
Cusss lanjut naissss, sebelum itu follow cerita ini, like, share and komen di bawah.
Happy Reading semuaa, hati-hati typo 🧡🧡
___________________
"Selamat tuan, istri anda sedang mengandung." Ucap dokter memberi selamat, senyumnya tampak merekah.
Deena langsung menoleh. "Ha..hah?! yang bener dok?" Tanyanya melupakan gejolak yang sedari tadi mendesak ingin keluar.
Mungkin efek segar dari aromaterapi yang mengepul melalui mesin ultrasonik diffuser, membuat rasa mualnya menghilang.
Dokter mengangguk antusias, masih mengarahkan transduser mirip stik diatas perut Deena.
"Sudah memasuki minggu kesembilan." Tukas dokter itu.
Hanska mengecup dengan sayang, kening Deena yang selalu di sentilnya.
"Makasih." Ucapnya tulus. Deena tersenyum lebar sekali mendengar berita kehamilannya, dalam hati tak henti mengucap syukur.
"Jadi, bagaimana perkembangannya dok?" Tanya Hanska penasaran.
Tangannya menggenggam tangan Deena.
"Lihat, mereka sudah sebesar ini." Jawab dokter menunjuk kearah monitor yang berwarna merah putih, tampak dua bulatan abstrak dan samar berjarak.
"Mereka? maksud dokter istriku hamil anak kembar?" Tanya Hanska memastikan.
Tampak dokter mengangguk. "Benar tuan." Jawabnya.
Deena langsung menengadah kearah suaminya dengan senyum merekah, kebahagiaan tampak jelas tak dapat tertutupi.
"Kembar Hanska! Deena dapet dua!" Pekik istrinya kegirangan menunjukkan dua jari.
Dokter menyipit kearah monitor, mengarahkan transduser sedikit kebawah dengan pelan.
Matanya membulat tampak terkejut, lalu mengubah raut wajah tampak tersenyum jenaka sambil menggeleng.
"Sepertinya yang satu lagi sedikit jahil, dia bersembunyi diantara saudaranya." Ucap sang dokter menunjuk kearah bulatan abstrak yang sangat samar.
Tampak seperti bersembunyi.
Deena kehilangan kata-katanya. "Hanska!" Pekiknya senang.
Hanska mengangguk sambil tersenyum hingga matanya menyipit. Dikecupinya seluruh wajah Deena, mengabaikan sang dokter yang masih ada diantara mereka.
"Aku bahagia baby." Gumam Hanska.
Setelah dokter menjelaskan hal, termasuk yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Hanska menjenguk para bayinya, menghindari aktivitas berat dan lainnya.
Kedua pasutri itu pun pamit undur diri.
"Arga, Arga! aku punya bayi tiga!" Teriak Deena kesenangan memamerkan kehamilannya.
Hanska yang sedang mengusap-usap surai Deena di pelukannya pun, hanya menggeleng maklum melihat begitu antusiasnya sang istri.
"Wah, anda sungguh beruntung nyonya, selamat kalau begitu." Ucap Arga ikutan senang mendengar kabar kehamilan Deena.
Euforia membahagiakan itu jelas mengelilingi sekitar Deena.
"Pengen makan sesuatu?" Tanya Hanska lembut.
Deena mendongak lalu menggeleng. "Belum, tapi pengen dielus-elus." Jawabnya polos.
Hanska tersenyum smirk. "Dielus-elus?" Tanyanya membeo.
Deena memicing sambil menggeleng. "Ga boleh aneh-aneh Hanska, inget kata dokter, pu-a-sa." Jawabnya seolah memperingati.
Hanska berdecak. "Mengurangi baby, bukan puasa." Ralatnya tak terima jika harus benar-benar menahan diri selama tujuh bulan.
"Iya deh mumuaah." Jawab Deena dengan isyarat cium jauh.
Drrtt. Drrttt.
Ponsel disaku Hanska bergetar.
Tampak Dirga Boy Calling.
"Ada apa?" Tanya Hanska menjawab panggilan adiknya.
"Ale mau ngomong sama kakak ipar bang."
__ADS_1
Jawab suara berat dari sebrang sana.
Hanska berdehem lalu mendekatkan ponsel genggamannya ke telinga sang istri.
Siapa?
Tanya Deena dengan isyarat bibir.
"Pacar Dirga mau ngomong." Jawab Hanska menekan tombol pengeras suara.
"Hallo?" Sapa Deena.
"Dee! omaygatt omaygatt! emas intan permata besi berlian gue! huhuhu." Teriak Aleta lebay dengan suara nyaringnya yang khas, membuat Deena menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kesian banget telingaku Al, hikss." Jawab Deena nelangsa.
"Btw sorry, but sumpah gue kesel banget Dee huwaa."
Rengek Aleta terasa sekali dirinya sedang menahan kekesalan.
