Presdir Bucin

Presdir Bucin
Kekuatan Istri Sah


__ADS_3

Cusss lanjut.


Sebelum itu, hati-hati typo buat kesandung, happy reading 🧡🧡


_________________


"Shhtt, jangan terlalu kuat sayang, mereka akan mendengar racauan manismu." Goda suaminya mengecup bibir Deena gemas.


"Dasar Hanska, pria mesum!!" Deena berteriak kesal.


Setelah itu, bukannya berganti pakaian dengan wajar di fitting room, Hanska malah menggoda Deena habis-habisan, melupakan bahwa mereka saat ini tengah berada di salah satu butik mewah victoria's.


"Terimakasih kunjungannya, silahkan datang kembali tuan, nyonya." Ucap ramah para karyawati setelah transaksi pembelian lingerie, beserta tips untuk dua SPG yang setia menjaga pintu dengan jarak tiga meter di depan pintu fitting room Deena tadi.


"Sana jauhan dikit!" Deena kesal sambil melipat tangan, menyikut lengan suaminya saat Hanska ingin memeluk pinggang Deena.


"Kau harus memperhatikan langkahmu yang terseok baby." Ucap Hanska Terkekeh.


Deena mendelik, lalu Hanska mencium pelipisnya.


Mereka kembali berkeliling mall, layaknya remaja yang sedang berkencan, Deena membeli permen kapas dan eskrim, walau Hanska sempat menolak karna makanan manis bisa membuat giginya sakit. Namun akibat bujukan maut Deena, akhirnya dapat juga.


"Hans lihat deh." Ucapnya semangat menunjuk kearah setelan tuxedo pria yang terpajang dalam lemari kaca.


"Hati-hati, kau bisa terjatuh." Tegur Hanska memperingati istrinya.


Deena mengangguk. "Iya om Hans." Jawabnya geli.


"Nakal." Hanska mengusap puncak hidung Deena.


"Ayo lihat." Deena menggandeng lengan Hanska.


"Selamat datang tuan, nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya karyawati menyambut mereka.


"Tolong ambilkan model tuxedo itu, untuk ukuran om-om ini." Jawab Deena menunjuk Hanska, mengatai pria itu untuk mengerjainya.


Huh, emang kamu aja yang bisa usil.


Batinnya.


"Awas kau bocil." Hanska menyentil kening Deena sayang.


Tepat setelah itu, muncul sosok wanita cantik dan seksi datang kearah mereka.


Tangannya menyentuh pundak pria itu.


"Hanska?!" Panggilnya memastikan.


"Hah.." Deena dan Hanska yang namanya dipanggil pun refleks menoleh.


Sedikit tak senang, melihat wanita itu seenaknya meletakkan tangan.

__ADS_1


"Wah beneran kamu!" Pekik wanita itu dengan suara merdunya.


Tangannya yang nakal terus-terusan menyentuh pundak, lengan, bahkan dada Hanska tanpa izin, bahkan didepan Deena.


Responnya Deena? masih santuy, masih memantau wanita ini.


Alis Hanska terangkat.


Siapa wanita ini? SKSD banget.


Batin Hanska mencoba mengingat.


"Ga nyangka ketemu disini, aku kangen banget sama kamu." Setelah mendaratkan tangan nakalnya dibahu Hanska, kini wanita itu memeluk suami Deena tanpa aba-aba.


"Kau siapa?" Tanya Hanska dengan cepat melepas pelukan wanita itu, Dia tak ingin membuat istri kecilnya ini salah paham.


"Ih tega banget, Aku Rose loh Hans, sahabatnya Calista." Jawab wanita itu.


Ah, si cewek nerd yang pernah ditampar sama Calista.


"Ya, si cewek kutu buku." Jawabnya.


Wanita itu mengangguk, walau cemberut.


Deena mengernyit melihat keakraban suaminya dan wanita ini, biarpun begitu, senyum manis tak lepas dari wajahnya.


"Baby, Dia dulu sefakultas denganku." Ucap Hanska langsung memperkenalkan Rose pada Deena.


"Dan perkenalkan, ini istriku, Deena." Hanska gantian memperkenalkan Deena sebagai istrinya.


"Halo, namaku Rose Maddlyne." Ucap Rose memperkenalkan dirinya.


Deena menjabat tangan Rose "Hai, Deena Alzavier." Jawab Deena sengaja menyematkan nama Alzavier dalam namanya.


"Ah, kamu pasti mencari baju, kebetulan aku pemilik sekaligus desainer butik ini, gimana kalau coba langsung samaku." Tawar Rose menghadap Hanska, lagi-lagi tangannya hinggap dibahu suami Deena.


Seolah Tak menganggap Deena ada.


"Ya! kami lagi mencari set tuxedo untuk suamiku, baru saja menyuruh karyawanmu mengambilnya." Deena langsung menjawab sambil tersenyum penuh arti, tahu bahwa pertanyaan barusan bukan ditujukan untuknya.


