
Indonesia sekarang makin dingin ya..
iya, kaya sikapnya yang sedingin es walau udah di kasih kehangatan tetep aja dingin, upss😭
Happy Reading, Hati hati typo💜
_________________
"Mas.. udahin ya hukumannya." Rengek Deena berharap suaminya itu melepaskannya.
Pasalnya, jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, mau sampai kapan hukumannya berakhir. Pikirnya.
Pria itu menggeleng. "Tidak sebelum aku puas." Tolaknya tegas.
"Emang urusan di kota Angkasa udah kelar?" Tanya Deena lagi masih terus memijat punggung Hanska hingga ke tangan, setelah di kerokin, suaminya itu minta di pijitin pula.
Lah kenapa jadi gini?
Salahkan saja Deena yang membuat Hanska lupa makan, hanya demi mengejar waktu untuk balik ke kotanya dengan helikopter, alhasil dirinya masuk angin.
Hukuman kali ini tidak aneh-aneh, Hanska hanya minta di kerok, baru kali ini! Camkan itu.
Entah mendapat ide dari mana dia mengerjai Deena. Maka dari itu, AC ruangannya di matikan, alasan utamanya agar angin tak masuk lagi melalui area yang di kerok istrinya.
Bohong, melihat Deena bercucuran keringat, entah kenapa sangat s*xy di mata Hanska. Tambah lagi, Deena memakai kemeja miliknya yang kebesaran, semakin menggoda untuk di jamah. Pikirnya.
Hanska tampak berpikir. "Besok sore perginya, tapi sebelum itu kita belanja baju kamu dulu, ikut mas ke cabang perusahaan di sana." Ajak Hanska bangkit dari tidurnya, duduk bersenderan dengan tepi kasur.
Deena senang mengangguk antusias. "Horeee janjalan!" Teriaknya girang.
Angkasa adalah kota kedua, setelah kota Galaxy yang ingin sekali Deena kunjungi, tentu saja dia senang.
"Dasar." Hanska menyentil jidat Deena, hobi baru setelah mengenal istrinya ini.
"Tapi mas, besok pagi Dee izin sampe siang ya, udah janji main ke rumah temen, ajak Aleta juga." Izin Deena mengusap sentilan ringan suaminya.
"Temen yang mana?" Tanya pria itu.
Setahu Hanska, teman Deena terbatas dan tak punya teman dekat untuk di kunjungi selain Aleta sahabatnya.
"Iya mas, namanya Dion Wiyoko mungkin seumuran kak Arga deh, tapi punya penyakit mental gitu, soalnya gaya dia ini mirip anak paud, pake baju bocah, prilakunya juga ke bocah mas, besok kami dateng bawa mainan, dia pasti seneng." Jelas Deena lugu membuat Hanska tersedak liurnya sendiri.
"Pprfftt.. uhukk uhuk." Hanska memalingkan muka ke kanan sambil menutup wajah. Dalam hati tertawa ngakak mendengar Dion di katain oleh istrinya.
Kalau nenek sampai tahu, Deena pasti kena mental. Tapi biarlah, kapan-kapan kukenal kan.
Batinnya berkata.
__ADS_1
"Hmm sebenernya Dee bukan sengaja ngelepas cincin mas, jadi gini.."
Mengalir lah cerita, mulai dari Ratih yang menyuruh Deena pulang dengan alasan ayahnya rindu padahal tidak, menjadikan Deena alat pernikahan bisnis, hingga saat dirinya di siksa dalam penjara bawah tanah rumah.
Dan disaat itu pula, cahaya terang berwujud Hanska datang merengkuh tubuhnya, melindungi bagai perisai.
"Mas.. kayanya Dee harus balik kerumah, mbok dan mamang pasti tersiksa." Ucap Deena merasa iba dengan pasangan yang sudah Dia anggap bagai orangtua sendiri.
"Masalah mereka sudah ku urus dengan baik, jika ingin berkunjung pergilah." Jawab Hanska.
Deena mendekat memeluk suaminya, senang.
"Makasih ya mas! Dee bakal ganti kebaikan mas menjadi istri yang baik." Ucap Deena refleks dalam pelukan suaminya.
Oh tidak. Seharusnya Deena tak berkata demikian.
Karna saat ini, ada senyum yang tersungging dengan mata menyipit penuh arti.
"Kalau begitu, bayarlah kewajiban mu itu menjadi istri yang baik." Titah Hanska membaringkan tubuh Deena tanpa aba-aba.
"Eh..mas, kok ditindihi?" Tanya Deena terheran. Tubuh telanjang suaminya sudah berada diatas tubuh Deena.
