Presdir Bucin

Presdir Bucin
Sisi Lain Hanska 2


__ADS_3

Masih lanjut soal semi kekerasan yg ga syukaa atau jyjyk dsb.. monggo di skipp bundd๐Ÿ˜ญ๐Ÿ‘๐Ÿผ๐Ÿ‘๐Ÿผ


Happy Reading semuaa, hati-hati typo emuaacchh๐Ÿ”ฅ ngebut dah ini dah nulisnya ๐Ÿ”ฅ


__________________


"Baby kau membuatku gila!" Geram Hanska kesal.


Pria itu bangkit berdiri.


๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ~ Iklan.


Sudah-sudah, jangan kita ganggu kegiatan mereka. Semoga kalian tidak lah kecewa, sebab banyak part yang sebagian teks nya di hapus, atau revisi.


๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ~ Iklan meneh.


Napas dulu author nya weii, udah melotot terus ini sambil tahan napas.


Tiittt...


Tittt....


Tttiiiiittt


Banyak adegan sensor gais. Mon maafkan aing yang dulu kurang ajar, setelah aing lihat" lagi, masih ada dan lumayan yee bunddoo-bundo dan agan sekalian, ternyata banyak juga yang di bawah umur.


Nah gawat, jadi untuk itu, aing hapus part" yang aduhaii unfaedah yee.


Happy Reading lah, lanjuut.


Suami mesum! apa tempat tidur ini di desain khusus untuk percintaan kasar?


Batin Deena merutuki sang suami.


Cetass.

__ADS_1


Suara cambukan terdengar.


"Aww.." Walau pun pedas, namun entah mengapa rasanya menggelitik bagi Deena.


Cetaass.


Kini tercambuk bagian punggung, badan, paha dan tempat-tempat lain favoritnya Hanska.


"Baby! kau sexy sekali! ingat jangan keluyuran sendiri! Jika kau melanggar, inilah hukumannya." Bisik Hanska mencengkeram pelan dagu Deena, membuat istrinya terdongkrak.


Sebelah tangan Hanska mencubit bokong istrinya. Di tamparnya sekali, lagi dan di tampar lagi, begitu terus.


"Hanska.." Panggil Deena.


Hanska berdehem geram. "Memohon lah baby!" Titah Hanska melihat tatapan istrinya yang tampak putus asa.


"To..long, aku mohon Hanska." Jawab Deena serak.


"Apa? ga denger." Pancing Hanska lagi.


"Mo..mohon Hanska, mohon tolong aku." Ucap Deena memohon.


"Apa baby? aku tak mengerti." Goda Hanska lagi.


Deena menggeliat terus, berusaha sekuat tenaga membujuk suaminya.


"Hanska suami..ku! tolong aku, sudah ya jangan permainkan aku lagi." Ucap Deena hilang akal. Saat ini yang terpenting keinginannya dulu Dia selesaikan.


Sial banget ikatan ini! kalau ga udah ku balik badannya, biar aku yang di atas!


Rutuk Deena hanya sanggup di dalam hati.


Seakan paham isi hati sang istri. Hanska berbisik di telinga Deena.


"Ku tunggu giliranmu baby!" Ucap Hanska dengan suara serak basahnya.

__ADS_1


Kasihan juga melihat Deena, Hanska sudah memposisikan dirinya.


Beberapa cambukan Hanska libaskan untuk Deena, membuat rasa sakit plus euforia lain menjadi satu. Deena sampai bingung teriakannya untuk kesenangan atau kesakitan.


Hanska mengigit keras bahu Deena geram, inilah akibat jika wanitanya itu melanggar.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, berarti sudah lima jam mereka bergelut, saatnya untuk makan malam. Hanska pikir.


Chupp.


Hanska mengecup sayang puncak kepala Deena, diusapnya surai lembut sang istri. Terlihat Deena masih mengatur napasnya agar kembali normal, mengabaikan fakta bahwa mereka masih bertaut.


Kruyuuuk.


Bunyi cacing dalam perut Deena mendemo sang empunya.


Hanska terkikik. "Laper hemm?" Tanyanya.


Deena mengangguk antusias. "Cuma makan salapan tadi, abis itu dalan dalan keliling hotel." Jelas Deena dibuat cadel bak anak kecil, entah untuk apa maksudnya.


"Telus.. Hanska dateng omel omelin Dee." Tambah Deena memajukan bibirnya cemberut.


Tangannya pun tak diam ditempat, malah menggambar pola abstrak atau lingkaran tak beraturan di dada bidang Hanska.


Intinya setelah berhubungan dengan suaminya itu, sifat manja Deena pasti keluar.


Misalnya minta jajan ini itu, berceloteh apapun, menjelma jadi balita seperti sekarang ini, untungnya Hanska malah senang melanggati sang istri.


To Be Continue >>>


END


Cepat atau lebih lama niih maunya?


Follow cerita ini, like and pantengin truss biar kita bully sama" kalau ada pelakor hehesh..

__ADS_1


Komen di bawah๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป


Next!!


__ADS_2