Presdir Bucin

Presdir Bucin
Istri Presdir?!


__ADS_3

Mon maap lama up sayaang"kuuu.. masih ada yg inget ama Hanska Deena ga?πŸ’” semoga masih🧑🧑


Happy Reading, Hati hati typo πŸ’ž


_______________


Walau karyawati itu sudah gemetar, namun dia akan berkata jujur demi hati nuraninya sebagai manusia.


"Kurang ajar!! kau memfitnah bu Nita. tuan jangan dengarkan dia." Bentak wakil manager.


"Maaf tuan, sebagai manusia saya punya hati dan harga diri, saya akan berkata jujur walaupun harus di pecat, disini banyak yang melihat jika nona ini di hina, di jambak dan bahkan di tampar, sebab itulah nona ini menampar bu manager tuan." Jelas Fatimah panjang lebar.


"Dan lagi, gaun ini sebenarnya sudah rusak oleh mereka! tapi malah mereka ikut mengompori dan nona ini di paksa membayar dua kali lipat tuan. Mohon maaf tuan jika perkataan saya kurang ajar." Tambah Fatimah menjelaskan.


Hanska tampak tak merespon, dia terlihat cuek dan dingin melihat Fatimah.


Dalam benak Danita, Hanska juga tak mempercayai perkataan Fatimah.


"Tidak benar tuan, saja bisa menjamin semuanya. Dan lagi gaunnya di sini saat ini, tak terlihat sedikitpun kecacatannya." Jelas Danita membantah.


Bila di lihat pun memang tak ada cacat di gaun tersebut. Danita membantah karena memang dia tak tahu jika gaun itu ada rusak oleh kedua karyawannya.


Sedangkan dibelakang sana tampak dua orang yang tak sengaja merusak gaun itu pun tampak pias.


"Gimana nih kak? Dia tau." Bisik salah satunya.


"Psstt sudah diam saja dek, biar bu Nita yang urus, kita harus tampak biasa aja." Bisiknya berharap rekannya itu tak mencuri perhatian.


"Tuan tolong beri saya keadilan, jika bu Rhea tahu saya akan di pecat membiarkan gaun ini di sentuh sembarangan." Ucap Danita tampak menyedihkan.


Hanska tampak manggut-manggut penuh arti, entah apa yang tersimpan dalam hatinya, hanya dia dan sang pencipta sajalah yang tahu.


"Cih drama!" Bisik salah satu pengunjung jauh di belakang sana.


"Udah ah ayo bubar."


"Iya ayo ayo males deh kesini lagi."


"Ayo cabut ah."


"Tapi sayang banget ada cogan."


Beberapa pengunjung tampak meninggalkan tempat. Hanya tersisa beberapa yang ingin menyaksikan pertunjukan ini berakhir bagaimana.


Tangan didalam saku Hanska keluar, menarik dagu Deena mengarahkan pandangan istrinya kearah Danita.


Danita yang kepedan, merasa Deena akan di hukum di depan matanya sendiri.


Hanska menunduk, mendekatkan wajahnya ke telinga sang istri.


"Sayang.. kenapa ringan sekali hukumanmu untuk mereka." Tanya Hanska yang lebih tepatnya pernyataan, berdiri di belakang Deena bagai tameng dengan sebelah tangannya melingkar di pinggang istrinya.


Jedaar.


Bagai di sambar petir di siang bolong.


Krik krikk. sejenak.

__ADS_1


Seluruh karyawati yang menghina dan ikut menyudutkan Deena, tampak pias semua dengan wajah pucat pasi seakan darah mereka habis tak bersisa.


Danita yang terpelongo menatap Hanska dalam, seakan mencari jawaban pasti.


"Apa..apa? ga paham gue." Tanya pengunjung belum paham situasi.


"Si tampan dah punya pacar duh belum jadian gue dah sakit hati." Ucap lainnya dengan sedih.


Seketika riuh kembali oleh perkataan Hanska.


Hanska membalik tubuh Deena membuat istrinya mendongak kearahnya.


"Ingat sayang! dimanapun kau berada, kau adalah istri dari Hanska Regantara Alzavier, tak ada yang boleh menyinggungmu, siapapun yang menghinamu akan kubuat dia menderita!" Jelas Hanska tegas dengan penuh penekanan mengucap kata istri dan ancaman.


"Mampus gile itu yang di hina istri presdir?" Tanya salah satu penonton.


"Ah.. potek hati guwe." Banyak terdengar ucapan-ucapan patah hati dari penonton.


Termasuk aing..! Saiya juga mau dapet suami model ginian Ya Allah, udah ganteng maksimal, tinggi, bucheen, pekerja keras pula, kasih atuuu plis.. 😭😭😭


Ogeh lanjutπŸ‘‡πŸ»


Glukk.


Danita meneguk ludahnya kasar.


"Ma..maksud tuan d..dia.." Ucapan salah satu karyawati terpotong.


"Kau ku pecat, sampai kapanpun namamu akan ter-black list dari perusahaan besar maupun kecil selamanya tak akan mendapatkan pekerjaan di negara ini!" Jelas Hanska dingin, bahkan berkata seperti itu hanya menatap istrinya seorang.