Hanska tersenyum setan. "Ini, istri yang baik kan." Jawab pria itu.
Belum sempat Deena mencerna, Hanska sudah lebih dulu mengambil alih bibirnya.
"Sayang, sudah begini pun kau masih saja menolakku? Hee.. jual mahal sekali." Ucap Hanska menjeda sebentar ciuman mereka.
Baru sebentar Deena mengambil napas, Hanska sudah kembali memangut bibirnya.
Hey! apa maksudnya ini?!
Teriak Deena dalam hati.
Oh ayolah, ingatkan Deena untuk tidak berkata yang aneh-aneh. Sudah tahu punya suami lama tak di jamah, malah perkataannya seolah mengkode.
Jadi rasakanlah. Ckckc. Kalau begini kan author juga yang senang.
Hanska pun memamerkan kekuatan staminanya dalam menggempur Deena semalam suntuk.
(Biarlah kali ini, kita tak mengintip ya para hadirin semua 😭😭 agar tak ada tiiittt.) 😅👍🏼
Pukul lima.
Doeeng.
"Aaaa.. hantu!!" Teriak mama Rihlah yang melihat kemunculan Deena dari arah dapur utama, niat hati ingin mengambil minum malah bertemu hal tak terduga.
__ADS_1
"Mama.. ini Deena ma, malah di katain hantu." Rengek gadis itu memajukan bibirnya cemberut.
"Ha.. Dee? Hahaha mama kira kamu jelmaan setan mana nak." Jawab Rihlah mengusap air mata yang menumpuk di pelupuk matanya.
Bagaimana tidak, saat ini jam masih menunjukkan pukul lima! lihat teman, pukul lima itu masih gelap, Deena saat ini masih memakai kemeja putih milik suaminya dengan rambut tergerai acak-acak.
Oh, jangan lupakan bawah matanya yang menghitam, mirip Aleta yang sering membaca novel hingga dini hari, alhasil sering di omelin Dirga.
"Mama mah gitu, Dee haus pengen minum makanya turun kebawah." Jelas Deena menunjukkan segelas air di tangannya.
"Kan bisa nyuruh maid sayang?"
Krieet.
Rihlah dan Deena menarik kursi makan untuk mereka duduki.
"Iya sih ma.. cuma pikir Deena sekalian bangun aja, udah pagi olahraga kaki juga." Jawabnya meneguk air.
Senyum jenaka Rihlah terbit. "Olahraga ranjang udah belum?" Tanya mertuanya menaik turunkan alis.
Byurrr.
Air menyembur dengan tanpa dosanya keluar dari mulut. Untunglah dengan cepat Deena memalingkan wajah, kalau tidak wajah mertuanya lah yang jadi sasaran.
"Mamaaa..." Teriak Deena malu, melihat mertuanya itu sudah masuk kedalam dapur.
Deena balik ke kamar untuk mandi dan menyiapkan diri, setelah selesai, Deena menaiki kasur sambil menunggu suaminya bangun, membuka aplikasi mangatoon dan membaca novel favoritnya berjudul.
"Hmm.." Gumam Hanska dalam tidurnya mengucek mata, membuat Deena menoleh kearah sang suami melupakan apa yang mau dia lakukan tadi.
Deena menopang dagu, melihat lekat-lekat wajah damai Hanska. Suaminya ini tampan, ralat, sangat amat tampan. Jika 100, maka suaminya mendapat point 999.
Dengan alis tebal hampir menyatu, bulu mata lentik, hidup mancung, bibir tebal yang sexy, rahang kokoh, wajah mulus seolah perawatan ratusan juta.
Jangan lupakan saat mata elang suaminya terbuka, walau mampu mematikan gerakan lawan, namun jika diselami kedalam terdapat kehangatan di sana.
Gadis itu memuji dalam diam, tangannya gatal ingin menyentuh alis lentik Hanska. Namun, belum sempat jari-jarinya menyentuh, mata indah itu terbuka memamerkan bola mata legam milik suaminya.
"Mau lagi memenuhi kewajibanmu sayang?" Tanya Hanska menyeringai, saat melihat wajah salting istrinya.
Deena melotot. "No...!!" Teriaknya menyilangkan tangan didepan dada.
To Be Continue >>>
Hohoho.. part sebelumnya gada yang salah paham khaan?? kalau ga ada, sepp otak kalian sehat wal afiat gada yg traveling, atau Rheanya yg kurang greget?
😭😅😭😅 Lanjutt.
__ADS_1