Deena menoleh kearah Hanska, tampak suaminya itu fokus menatap layar ipad dengan sebelah tangan, lalu satu tangannya lagi memeluk pinggang Deena posesif.
"Kenapa hmm? heboh bener kaya stok cokelat abis aja di dunia." Ledeknya terkikik geli.
"Gue serius tau Dee, lo ga liat apa forum universitas? berita tentang lo jadi trending topik coy."
Jawab Aleta menggerutu.
"Masa lo di bilang gonta-ganti pasangan sampe hamil sih Dee?! sue banget tuh pen gue tampol muke orang yang nyebarin berita hoak tentang lo, ini ka Dirga masih ngelacak siapa biang kerok yang nyebar foto elo."
Maki Aleta menggebu.
"Nih ye, gue dari jurusan hukum aja sampe tau, emang gada akhlak tu orang."
Alis Deena tertaut. Biasanya kalau sudah seperti ini berarti Aleta sedang serius.
"Sabar Al, tarik napas~ buang." Balas Deena. Aleta mengikuti intruksinya.
Sedangkan Hanska yang tadi masih fokus dengan sahamnya pun, langsung menoleh kearah sang istri.
"Apa?! Arga, cepat balik kantor." Titah Hanska dengan geraman.
"Sabar atuh sayang jangan marah, nanti anak-anak kaget loh." Ucap Deena menenangkan suaminya.
Hanska membuang napas kasar lalu berdehem. "Tidak baby, aku hanya kesal." Jawab suaminya.
Deena meledek.
"What, anak?! Demi?" Pekik Aleta terkaget, lebih shock dari pada mendengar sahabatnya difitnah.
Deena malah terkekeh mendengar respon sahabatnya, seolah berita yang bagi Aleta serius itu bukanlah apa-apa.
"Aku hamil, kembar tiga!" Jawab Deena memekik senang.
Sama seperti Hanska, Arga pun jadi tenang melihat respon nyonya-nya yang tak terlalu peduli dengan berita di forum universitas.
"Kyaaaa! beneran Dee?!" Tanya Aleta dengan girang. Deena tanpa sadar mengangguk.
"Ebuset! tiga?!"
Deena mengangguk lagi. "Surprise paling best, yuhu." Jawabnya.
"Aaa.. selamat ya cintakyuu! semoga ponakan gue sehat semua dan jenius-jenius. terharu gue bakal jadi aunty huhuhu." Ucap Aleta mendramatisir.
"Aamiin, makacii aunty." Balas Deena dengan suara khas anak kecil.
Tak.
Terdengar suara jentikan dari posisi Aleta.
"Dapat." Ucap Dirga.
"Siapa-siapa?" Terdengar Aleta bertanya penasaran.
Deena diam mendengarkan.
"Larasati Bakara, anak dari Bakara dari jurusan Arsitek." Jelas Dirga dari sebrang sana.
"Sial! Gak jera juga rupanya keluarga Bakara itu." Kesal Hanska sampai memaki.
"Hanska." Tegur Deena memperingati agar suaminya itu sabar.
__ADS_1
"Mampusin aja bang! biar tau rasa tuh adek sama ibu tirinya Deena." Kompor Aleta sependapat dengan Hanska.
...~~~...
...Forum Universitas....
...(Photo)...
...(Photo)...
98.496 Comment.
@xxhjiahyu
"Hah?! Masa Deena gitu sih?"
@miwindayaa
"Iya, ga mungkin ah."
@sarahvello
"Hoaks lo yang sebarin beritanya."
@jjajangmyeo
"Jangan nilai orang dari luarnya ckk."
@aletannmrr
"Palsu. Asu. hadepin gue sini jir!"
@istrisehun
"Oh pantes, sok alim."
@aletannmrr
"Yang di atas dedemitnya. Ficekk!"
@nurohiyunnn
"Kecewa gue Dee."
@akusiapayaa
"Siapa itu Deena?"
@pcrjennie
"B aja sih njirr."
@xxvhnvian
"Asu lo, pasti palsu."
All Comments >>
Deena malah menggelengkan kepala heran, melihat reaksi beragam dari seluruh penghuni forum.
"Kenapa? pusing?" Tanya Hanska mendekati istrinya dan mengurut pelan kepala Deena.
Deena tampak mendongak sambil tersenyum. "Ga kok, cuma kekeh aja." Jawabnya.
Hanska duduk disamping Deena melihat layar ponsel istrinya.
"Heboh banget ya." Ucap Hanska.
Deena berdehem. "Hans, Deena minta tolong boleh?" Tanyanya.
"Apapun kecuali pergi dari hidupku." Tegas suaminya memeluk Deena posesif.
"Deena mau..."
To Be Continue >>>
Gimana menurut kalian?
Like, follow and komen di bawah👇🏻
NEXT!! NEXT!!
__ADS_1