Presdir Bucin

Presdir Bucin
Nyonya Muda Alz


__ADS_3

Hayy wak" semuanyaa lopeh-lopeh Author..


Mon maap yee bunn, gan, sissttt baru sadar kalau udah 3 hari ga up :' syedihh deh


Oke hati-hati typo 🖤 Happy Reading smwanyaa :'*


______________________


"Sayang ya, yang katanya artis besar tapi ga bisa jaga kelakuannya ke SUAMI, orang. Malah ngatai ISTRI SAH-nya pelakor lagi ckckck." Jawab Deena berdecak sambil menggelengkan kepala heran.


Nadanya menekankan kata suami dan istri sah.


Hanska tersenyum puas, kakinya melangkah mendekat kearah sang istri.


Calista menatap kearah Hanska. "Sayang, kenapa?" Tanyanya dengan nada sakit hati.


Ck. harusnya aku yang pake nada itu sekarang. Kenapa kau menganggu suamiku.


Batin Deena, seperti biasa sudut bibirnya berkedut menahan kesal.


Hanska hanya menatap Calista dengan datar tak terpengaruh dengan tatapan kasihan mantannya itu.


Heh, mantan? status itu pun tak pantas untuknya.


Pikir Hanska.


Selama ini Calista menganggapnya remeh, menganggap hati Hanska bisa di dapatnya dengan mudah hanya karena semasa kuliah hingga lulus perguruan tinggi, Hanska selalu mengejarnya dan menunggu wanita itu.


Hanska menekuk sebelah kakinya berlutut di depan Deena, Banyak yang syok dan terheran melihat pemandangan langka itu.


"Tuan muda Hanska berlutut dihadapan perempuan." Bisik beberapa wanita.


Seluruh tamu yang datang berasal dari kalangan atas, selebriti papan atas, ratu atau raja film, dan banyak orang terpandang lainnya.


Tentu mereka harus menjaga sikap.


Walau banyak yang heran seorang Hanska Regantara Alzavier, mendedikasikan dirinya hanya untuk seorang gadis kecil.


Calista mengepalkan tangan geram, bahkan dulu saat Hanska melamarnya pun tak pernah pria itu berlutut seolah memohon. Hanska hanya menerbangkannya dengan heli, melihat pemandangan dari atas garden bertuliskan.


I LOVE YOU CALISTA  🖤 WILL YOU MARRY ME?


Begitulah kira-kira.


Seluruh lampu sorot menyoroti mereka, seolah menegaskan kembali bahwa memang merekalah pusat yang pantas dilihat dari seluruh kegiatan acara.


"Hanska.." Cicit Calista tak percaya melihat pria dengan ego tinggi itu kini berlutut.


"Ku perkenalkan pada kalian semua, wanita dihadapanku ini adalah istri SAH dari Hanska Regantara Alzavier. Istriku, nyonya muda Alz Group." Jelas Hanska menjeda.


Diraihnya kedua tangan sang istri. "Aku belum melamarnya, tapi sekarang di harapan kalian semua, aku akan melamar istriku."

__ADS_1


Semua orang terkejut.


Calista menggelengkan kepalanya tak percaya.


Hanska menatap kedalam mata Deena, istrinya.


"Baby aku bukanlah pria romantis dengan segudang kata manis, tapi satu hal yang pasti, dengan tindakan aku akan berusaha membahagiakanmu, baby sekarang aku memohon menikah denganku, menjadi ibu dari anak-anakku dan tetap sisiku. Tak usah berbuat banyak, kau hanya perlu menemaniku, tak akan pernah meninggalkan aku." Ucap Hanska tulus.


Deena dapat melihat isi hati suaminya dari tatapan pria itu. Diselaminya kedalam mata legam namun meneduhkan milik sang suami.


Tanpa sadar air mata Deena turun, diikuti anggukan kepalanya.


"Mau, aku mau menikah denganmu, berjanji terus berada di sisimu tak meninggalkan mu kecuali maut yang memisahkan." Jawab Deena yakin dengan segenap kepercayaannya.


Banyak wanita-wanita muda yang kesengsem dengan tindakan kedua insan berbeda jenis itu.


Beberapa iri dengan Deena dan selebihnya terkagum.


"Tidak!" Bentak Calista merasa frustasi dengan keputusan Hanska.


"Kenapa? aku yang kamu cintai Hanska! kenapa kamu memilih dia?" Tanya Calista dengan wajah tersakiti.


Hanska menoleh padanya. "Deena istriku, acara ini khusus kubuat untuknya dan lagi aku tak mencintaimu, kau yang merasa percaya diri ini lebih dulu pergi dari sisiku." Jelas Hanska tegas dengan telak mengenai Calista.