"A..ampun tuan! Ampun jangan pecat saya.." Terlihat karyawati yang menampar Deena tadi, bersimpuh dihadapannya memohon ampun.


Walau mata Deena masih memerah antara menahan kesal dan sedih, namun dia menahan air matanya yang sempat memupuk di hadapan Hanska.


Alhasil Deena memeluk tubuh Hanska dan menyembunyikan wajahnya didada sang suami.


"Peluk guwee peluk!" Histeris yang lain.


"Aaa... mau di peluk om ganteng jugaaa.."


"Maakk.. tolong mak anakmu pen nikah!"


"Ya Awlooh sisain atu yang kek ginian."


"Jiwa jomblo gue meronta minta di nikahin sekarang juga!"


Ini lebay banget ga sik? 😭 aing agak gimana gitu ya nulisnya wkwk, ah sudahlah. Ngehalu ini menyesakkan hikss..


"Arga." Panggil Hanska.


"Ya tuan?" Jawab Arga muncul dengan membenarkan kaca matanya.


"Periksa siapa saja yang menghina dan ikut menyudutkan istriku, pecat dia dari sini, buat seumur hidupnya tak diizinkan menginjakkan kaki di seluruh perusahaan Alzavier Group." Titah Hanska dingin melebihi dingin es di kutub.


"Satu lagi! usir perempuan ini keluar, cabut semua kerjasama keluarganya di perusahaan kita baik luar maupun dalam negeri, black list namanya, copot jabatan ayahnya sebagai direktur utama." Tambah Hanska tak ada ampun, baik siapapun yang mendengar akan bergidik dibuatnya.


"Baik tuan, saya laksanakan." Jawab Arga membungkuk undur diri.

__ADS_1


Sebenarnya Hanska hanya kesal, kenapa istrinya ini tak mengandalkan saja namanya saat mendapat masalah. Padahal hanya membawa nama Hanska dan masalah akan selesai, bahkan dimana pun Deena berada ada Dia akan di jamu layaknya ratu dalam seluk beluk negara ini.


"Ampun tuan.. jangan usir saya, saya akan melayani tuan." Ucap Danita memohon di kaki Hanska tanpa tahu malu menyentuhnya.


Danita tak percaya Hanska tak tergoda oleh kecantikan dan ke-molekan tubuhnya.


Dia menatap Deena, senyum smirk terbit, bahkan egonya tinggi sekali sampai-sampai masih sempat mengutuk Deena dalam hati.


Danita cantik dan sexy, Deena akui itu tapi akhlaknya nol persen.


"Menjauh!" Ucap Hanska menendang Danita menjauh darinya.


Walau Danita sempat terkejut namun dia mendekat lagi.


"Saya akan lakukan apapun untuk anda tuan! akan saya layani dengan baik, saya mohon terima saya!" Ucap Danita percaya diri dengan menggoda Hanska, seolah-olah dia akan menjual tubuhnya untuk Hanska pun rela.


Hanska tampak diam sejenak merasakan tubuh Deena kaku, saat mendengar permohonan dari Danita.


"Lihatlah sayang, ada banyak wanita ingin merebutku darimu." Bisik Hanska sensual tepat di telinga istrinya.


Deena sontak mendongak menatap sang suami, bibirnya menekuk cemberut.


Deena melepaskan pelukannya di pinggang Hanska, berbalik badan menatap Danita.


Plaakk.


Satu tamparan keras Deena hadiahkan lagi di pipi Danita.


"Ini untuk semua bullyan yang kau buat semasa sekolah!" Bentak Deena tegas menatap garang Danita yang saat ini beralih memegang pipinya.


Mata Danita melotot kedalam mata Deena.


Plaaakk.


"Dan ini! untuk cewek genit yang berusaha menjadi PE.LA.KOR. Hadepin dulu nih biniknya kalau mau godain lakik orang." Tambah Deena menghadiahkan satu lagi tamparan keras di tempat yang sama, membuat sudut bibir Danita mengeluarkan darah.


Pipinya mulai membiru sebab Deena tiga kali menampar di tempat yang sama.


Banyak yang menatap kagum kearah Deena, termasuk Hanska, pria itu merasakan banyak bunga-bunga bermekaran dalam hatinya. Dia tersenyum.


"Usir dia!" Titah Hanska.


Beberapa bodyguard maju untuk mengusir Danita dari hadapan tuan mereka.


"Lepas!! lepaskan aku! tuan! tolong saya!" Teriak Danita menangis memohon ampunan.


"Tolong.. tuan ampuni kami."


"Ampuni saya tuan."


Teriakan-teriakan histeris terdengar, saat beberapa karyawati di seret keluar oleh bodyguard.


To Be Continue >>>


**Jan marahin aing :' Tolong aing ga tahan sama pelakor, jadi langsung basmi aja dah di tempat key πŸ˜­πŸ˜­πŸ‘πŸΌ


komen ae di bawah πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ» like and follow cerita ini**.

__ADS_1


kusayaang kalian pluss" no minus dah 🧑🧑🧑


__ADS_2