
Always sabar banget daah kalian, terlove pluss"🧡🧡
Cuszzz lanjut, sebelum itu jangan lupa hati-hati typo and Happy Reading semuaaa.
__________________
"Ga mau kerumah sakit." Tolak Deena menggeleng-gelengkan kepala dalam gendongan Hanska, kakinya pun ikut serta mengayun tanda merajuk.
Saat ini mereka sedang berada di lift untuk turun kebawah dan akan menuju kerumah sakit, tapi terus saja istrinya itu menolak.
Hanska masih diam, dia mendadak teringat sedang pura-pura mendiami Deena.
"Ayo balik ke kamar." Bujuk Deena menggambar pola-pola abstrak didada Hanska.
Masih tak ada jawaban dari suaminya.
"Hanska masih marah?" Tanya Deena tampak memanyunkan bibirnya cemberut.
Seakan menulikan pendengarannya, Hanska tetep diam tak menjawab.
"Ayo balik ke kamar, kalau ga aku tium nih kamu." Masih membujuk Hanska, tapi kini Deena malah melabuhkan kecupan-kecupan kecil di rahang sang suami.
Membuat Hanska merespon dengan geraman, tapi Dia masih kekeuh tak menjawab.
Deena terkekeh dalam pelukan suaminya.
"Tium lagi yah." Ucap Deena childish.
"Kalau musuhan lebih dari dua hari dosa loh Hans, kamu mau dilaknat sama yang maha kuasa?" Deena memberikan pernyataan dengan menaik-turunkan alisnya menatap Hanska.
Pria itu menggeram.
"Hah? hah? mau kena laknat?" Tanyanya masih tetap bertahan mendongak kearah pria itu.
"Menurutlah, kau harus di periksa baby!" Hanska keceplosan menjawab, tak tahan dia mendengar ocehan istrinya, apalagi melihat bibir Deena yang terus berceloteh, ingin sekali rasanya mengigit ditempat saat ini juga.
"Kan ga sakit, kenapa harus di periksa?" Tanyanya polos.
Geram Hanska menggigit hidung istrinya yang sangat menggoda iman itu, niat hati ingin ke bibir, namun ego melesat kehidung.
Deena memukuli dada bidang Hanska dengan mengaduh sakit.
Keduanya menjadi pusat perhatian seluruh karyawan yang mereka lewati, tapi baik Hanska maupun Deena tak peduli itu.
"Ga suka Hanska! hidung Deena malah di gigit hiks." Adunya mengusap hidung dengan sedikit air mata di sudut keluar dengan lebay.
"Silahkan tuan." Ucap Arga membuka pintu dan mempersilahkan Hanska untuk masuk.
"Jangan kerumah sakit!" Deena tegas menolak, walau begitu tolakannya malah terdengar seperti rengekan.
__ADS_1
"Ga mau! pokoknya ga mau! ayo temani jalan-jalan aja ya." Dengan gelengan kuat dalam pelukan Hanska, Deena duduk dipangku suaminya dan menghadap kearah pria itu.
"Kemana?" Tanya Hanska mengalah, lebih baik baginya saat ini mengikuti Deena.
"Jalan-jalan ke taman! ayo beli es krim vanila ceri juga." Seru Deena membujuk Hanska minta dijajanin.
Hanska langsung mengerutkan alis.
"Sejak kapan kau lebih suka vanila dibanding stroberi?" Tanya Hanska mengetuk kening Deena.
Istrinya menggeleng sambil mengedikkan bahu acuh.
"Ga tau, kan rasa bisa berubah." Jawab Deena ngarang.
"Yang ga bisa berubah itu, cintanya Deena ke Hanska." Hanska menghentikan jarinya yang mempermainkan rambut Deena.
"Dasar tukang gombal." Elak Hanska membuang pandangan keluar jendela, mendengar gombalan receh sang istri entah kenapa membuatnya malu.
"Loh Deena bukan menggombal." Jawab Deena menangkup wajah Hanska dengan kedua tangan dan mengarahkan pandangan pria itu kearahnya.
"Denger, aku cinta kamu suamiku." Tambahnya mengecup bibir Hanska singkat.
Sial, Hanska sudah tak tahan melihat tingkah imut istrinya. Langsung saja dirinya meraih tengkuk Deena dan mendaratkan ciuman menuntut di bibir sang istri.
Deena membalas tak kalah dari Hanska, mengalungkan tangan kepundak sang suami demi memperdalam.
