Putri Mahkota

Putri Mahkota
jadi seperti itu


__ADS_3

Geraldy membawa sarapan yang dia buat sendiri untuk putrinya


"sayang ayo sarapan dulu" Geraldy meletakan nampan dimeja yang berada tak jauh dari tempat tidur Manaka


Geralsy membantu Manaka untuk duduk


"aku tidak lapar ayah" ucap Manaka


"kau harus makan sedikit saja iya kau kaus minum obat"


"tidak aku tidak mau makan sebelum ayah mengatakan siapa Ruchika"


"Manaka sebesar itukah kau ingin mengetahui siapa Ruchika??"


"ayah apa kau ingin melihat putrimu terus mengalami kecelakaan dan mempertaruhkan hidupnya??"


"apa maksudmu?? jangan bicara sembarangan kau adalah segalanya untuk ayah apapun akan ayah lakukan untukmu"


"kalau begitu katakan siapa Ruchika??"


tak punya pilihan lain akhirnya Geraldy menceritakan siapa Ruchika pada Manaka sambil menyuapi putrinya


"jadi seperti itu,, aku mengerti sekarang kacurugaanku dan paman dokter kemungkinan besar maang benar"


"apa maksusmu??"


Manaka menceritakan apa yang terjadi di tempat itu ketika dia sedang mencari Cherry

__ADS_1


"ayah kemungkinan besar Ruchika masih hidup,, dan ayah wanita yang bernama Utari itu suaranya itu suara wanita yang mengancamku waktu itu"


"baiklah kau istirahat saja jangan banyak pikiran" Geraldy kembali membantu Manaka untuk tidur kembali


"Geraldy apa aku bisa melihat Manaka??" tanya Cherry


"tentu saja" Geraldy tersenyum sambil membawa nampan bersisi piring dan gelas kotor


"Cherry aku titip Manaka,, ada hal penting yang harus aku kerjakan dengan Camellia"


"iya baiklah kau bisa mempercayai ku seperti dulu setiap kali kau ingin menemui kekasihmu diam diam" goda Cherry


Geraldy hanya tersenyum


Geraldy memberikan nampan pada pelayan dia langsung pergi


"Geraldy apa yang sedang kau pikirkan??" Tanya Camellia Geraldy menatao Camellia



"kau bertanya seolah kau tidak tahu apa yang aku pikirkan,, bukankah kau bisa membaca pikiran orang lain??"


"iya itu benar tapi tidak berguna untukmu"


"kenapa??"


"karena aku mencintaimu jadi aku tidak Inging mencurigaimu itu sebabnya aku memutuskan untuk tidak mengetahui apa yang kau pikirkan"

__ADS_1


"Camellia mengenai kejadian demi kejadian yang menimpa Manaka sebenarnya"


"kau mengetahui sesuatu??"


"sepertinya apa yang kita pikirkan memang benar Ruchika memang masih hidup tapi Utari Manaka bilang Utari adalah wanita yang mengancamnya dihari itu saat kita sedang mencari Cherry"


"kasus ini semakin sulit untuk dipecahkan,, oh iya tadi kak dokter juga bertanya padaku apa aku bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Ruchika hari dimana dia mengakhiri hidupnya"


"Camellia ayo pergi"


"ehh"


Geraldy menarik tangan Camellia dan pergi dari sana


Mereka pergi ke tampat dimana Ruchika mengakhiri hidupnya waktu itu


"disini aku dan Rei sangat jelas melihat tubuhnya jatuh disini" Geraldy menunjukkan tempat dimana Ruchika jatuh


Camellia memejamkan matanya dia mengeluarkan liontin yang ditemukan oleh mereka dikerajaan Selatan


tubuh Camellia perlahan mengeluarkan cahaya kini Camellia bisa mengendalikan kekuatannya


"Geraldy bisa kau pengang tanganku??" Camellia mengulurkan tangannya yang disambut oleh tangan Geraldy


Keringat dingin membasanhi tubuh Camellia apa yang dia lihat tidak bisa dilihat oleh Geraldy,, Geraldy hanya berharap mereka akan menemukan petuntuk agar kasus itu bisa segera dipecahkan


bagaimana pun juga keluarga Geraldy salah satu korbannya walaupun Geraldy selalu mendapatkan perlakukan yang tidak adil namun Geraldy sangat berharap keluarganya kembali bersamanya

__ADS_1


Camellia membuka matanya perlahan cahaya ditubuhnya menghilang Camellia menatap kesatu arah disebelah Utara.


__ADS_2