Rose mengangguk tersenyum, kedua alisnya terangkat seolah mengejek penampilan Deena.


"Hans, kamu pasti suka model yang kurancang, ayo kutunjukkan." Rose mengabaikan perkataan Deena, langsung menggandeng lengan Hanska dan mengedipkan sebelah matanya, isyarat menggoda.


"Permisi..." Deena mencoba kembali mengapit lengan suaminya.


"Maaf tuan, nyonya. Ini set jas yang anda minta." Ucapan sekaligus perotesan Deena terpotong dengan suara karyawati yang tadi dimintai tolong oleh Deena.


"Hans, ayo coba dulu." Ucap Deena memberikan set toxedo berwarna putih kearah suaminya.


Hanska melepaskan gandengan tangan Rose dengan menghentaknya dan langsung mengambil set tuxedo dari tangan Deena.

__ADS_1


"Baby, ingat, jangan kemana-mana hmm, tunggu aku." Ucap Hanska mengelus puncak kepala Deena sayang.


Istrinya mengangguk patuh sambil tersenyum. "Siap bos." Jawab Deena menyengir, lalu Hanska berjalan kearah fitting room.


Senyum manis masih setia menghiasi wajah Deena, meskipun Hanska sudah menghilang dibalik pintu.


Kini tinggal dirinya dan Rose yang berdiri didekat rak kemeja pria.


"Dulu, akulah yang paling dekat dengannya." Ucap Rose tiba-tiba, membuat Deena mengernyit arah mana pembicaraannya.


"Maaf?" Tanya Deena menaikkan sebelah alisnya.


"Kusarankan kau untuk mundur sebelum terjadi sesuatu denganmu, Kalian berdua sangat tak cocok, jangankan kau, Calista pun tak pantas bersanding dengannya." Ucap Rose frontal, sangat kental terasa nada ancaman dari bicaranya.


Tampak seseorang berniat mendekat, untuk menolong Deena. Namun urung dilakukan saat lengannya dicekal pelan oleh pria disampingnya.


"Jangan, Dia bisa menyelesaikannya." Ucap pria itu menenangkan dirinya.


Deena mengubah senyum manisnya dengan seringaian, tangannya Dia lipatan didepan dada. Perlahan langkahnya maju mendekat kearah Rose, sarat akan tatapan intimidasi.


"Jadi kau pikir, hanya kau yang pantas untuknya?" Tanya Deena dengan nada tenang, namun langkahnya semakin maju, membuat Rose juga berjalan mundur.


"Tentu! lihat aku, cantik, seksi, berpendidikan, dan yang pasti bisa membantu Hanska menjalankan bisnisnya, jadi Hanska tak perlu repot dengan anak kecil sepertimu." Jelas Rose membanggakan dirinya.


Walau tingginya melebihi Deena beberapa centi yang membuat Deena sedikit mendongak, namun Deena terus saja berusaha memojokkan wanita tengil itu.


"Hahaha.." Deena terkekeh dengan bertopang sebelah tangannya.


"Apa yang kau tertawakan?!" Rose mulai menggeram.


Deena menjawab dengan gelengan tak habis pikir.


"Hanska mencari istri untuk partner hidup, bukan partner bisnis, kalau kau berpikir begitu, lebih baik Hanska mencari seorang investor, tak merepotkan dan tak melibatkan hati." Jelas Deena telak.


"Kau harus tau, ancamanmu dan orang sepertimu, bukan pertama kali bagiku. Jadi kau masih belum cukup untuk menggoyahkan ku mundur dari sisinya, dibanding kalian semua, Hanska saja sudah cukup bagiku." Tambahnya tak memberi kesempatan bagi Rose untuk menyela.


Langkah Deena terhenti, saat punggung Rose menubruk dinding fitting room dan sedikit memajukan tubuhnya, semakin jelas aura intimidasi didominasi olehnya.


"Ah, satu hal lagi, kau ingin menggoda suamiku? kau harus mampu melewatiku dulu. mengerti!" Tekan Deena sedikit menekan dada Rose dengan telunjuknya.


Senyum tersungging masih setia, berada dibibirnya.


Tadinya Deena masih bersabar dan berpura-pura untuk terlihat santuy dihadapan teman suaminya ini.


Namun, dasar si ceweknya yang ke-tengilan, apa boleh buat. Begini deh jadinya.


To Be Continue >>>


Ayowooo, ga sabar nunggu 10/10🤪 bakalan ada sesuatu yang menarik, untuk kalian yang setia menanti🧡


Mari kita tunggu bersama yuhu.

__ADS_1


Jangan lupa Follow cerita ini, like and komen di bawah 👇🏻 skuyyy.


NEXT NEXT NEXT NEXT NEXT!!


__ADS_2