Deena terkekeh dengan memamerkan deretan gigi putihnya kearah Hanska.
Hanska menghembuskan napas kasar. "Dengar, kau sedang sakit.."
Cupp. Cup. Cup.
Deena mengecup singkat bibir Hanska tiga kali.
"Ga sakit kan? kan?" Deena menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk.
Hanska membuang napas.
"Baiklah, tapi jika kau tiba-tiba seperti tadi, aku akan mengurungmu." Ancam Hanska serius, Deena mengangguk mengabaikan ancaman suaminya.
Saat ini yang ada di benaknya adalah ditemani Hanska dan dijajani oleh pria itu.
Hanska sampai terheran melihat tingkah istrinya yang tampak semakin kekanakan, Dia sampai merutuki kebodohannya yang sok-sok an mendiami Deena.
"Ingatkan aku untuk tak mendiamkanmu." Titah Hanska, walau tak sempat mencerna, Deena mengangguk patuh.
"Kita akan kemana tuan?" Tanya Arga dibalik kursi kemudi.
"Taman kota, mampir ke dessert by Rhea dulu." Hanska menjawab tak lepas matanya dari mata Deena.
__ADS_1
Dengan antusias Deena menepuk tangan girang.
"Es krim vanila, es krim ceri, dimana kah kau berada." Terdengar Deena bersenandung kecil bagai anak kecil yang mendapat banyak hadiah.
Hanska berdehem. "Dua hari ini kenapa ga selera makan?" Tanya Hanska mendapat laporan dari Tamara dan Beliza.
Deena bertumpu dengan dada Hanska, menatap pria itu dengan serius.
"Kamu tau? setiap Dee mau makan, Deena itu mikir Hanska makan atau ga, enak atau ga." Jawab Deena jujur menatap lekat kedua mata Hanska.
"Mana bisa Deena makan kalau mikir Hanska makan atau ga." Tambahnya serius.
Hanska mengusap-usap surai Deena lembut, dikecupnya kening Deena sayang.
"Aku pun sama sepertimu." Ucapnya.
Masih menatap Hanska serius.
"Dengarkan penjelasan Deena Hans." Bujuknya meneguk ludah dengan susah payah.
Hanska bisa melihat itu, lalu Dia mengangguk mencubit gemas pipi gempal Deena.
"Coba, aku mau dengar."
"Hanska percaya ga orang yang udah mati bisa hidup kembali?" Tanya Deena, sebenarnya Dia juga bingung harus mulai dari mana.
"Mati suri?" Tanya Hanska.
Deena menggeleng. "Huft.. Sebenernya Deena dari masa depan, Deena hidup lagi tapi balik kemasa beberapa tahun sebelum meninggal. Mungkin Hanska ga percaya, tapi, inilah kenyataannya." Jelas Deena.
"Deena dibunuh sama orang yang Dee sukai di masa lalu." Penjelasan Deena terpotong dengan tatapan tak suka Hanska saat menyebutkan dirinya pernah menyukai pria lain di masa lalu.
"Tenang aja, sekarang mah udah benci banget." Jelas Deena agar suaminya tak salah paham.
Hanska mengangguk. "Teruskan." Ucapnya.
Mobil berhenti di depan toko dessert yang Hanska sebutkan tadi, Arga turun untuk membeli pesanan Deena yang merengek minta di belikan es krim vanila dengan ceri.
"Dia malah menikah sama adik tiri Deena dan ibu tiri Deena membunuh ma..ma mama Deena." Tambahnya menjelaskan dengan suara parau di akhir mengingat bahwa mamanya telah di bunuh oleh Ratih, napasnya terasa mencekik.
Deena menjelaskan semuanya kepada Hanska, tentang dirinya dimasa lalu, bagaimana dirinya bisa mati dan saat hidup kembali.
Hingga Deena bertemu Hanska, pasal dendam juga diceritakannya pada Hanska dan Deena tak menutupi apapun dari suaminya itu.
"Jujur, kenapa Deena minta waktu sama mama di kapal pesiar waktu itu, karna Deena mau balas dendam untuk kematian mama." Jelasnya. Sebenarnya Hanska sudah tahu semua itu, kecuali tentang Deena yang hidup kembali dan bagaimana kehidupan Deena sebelumnya.
To Be Continue >>>
Yuwu di tunggu kelanjutannya. Jangan lupa Follow cerita ini, like and comment di bawah. kuy kuy.
__ADS_1
NEXT!! NEXT!! NEXT!!!