Presdir Bucin

Presdir Bucin
Terusik!


__ADS_3

Demi alekk aing mau up tadi malem 2 part. tapi ketiduran sampe pagi ini 😭 mana yg satu part lagi kehapuss hikss.


Happy Reading semuaaa. Hati hati typo buat kepeleset🧡🧡🧡


_______________


Arga dan beberapa bodyguard masih memantau dari kejauhan, semua itu awalnya titah Deena dan Hanska.


Terutama Deena, Dia tak ingin menimbulkan kehebohan tak berarti di acara suaminya.


Dibandingkan Calista, baik sahabat, maid, bodyguard ataupun asisten Hanska. Mereka semua pro kepada Deena.


Menurut mereka, Deena lebih baik dan tak berambisi yang berpotensi menyakiti Hanska.


Deena sadar, sekarang bukan saatnya Dia untuk baper, apalagi di depan banyak orang pula.


Dia harus menunjukkan, bahwa istrinya tuan muda Hanska adalah wanita elegan dengan otak cerdas.


Agar tak ada yang men judgenya sebagai wanita barbar, Deena akan membalas wanita bernama Calista Calista itu dengan cara berkelas. Ya!


Perihal hati? baiklah akan dia kesampingkan dulu saat ini.


Satu menit.


Lima menit.


Beberapa menit kemudian.


Sial! sulit banget coyy! 😭 hati Deena jadi gelisah gundah gulana nih..


Jujur sajalah, emangnya ada perempuan yang tahan lelakinya sembarangan di peluk-peluk gitu sama wanita lain? Engga kan?


"Minggir!" Bentak Hanska pelan mencengkeram kedua bahu Calista agar menjauh darinya.


Tak ada kerinduan sedikitpun di mata pria itu seperti dirinya. Kini yang ada, hanya sorot tajam nan dingin menghiasi.


Calista mengernyit heran.


Sepuluh tahun mereka menjalin hubungan dan tiga tahun sudah Calista pergi, wanita itu yakin saat ini Hanska hanya syok dengan kemunculan mendadaknya.


Ya! pasti begitu.


Pikirnya percaya diri bahwa Hanska masih sama seperti Hanska yang lembut dan penuh cinta padanya.


"I'm here sayang! aku tahu kamu sangat merindukanku, maafkan atas kepergianku beib." Ucap wanita itu bergelanyut manja di lengan Hanska tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Sudut bibir Deena berkedut kesal, kakinya hendak melangkah kearah sang suami yang hanya menatap dingin ke sosok Calista. Namun langkahnya terhenti.


Ngiing.


Suara mikrofon berdenging tanda mengkode minta perhatian, saat kedua MC berjalan menyambut para hadirin diselingi alunan mendayu.


Gelanyutan Calista terlepas paksa ketika pria itu menghentakkan tangannya kasar. MC menyambut Hanska untuk mempersilahkan pria itu mengambil posisi sebagai tuan rumah.


"Waktunya berdansa, silahkan para hadirin, tuan dan nyonya mengambil tempat." Ucap kedua MC mempersilahkan.

__ADS_1


Alunan musik berputar, lampu-lampu besar seketika meredup terganti dengan beberapa lampu sorot mengitari lantai dansa. Kesan romantis sangat terasa menghiasi.


Mata Hanska sibuk mencari sang istri yang tadi di lihatnya berdiri sendirian di dekat meja kudapan.


Kakinya melangkah mendekat.


"Dapat kau baby!" Bisik Hanska menggoda di telinga Deena, membuat bulu kuduk istrinya berdiri.


"Hanska?" Tanya Deena mendongak kesamping dimana suaminya.


Deena langsung melingkarkan tangan di pundak Hanska, sedangkan sang suami memeluk pinggang rampingnya, menarik tubuh Deena ketengah lantai dansa.


Kini lampu sorot pun menyoroti mereka dengan beberapa pasangan lain, mereka berdua tak mau mempedulikan siapa itu.


Hanska tersenyum smirk mendekatkan bibirnya ke telinga sang istri, di kecupnya singkat.


"Baby, berani sekali kau memakai gaun terbuka di hadapan banyak lelaki begini!" Bisik Hanska geram menggoda di telinga Deena.


"Hanska! Berani sekali dirimu berpelukan dengan wanita lain didepanku." Sindir Deena tak mau kalah dengan mendongak menantang Hanska.


"Aku menunggu caramu menghukumku baby." Ucap Hanska penuh makna.


"Yang jelas ga aneh-aneh kaya kamu!" Balas Deena mencebikkan bibir.


Hanska menyungging senyum.


"Kau ingat baby, akan ada hukuman dariku selesai acara." Ingat pria itu menurunkan sebelah tangan mencubit bokong Deena tanpa seorangpun tahu.


