Presdir Bucin

Presdir Bucin
Menghentikan Serangan Pelakor!!


__ADS_3

Mon maap yee bun, agan and sissttt semua tercinteehh😭😭 part sebelum nya ga seperti yg kalian pikir. Cuma iseng ajaa buat kalian gregett (Padahal mah ada part yg hilang)


Okee dah NEXTT


Happy Reading Hati hati typo waak" semuaa🧡🧡🧡


________________


Tatapan Deena tak lepas dari mereka berdua, begitu juga Devon yang bergantian menatap Deena dan orang di samping mereka.


Mata Deena membulat saat Calista tampak berjinjit dengan meraih tengkuk Hanska, ancang-ancang memcium.


Chuupp.


Hanska milikku!


Batin seseorang.


"......"


Seketika suasana mendadak hening. Pas sekali lampu sorot menyoroti pasangan dansa itu.


Para media yang di sewa Calista pun tak berhenti memotret. Demi apapun, besok. Ah tidak, saat ini juga akan muncul berita menggemparkan seluruh pelosok negri.


Cekrek. Cekrek. Cekrek.


Para reporter hanya bisa mengambil gambar sampai di situ saja saat pasukan pengawal utusan Arga datang dan mengusir mereka. Biarpun begitu namun dapat terlihat jelas jepretan mereka.


Seorang Hanska dicium oleh gadis tak di kenal, terlebih lagi di hadapan kekasih lamanya yang seorang ratu film.


"Waah.. siapa gadis itu?"


"Berani sekali dia mencium tuan Hanska."


"Kita lihat aja, pasti tuan muda mengamuk dan mempermalukannya."


Bisik-bisik riuh mulai terdengar di ballroom raksasa itu, ada yang menatap kagum, ada pula yang menghujat Deena.


Lah kenapa bisa jadi Deena yang kena? Ehem.. begini kronologisnya.


Saat Calista hendak mencium Hanska ketika lampu sorot menyoroti mereka, Deena dengan cepat menyikut wanita itu hingga terlepas pelukannya pada Hanska.


Hal sama yang dilakukan Calista tadi padanya.


Skor satu sama mbaknya.


Batin Deena bersorak di sela ciumannya pada Hanska.


"Apa yang kau lakukan?!" Bentak Calista mengepal tangan geram.


Deena menoleh kearahnya sambil tersenyum manis.


"Menghentikan Serangan Pelakor." Jawabnya santai.


Lalu kembali menautkan bibirnya dengan bibir sang suami.


Seringaian Hanska muncul melihat respon sang istri yang menurutnya Berani.

__ADS_1


Niat hati ingin melihat bagaimana reaksi Deena ketika dirinya dengan Calista. Apakah istrinya itu peduli sampai menyindirnya seperti tadi, ataukah Deena mengalah.


Ternyata Deena terpancing, begitu juga para pembaca yang mengira Hanska beneran di cium oleh Calista. 😭😂😂


Mon maap ga semudah itu Ferguso. Kalau pun Deena tak menyerobot posisinya, tentu Hanska akan menolak dengan tegas Calista yang hendak menciumnya.


Tentu saja Hanska merasa jijik dengan bibir wanita lain. Hanya bibir sang istri saja yang dapat di terimanya.


Enak saja kau mencium lakik orang, dih! lupa apa dia waktu itu heels nya patah gara-gara ngatain aku.


Begitulah isi hati Deena saat melepas ciumannya pada sang suami.


Hanska tak membiarkannya begitu saja, Diraihnya tengkuk Deena cepat agar bibir mereka kembali bertaut.


Devon yang melihat Deena berlari kearah Hanska pun terkejut. Berani sekali gadis itu mengusik pria kejam tak berprasaan seperti Hanska, dalam hati mengasihani Deena.


Yee ga tau aja dia gimana Hanska ke Deena. 🤣


Arga tersenyum puas dari atas sana, dia mengangkat tangan untuk memanggil asistennya.


"Siapkan kejutan." Ucapnya pria itu. Setelah Hanska, titah Arga adalah perkataan mutlak kedua yang hampir setara dengan perkataan Hanska.


"Baik pak." Jawab asisten dengan beberapa pengikutnya.


Tak Hanya Calista, seluruh tamu pun di buat syok melihat respon tuan muda mereka.


Beberapa kembali dengan pembicaraan mereka dan kebanyakan wanita hanya diam menunggu hal mengejutkan apa yang akan terjadi.


Calista berdiri di sisi kedua pasutri itu dengan kepalan tangannya, dalam hati menyumpah serapahi Deena.


"Dasar jal*ng kurang ajar beraninya kau cium calon suamiku!" Bentak Calista tertahan masih sadar di depan umum, tangannya menarik bahu Deena kasar, terlepas lah ciuman Hanska dari istrinya.


