, untuk pemenang hadiahnya dah sampe yee🧡
Yuhuuu, lanjut cusss.
Mo Info hati-hati typo and Happy Reading semuanya.🧡🧡
_____________________
"Kamu telat tiga menit." Omelan Deena menyambut kedatangan Hanska. Sambil melipat tangan, istrinya itu berdiri di depan pintu kamar.
Hanska langsung memberikan martabak manis dengan toping kacang, keju dan cokelat yang lumer pada istrinya, tampilan martabak tampak menggiurkan dengan toping melimpah.
"Maafin daddy ya sayang." Ucap Hanska mencium perut Deena yang tampak buncit bila diraba.
"Huu curang, main-nya sogokan." Jawab Deena. "Mana cuma mereka lagi yang di cium." Tambahnya tampak ngambek.
Hanska terkekeh geli. "Oh, ada yang minta di cium nih?" Godanya menatap Deena jenaka.
"Dih, siapa juga yang minta di.."
Chupp.
Ucapan Deena terpotong, akibat serangan dadakan Hanska.
"Udah jangan ngambek lagi, keburu dingin martabaknya." Ucap Hanska menarik istrinya duduk di sofa.
"Emang kamu dari mana sih? acara kita tinggal itungan hari." Tanya Deena tampak celemotan saat makan martabak.
Hanska mengambil tisu dan mengelap bibir istrinya. "Kok bisa sih anak kecil punya anak, ngemil aja masih belepotan." Bukannya menjawab, Hanska malah meledek istrinya.
Entah kenapa, belakangan pria itu malah suka sekali meledek Deena. Baginya itu lucu, apalagi saat ini.
Bibir Deena langsung terkatup, dibarengi dengan maju beberapa centi. Kunyahannya langsung berhenti walau baru menggigit potongan martabak, pipinya pun tampak menggembung sebelah.
"Kamu ngeledek huh! huh.. jahat! Hikss." Deena mulai sesenggukan, matanya pun berkaca-kaca.
Hanska langsung kelabakan. "Eh..duh maaf baby, cuma bercanda." Bujuknya, langsung membawa Deena kedalam pelukan pria itu.
"Bercanda baby, aku bercanda." Hanska mengusap surai lembut Deena dalam peluknya.
"Humm, awas kalau ngeledek lagi." Ancamnya, Hanska angguk-angguk, tapi biar begitu pasti akan diulangi lagi.
**Pagi Harinya**.
"Aku ikut masuk deh." Putus Hanska memaksa masuk kedalam kamar mandi.
"Dih jangan, ntar Deena telat ngampus tau." Perotes istrinya tetap mendorong pintu, agar Hanska tak bisa masuk.
Bisa berabe ntar kalau suaminya itu ikutan mandi, bukannya hemat waktu, malah bisa berjam-jam dong.
"Hey baby, bukannya kau bilang acara kita tinggal berapa hari lagi, kenapa kau malah fokus ngampus sekarang?" Tanya Hanska tak senang. Pasalnya, Deena masih kekeuh mengisi absensi walau para dosen dan teman-temannya sudah tahu mereka akan menikah.
"Ga boleh, pokoknya Deena harus tetep kuliah, kamu mau anak kita jadi bego karna emaknya bolos dan males-malesan?" Deena balik bertanya, nadanya sarat akan ancaman.
Lagi-lagi, istrinya itu menyeret ketiga anak mereka. Kalau sudah begini, Hanska pun tak bisa berkutik.
__ADS_1
"Bibirnya baby." Tegur Hanska memperingati sang istri.
"Ups, Hans!! liat tuh anak kita diatas tempat tidur mao jatuh!" Pekik Deena menunjuk tempat tidur.
Refleks Hanska menoleh ke belakang, Deena pun langsung menutup pintu dengan kuat.
*Braakkk*.
"Lima menit, Dee mau mandi bentar!" Teriak istrinya dari dalam kamar mandi.
"Awas kau ya!" Hanska balik berteriak, merasa dirinya telah dibodohi oleh sang istri.
Lalu terdengar suara gemercik air, tanda Deena sudah memulai ritual mandinya.
"Heh, bakal aku ganti dinding kamar mandi dengan kaca, biar tau rasa." Gumamnya menggeram.
"Apa?" Tanya Deena muncul dari balik pintu, jubah handuk melilit tubuhnya dan rambut terbelit handuk.