Dengan lampu sorot menyorot kearah lain, mendukung keusilan Hanska menggoda sang istri.


Gluuukk.


Sempat-sempatnya mesum di keramaian gini.


Pikir Deena.


Semua pemandangan itu, tak luput dari sepasang mata yang melihat dengan geraman tertahan dari siempunya.


Mereka berdansa mengikuti alunan musik, hingga sampai diujung melodi, musik berganti tanda pasangan dansa pun berganti.


Tubuh Deena terhuyung paksa saat Calista menyerobot posisi Deena dari kungkungan Hanska dengan cara menyikut tubuhnya.


Pria itu geram melihat tubuh istrinya berganti dengan tubuh Calista, ditambah lagi menggeram marah saat pria lain tampak menangkap pinggang Deena.


Dia Devon Prakoso, duda keren dengan brewok khas menghiasi wajah petaknya.


Ingin sekali rasanya Hanska menepis tangan pria yang dengan tanpa dosa meletakkan di pinggang ramping Deena.


Deena? masih menyesuaikan deru napasnya sebab dorongan Calista tadi.


Takut membuat sang suami malu jika saja dirinya terjatuh. Untung tubuh limbungnya dengan sigap di papah oleh pria yang tak lain adalah daddy Nana.


"Ckk, aku menolongmu hanya karna Nana anakku." Ucap pria itu tak ingin membuat Deena salah paham atau baper.


Deena mencibir, mereka meneruskan dansa sama seperti Hanska yang mengikuti alunan musik dengan Calista.

__ADS_1


"Dih, yaudah makasih." Jawab Deena ketus memutar kedua bola matanya.


"Kenapa Nana memanggilmu mommy?" Tanya Devon basa basi.


Deena mengedikkan bahunya acuh.


"Katanya karna aku secantik bidadari, jadi si Chubby panggil itu." Jawab Deena ngasal tak fokus. Fokusnya terpusat pada sang suami yang membuat dadanya bergemuruh.


Wajah Deena terus menoleh kearah dua orang di sampingnya itu.


Devon pun mengikuti arah pandang Deena.


"Sayang, aku kangen banget. Aku sadar aku salah, maafkan aku ya sayang." Ucap Calista di dalam pelukan Hanska.


"Jujur aku tersiksa banget jauh dari kamu, setiap malam aku rindu."


Hanska. "...."


"Aku janji ga akan pergi lagi, kamu maafin aku yaa sayang." Cerocos Calista yang tak di dengar sedikitpun oleh Hanska.


Sumpah demi alek, bukan Hanska yang memeluk wanita itu. Bahkan tangan Hanska pun tertahan di pinggang Calista, sementara wanita itu yang melingkarkan tangan di pundak Hanska.


"Mereka cocok ya." Pernyataan Devon berhasil membuat Deena menoleh cepat kearahnya.


Deena mengernyit tak suka.


"Dih kaya emak sama anak gitu, mana si cewek tua banget dandanannya, bibir pun kaya baju merah kena matahari, cetar." Ejek Deena habis-habisan.


Sumpah Dee, ini bukan gaya lo bangett woy! 😭 biasanya lo main labrak aja udah.


"Prfftt.. dasar wanita." Cibir Devon tersedak liur sendiri.


"Sayang jangan diem aja dong, kamu kangen juga kan sama aku?" Tanya wanita itu menangkup wajah Hanska dengan kedua tangannya, memaksa Hanska menoleh ke wajahnya.


Gimana gue mau ngomong jir, kan elo yang dari tadi nyerocos.


Cibir Hanska dalam hati, sangkin malasnya pria itu meladeni Calista.


Bertahun-tahun Hanska sabar menunggu Calista menerima lamarannya, tapi di tahun ke sepuluh saat wanita itu menyetujui menikah dengan Hanska. Calista malah pergi di hari pernikahan mereka.


Malu tak seberapa di banding luka yang di torehkan dalam hati Hanska.


Cinta, kehangatan dan semua kata memuja untuk Calista sirna, saat kabar wanita itu pergi keluar negeri lalu berjumpa dengan seorang pria.


"Hmm.." Jawab Hanska dengan deheman menatap mata Calista malas.


Tatapan Deena tak lepas dari mereka berdua, begitu juga Devon yang bergantian menatap Deena dan orang di samping mereka.


Mata Deena membulat saat Calista tampak berjinjit dengan meraih tengkuk Hanska, ancang-ancang memcium.


Chuupp.


To Be Continue >>>


Demi apaa!! Itu si Calis" kok di diemi makin ngelunjak yeee.

__ADS_1


Hujat di bawah!! like.


NEXT!!!


__ADS_2