Satu tamparan mendarat dengan cepat di pipi Deena, Hanska maju hendak mencekik leher Calista yang dengan berani menampar istri mungilnya di depan mata Hanska.


Deena menghalangi Hanska, tak ingin membuat reputasi suaminya itu rusak dengan masalah sepele begini.


"Ini urusan wanita, biar Dee aja yang urus." Bujuk Deena mengecup rahang suaminya.


Alis Hanska yang awalnya bertaut marah, kini kembali normal. Senyum puas terbit di bibirnya lalu membentuk seringaian tajam, ingin melihat bagaimana istrinya itu melawan Calista.


Mengambil posisi sebagai bekingan, Hanska mengangguk. "Jika kau tak sanggup membalasnya, bilanglah baby."


Deena menaikkan alis. "Kau meremehkanku Hanska." Jawab Deena berbalik badan.


Kakinya melangkah santai mendekati Calista dengan ekspresi sulit di baca.


"Wah wah pelakor mulai marah."


"Pstt gue di pihak nona Calista."


"Iya iya kita juga."


"Kenapa?" Tanya salah satu diantara mereka.


Bisik-bisik terdengar.


"Udah jelas dong, kan Calista calon istri tuan Hanska." Jawab salah satunya yang lain menyetujui.

__ADS_1


"Lo ga lihat, yang salah juga si jal*ng itu main rebut ciuman Calista."


"Udah putus kali tuan Hanska sama si Calista, mungkin itu pacar barunya."


"Bener, mungkin cewek itu emang pacarnya tuan Hanska." Bela yang lain berada di pihak Deena.


"Tuh cewek juga ga kalah cantik sih dari Calista."


"Iya menurut gue juga cocok, si cewek kelihatan natural."


Beberapa orang menyetujui Deena dengan Hanska, terjadilah sesi cocokologi dadakan.


"Kamu nona Calista kan?" Tanya Deena berdiri beberapa centi di hadapan wanita yang kini menatap merendahkan Deena.


"Hanska calon suamimu?" Tanya Deena lagi masih dengan raut tenang.


Padahal mah dalam hati udah kaya kucing betina ngamuk tau ga sih.


Dasar om om, udah punya calon istri masih aja nikahin cewek lain! Lihat gimana Deena menghukummu.


Batin Deena menggerutu sang suami.


"Kalau iya kenapa? kau tau salah, mau memohon bagaimana padaku? sebaiknya bersujud minta maaf karna sudah mencium calon suamiku!" Jawab Calista dengan arogan, masih melipat tangannya di depan dada.


"Bersujud? maaf mba saya masih punya sang pencipta untuk di sembah." Jawab Deena dengan mimik serius mendekatkan wajahnya ke wajah Calista.


"Pprfftt.." Hanska dan beberapa orang tersedak menahan tawa mendengar jawaban telak Deena.


Jal*ng sial! beraninya dia melawanku.


Batin Calista.


"Kau tahu tidak apa hubungan kami?" Tanya Calista mengeluarkan kartu AS-nya.


Deena menggeleng tenang.


"Sepertinya kau tak tahu, kami sudah bersama selama sepuluh tahun, tiga tahun lalu karna kebodohanku, pernikahan kami batal, Hanska sangat mencintaiku bahkan sampai sekarang dia masih menungguku. Sedangkan kau?! saat ini dia bersamamu itu karna mengisi posisiku sementara. Kini aku kembali, kau sudah boleh pergi." Jelas Calista percaya diri.


Hanska menghela napas, sudah menyiapkan diri jika Deena murka lalu membuat rusuh melihat sifatnya yang kekanakan.


"Oh ya? but mon maap nih mba, emang kamu kurang smart sih ninggalin pria sepertinya padahal banyak loh sainganmu. Aku ambil deh jadinya." Jawab Deena.


Dia tertawa anggun dengan suara khasnya yang indah mengejek Calista. Membuat beberap pria terpana, sedangkan Hanska menggeram kesal.


"Memang jal*ng! pelakor!!" Bentak Calista mengangkat tangan hendak menampar Deena lagi.


Tentu saja di tahannya. Walau tubuh Deena lebih pendek dari Calista, tapi kalau soal tatapan, Deena lebih jago memberikan tatapan dinginnya.


"Sayang ya, yang katanya artis besar tapi ga bisa jaga kelakuannya ke SUAMI, Orang. Malah ngatai ISTRI SAH-nya pelakor lagi ckckck." Jawab Deena berdecak sambil menggelengkan kepala heran.


Nadanya menekankan kata suami dan istri sah.


Hanska tersenyum puas, kakinya melangkah mendekat kearah sang istri.


To Be Continue >>>


Gimanaa?? puas khann yg di cium itu bukan Calista.

__ADS_1


Follow, Like and Komen di bawah.


NEXT!!!


__ADS_2