
Hallo sayaaang" kyuuu. Aing kembali lagi nih wkwkw ada yg rindu kagaa? ah kalian mah rindunya Hanska doang niih cebeell😗😗
Percakapan Absurt cwjsnfj
Deena : Thor, teringetnya kemarin lo qurban apaan?
Author: Qurban perasaan Dee 😭
Deena : Awww.. poor u 🥺
Tiiiitttt.
Ncusszz lanjutt 👇🏻
Hatihati typooo semwaa, Happy Reading 🧡🧡🧡
_________________
Sinar matahari menerobos paksa melalui cela gorden, mengenai tepat ke wajah damai Deena membuat gadis itu menggeliat tanda terganggu.
"Hmmm.." Kelopak matanya terbuka, memamerkan keindahan amber keemasan milik Deena.
Pemandangan yang tersaji menyambut paginya masih tetap seperti biasa, dada bidang polos milik sang suami.
Disentuhnya area bidang yang banyak di tumbuhi bulu halus itu.
Sekelebet ingatan bagaimana beberapa malam ini mereka habiskan terlintas bagai puzzle di otak Deena. Dia hanya mampu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, malu.
Padahal sudah dua minggu mereka berada di kota Angkasa, selama itu pula Hanska menggempur Deena, tak memberi istrinya itu libur walau hanya sehari.
Deena membuang napas kasar berusaha menghalau pikirannya yang mulai terkontaminasi dengan hal-hal nyeleneh menurutnya.
Seperti, saat Hanska selesai mandi dan bertelanjang dada, tangan Deena malah gatal ingin menyentuh roti sobek milik suaminya, terkadang mendadak ingin mencecap bibir sexy Hanska dengan cokelat, atau menciumi dada bidang hingga perut suaminya itu.
Salahkan saja semua pada Hanska, siapa suruh dia begitu ganas.
Sraaakk.
Suara gorden tersibak.
Hanska mengernyitkan alisnya tanda terusik, akibat cahaya yang dengan leluasa memasuki kamar tidurnya saat Deena melebarkan gorden.
Selesai Deena membersihkan tubuh di kamar mandi dan memakai setelan nya. Deena membereskan kamar dan menyiapkan keperluan Hanska, mengingat suaminya itu mengadakan acara di kapal pesiar.
"Mas.. bangun, katanya ada jamuan.. ehh!" Pekik Deena saat Hanska menarik tangannya paksa hingga membuatnya masuk kedalam dekapan sang suami.
"Coba ulangi panggilan apa tadi hmm?" Tanya Hanska masih dengan menutup mata, namun tangannya mengusap surai lembut Deena.
Mengingat kembali, Deena memajukan bibirnya cemberut.
"Hanska! Bangun banguuunn.. katanya ngadain jamuan, kok malah bangkong sih kebo banget ckck." Teriak Deena menusuk-nusuk dada sang suami dengan kedua jari telunjuknya
"Hentikan baby! kau membuat sesuatu bangkit." Ucap Hanska menarik kedua tangan Deena dengan satu tangannya.
Deena mengikuti arah mata Hanska, menunjuk sesuatu yang adalah milik suaminya kini mulai mengeras.
Gluuukk.
__ADS_1
"Dasar om mesum..!!" Teriak Deena berlari memasuki walk in closed.
Braakk.
"Hahaha.. kenapa kau masih begitu malu Dee." Ucap Hanska melewati walk in closed dan memasuki kamar mandi.
"Nyebeliiin." Teriak Deena dari balik pintu. Hanska hanya terkikik.
Pagi yang aneh. Pikir Hanska.
"Kenapa kau masih memakai daster Dee?" Tanya Hanska setengah gemas melihat sang istri belum juga merias, semenatara dirinya sudah selesai mandi.
Deena menoleh bingung. "Untuk?" Tanyanya singkat.
Hanska berdecak. "Ck.. kau akan ikut denganku ke perjamuan Dee." Ucap Hanska meraih dasi merah, Deena berdiri memasangkan dasi suaminya.
"Ga mau ah, ntar mereka ngira Dee ini anaknya Hans yang udah gede, diih sebel." Jawab Deena absurd plus unfaedah bagi Hanska.
Pria itu mencium bibir Deena gemas di sela istrinya memasangkan dasi.
Tampak telaten Deena membuatnya begitu imut di mata Hanska.
"Sudah lah tunggu perias datang, setelah itu kau pergi dengan Arga." Titah Hanska menyentil kening Deena setelah itu mencumbu lama bibir sang istri.
Deena mengangguk patuh saat Hanska mengacak surai berkilaunya. Lalu pria itu berlalu dari kamar.
Tok Tok Tok.
"Nyonya muda, saya membawa beberapa perias titah tuan untuk merias anda." Ucap seorang pria dari balik pintu.