Siapapun tahu itu, but kecuali Deena yang dulu benar-benar tak peduli dengan siapa sebenarnya Hanska ini.


"Kau! pasti kau yang menggodanya kan?! Dasar jalang!" Bentak Calista menuding Deena dengan jari telunjuknya.


"Arga!" Panggil Hanska tegas.


Arga yang siaga berada di lantai dua pun langsung datang dengan sigap.


Sudah peka dengan keinginan sang tuan.


"Mari nona, saya antar anda untuk beristirahat." Ajak Arga mengkode kedua bawahannya untuk mengawal, ups sorry. Mengawasi Calista agar tak berbuat sesuatu yang melampaui batas.


Calista langsung menatap Hanska sakit hati, sementara kearah Deena Calista menatap sinis.


Jal*ng sialan! tunggu saja kau!


Batin Calista menyumpah serapahi Deena dengan banyak kata-kata kasar.


"Ayo baby kau pasti lapar." Ajak Hanska menggiring Deena kearah meja hidang.


Deena mengangguk patuh, diambilnya sepiring kecil beef yang sudah terpotong-potong kecil. Biasa di makan sekali suap.


"Dee di sini aja Hans, kamu lanjut sama mereka aja banyak yang nunggu." Ucap Deena menunjuk dengan tatapan kearah beberapa pria yang tampak enggan untuk menyapa.


Acara terus berlanjut seperti semula, Deena juga kembali berkutat dengan cemilannya di bawah pengawasan Arga dan anak buah.


Devon datang sedikit mendekat kearahnya. "Ehem.." Dia berdehem tanda ada orang di samping Deena.

__ADS_1


Benar saja, gadis itu menoleh namun tetap cuek melanjutkan mengunyah cemilannya.


"Ternyata kau istrinya tuan Hanska?" Tanya Devon basa basi, yah sebenarnya kan dia sudah tahu tadi.


Deena mengangguk. "Yah seperti yang abang lihat tadi." Jawab Deena seadanya, setelah itu Devon tak melanjutkan.


Dia lebih milih menemani sang putri mencemil makanan manis di meja dessert.


Lain memang panggilannya Deena ke Devon. Adeh, suka-suka Deena aja deh yang penting dia senang dan cerita ini tetap update.


"Tuan, apa kita tekan semua media yang memberitakan nyonya?" Tanya Arga kesempatan saat melihat tuannya sedang duduk sendirian sambil menikmati wine nya di sofa sudut ruangan.


Deena sudah izin balik untuk istirahat duluan, sebab jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.


Sambil melebarkan sebelah tangannya kesadaran sofa, sementara sebelah lagi memegang gelas wine. Hanska memutar-mutar gelas itu seolah menikmati apa yang dia kerjakan.


"Biarkan saja, aku ingin dunia tahu bahwa Deena itu milikku." Jawab Hanska percaya diri.


Arga mengangguk patuh.


"Dimana Deena?" Tanyanya.


"Sudah lebih dulu istirahat tuan. Tapi.." Jawab Arga sedikit ragu meneruskan perkataannya.


Hanska langsung menoleh mengernyit.


"Kenapa Arga? tak biasanya kau ragu-ragu begitu." Tegur Hanska mengingatkan lagi Arga.


Arga menghembuskan napas.


"Nyonya muda sangat kesal tampaknya tuan. Sewaktu saya ingin mengantar makan malam, malah nyonya sudah meminum wine yang tersedia di meja." Jawab Arga.


Hanska mengernyit. "Wine? sejak kapan istriku mau menyentuh minuman seperti itu?" Tanya Hanska berdecak.


"Mungkin kejadian tadi membuat nyonya kesal dan selama di pesta nyonya menahannya tuan." Alibi Arga, padahal dia ingin tuannya cepat segera menyusul sang nyonya muda.


"Shiit! Kau handle sampai pesta berakhir, aku ingin beristirahat." Titah Hanska kontan berdiri.


Arga memberi hormat dengan bungkukkan badan saat Hanska berjalan melewatinya.


"Silahkan menikmati hadiah malam jum'at anda tuan." Gumam Arga tersenyum samar.


To Be Continue >>>


Hollaaa semuaa!! mo info bentar lagi aing ulang tahuuun lho😭😭😭


sumpeh demi apa ga kerasa tiba" udah 2 th lebih berlalu. Coronanya.


Okee komen di bawah dong. Like and follow.. 🧡🧡🧡


NEXT!!!

__ADS_1


__ADS_2