Hanska menaikkan sebelah alisnya. "Nothing" Ucapnya datar lalu masuk kedalam kamar mandi.
Hanska mengabaikan istrinya dan melakukan ritual mandi hingga berpakaian.
"Hanska, Dee berangkat ya, bentar lagi jam pertama mulai." Teriak Deena setelah setelah memakai lip stick nya.
"Tunggu, biar kuantar." Ucap Hanska.
Deena langsung menggeleng dan mendekati suaminya. "Hanska, Dee minta anter Arga aja ya, kamu kan ada rapat lima menit lagi. Inget lho jangan galak galak sama yang lain ckckc." Panit Deena sekaligus meledek suaminya yang kelewat judes kalau sudah menegur bawahan.
Hanska berdehem lalu mengusap surai lembut Deena, setelah mencium kening istrinya.
"Sarapan dulu." Peringat suaminya.
Deena menunjukkan tas bekal kearah Hanska. "Nih, bawa susu sama roti ntar makan di jalan." Jawab Deena.
"Punya kamu Dee siapin diatas meja." Tambahnya menunjuk kearah meja kerja Hanska.
__ADS_1
Pria itu menaikkan alisnya. "Baiklah."
"Hati hati, kalau kau ada apa-apa, aku bersumpah akan memasung kakimu di kamar ini." Ancam Hanska serius. Tapi Deena mengabaikan ancaman itu dan mengindahkan kekhawatiran suaminya.
"Iya hati hati." Ucapnya mengangguk patuh.
"Arga, antar istriku sampai depan kelasnya." Titah Hanska melihat kedatangan tangan kanannya itu dari balik pintu.
Arga menunduk hormat. "Baik tuan." Ucapnya tersenyum jenaka.
Se-peninggalan Deena di ruangan itu, Hanska berjalan kearah mejanya, memakan sarapan lalu berjalan keruangan rapat.
Braakk.
Deena menutup pintu mobilnya.
"Udah kamu balik aja Arga, nanti kalau udah pulang aku telpon." Ucap Deena.
Arga menggeleng. "Maaf nyonya, Tuan menyuruh saya mengantar anda sampai depan pintu kelas." Jawabnya.
"Hmm, yaudah deh." Ucapnya.
Walau Deena agak sebel, namun kakinya melangkah mengikuti titah sang suami.
"Udah, sampe sini aja." Ucap Deena berbalik badan kearah Arga, mereka telah sampai di depan pintu kelas Deena, sesuai kesepakatan.
Demi apapun, sebenarnya Deena malu saat dirinya jadi pusat perhatian, apalagi sepanjang jalan dari gerbang tadi, Arga jelas sekali nampak seperti bodyguard.
"Baiklah, saya permisi nyonya. Jika anda sudah pulang, saya menunggu di gerbang depan." Ucap Arga, pamit pergi.
"Sebel ih, dulu kan tuh orang ga kaya gitu." Monolog Deena berjalan masuk, sambil ngedumel.
"Kenape lo Dee?" Tanya Tasyika muncul dari arah pintu masuk, dibarengi dengan temannya.
"Nah pas banget." Ucap Deena sambil menjentikkan jari. Kedua orang itu saling berpandangan sambil mengikuti langkah kaki Deena masuk kelas.
"Kenapa Dee?" Tanya Tasyika ikut duduk menghadap Deena.
"Aku butuh bridesmaid, karna Ale lagi pemulihan, jadinya kurang orang. Kalian mau kan bantuin aku, peliss. Ntar aku kenalin sama cogan deh." Ucap Deena membujuk keduanya.
Tasyika memutar bola mata malas. "Yaelah Dee, lo pikir kita ga laku apa, sampe perlu cogan. Dengan senang hati kita bantu elo." Jawab gadis itu.
Deena tersenyum. "Yeuu." Ucapnya.
"Btw lo kan ada adek noh, kenapa ga di pake?" Tanya salah satu cewek.
"Lo lupa ya, adeknya aja dedemit gitu." Jawab Tasyika menaikkan kedua alis mengkode Deena.
"Ntar kalian juga tau kok." Jawab Deena misterius.
To Be Continue >>>
Jan hujattt othor plisszzz. Udah satu eps malah gaje pula ðŸ˜ðŸ˜
Mon maap terus nih php plus ngecewain.
Keyy lah, Follow cerita ini, like and komen di bawah . kali aja othor dapet hidayah up plus".
__ADS_1
NEXT NEXT NEXT!!!