"Masuklah Arga." Jawab Deena membuka pintu, tampak Arga membungkuk hormat diikuti ketiga wanita di belakangnya.
"Yap selesai nyonya." Ucap salah satu dari mereka berdecak kagum.
Deena membuka matanya, kedua bola amber itu hampir saja tak mengenali siapa gadis yang berada di dalam cermin.
"Arga! siapa gadis ini? cantik banget aduhai." Teriak Deena memuji dirinya sendiri dengan senang.
Tampak Arga tersenyum. "Anda selalu cantik nyonya." Puji pria itu jujur.
Deena memang selalu tampak cantik bahkan tanpa make up, apalagi di tambah make up begini.
"Mari saya antar." Tambahnya mempersilahkan istri sang tuan berjalan.
Deena tampak mesem-mesem sendiri memainkan dressnya. Sudah lama dia tak memakai setelan gaun setelah hari kematiannya.
Ah jangan ingatkan lagi tentang itu, Dia tak mau suasana hatinya menjadi mendung.
"Arga, jauh ga lokasi kapalnya?" Deena bertanya di bangku belakang tampak tak sabar di pendengaran Arga.
Pria itu tersenyum jenaka lalu berdehem. "Maafkan saya nyonya."
"Sebentar lagi kita akan sampai. Tuan pasti terpana melihat kecantikan nyonya." Jawabnya kembali fokus menyetir.
Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk.
__ADS_1
"Mari nyonya." Arga mempersilahkan.
Deena berjalan anggun penuh percaya diri memasuki kapal itu. Ini bukan kali pertamanya menghadiri perjamuan di dalam kapal pesiar dalam hidup Deena, tentu dirinya tak asing lagi dengan suasana penuh topeng ini.
Seperti dirinya, bahkan Arga tampak terpana melihat kepercayaan diri Deena.
"Hanska pasti sibuk ya, pergi lah temani dia kalau perlu Arga, Dee bisa sendiri. Lagian banyak yang pantau." Usul Deena terdengar seperti titah. Tampak Hanska sedang berbincang dengan tiga orang pria.
Arga tak membantah, dia membungkuk hormat lalu pamit untuk melapor pada sang tuan, bahwa tugasnya sudah selesai.
Deena melihat Hanska mengangguk saat Arga berbisik, lalu menoleh kearahnya sambil tersenyum mengedipkan sebelah mata menggoda.
Cantik.
Isyarat bibir Hanska membuat Deena tersenyum merona, langsung saja dirinya membuang tatapan kesembarang arah.
Kruyuuuk.
"Hee.. udah cangtip gini malah bunyi, cari cemil deh dari pada ntar buat malu." Monolog nya mengusap perut berjalan kearah meja dessert.
Tampak berbagai jenis cemilan manis dan pedas menghiasi meja selebar, lebar dah pokoknya.
Langsung saja Deena mencomot kue cokelat kesukaannya.
Bruukk.
"Adeh.." Refleks Deena saat lagi enak-enaknya mencicip cemilan malah di senggol dari belakang.
Gadis itu meboleh.
"Aduh maapin ndak cengaja." Ucap cadel suara gadis kecil tampak manyun mengusap-usap jidatnya.
"Chubby? loh sama siapa disini sayang? daddy nya mana?" Tanya Deena berjongkok mensejajarkan tingginya dengan gadis kecil itu.
Ck ini mana pula lagi bapaknya? selalu aja ninggalin anak sendiri, ga sayang anak kali nih orang?
Kesal Deena merutuki ayah dari Nana.
Tampak Nana menoleh cepat, senyum cerianya terbit melupakan rasa jidatnya yang terpentok.
"Mommy tantik! tadi dad macih cama temen ngoblol, Nana liat ada toklat pengen, jadi pelgi belum bilang daddy." Jelas Nana terdengar mengadu dengan raut bersalah.
"Kakak aja dong sayang, nanti daddy nya marah." Ralat Deena membenarkan panggilan gadis chubby di depannya ini.
Nana tampak menggeleng sambil melipat tangannya yang kecil.
"Ndak tatak ini tantik cepelti mommy, mommy udah bahagia di culga dad bilang, tatak jadi mommy nana aja ya." Jelas gadis itu penuh harap menatap Deena.
Deena hilang kata. Matanya menatap sana sini.
"Nana!" Suara geraman terdengar di dekat mereka, walau begitu orang disekitar tak menyadari, sebab lebarnya ruangan beberapa puluh meter dengan puluhan orang itu membuat suara pria tersebut tak berarti apapun.
Tampak pria berjalan mendekat, sedangkan Nana sudah bersembunyi menjadikan Deena sebagai tameng.
To Be Continue >>>
Siapa ya kira-kira?
__ADS_1
Like and komen di bawah.
NEXT!!