
hari demi hari berlalu tanpa sepengatahuan Vin Alexa terus berusaha mengumpulkan setiap bukti di balik kecelakaannya waktu itu
sudah hampir satu bulan Alexa tidak menampakan dirinya di perusahaan dan akhirnya hari ini dia kembali ke perusahaan semua karyawan menyambut Alexa dengan hangat bercampur ke takutan bagaimana tidak selama Alexa menjadi CEO dia tak segan memecat karyawannya bahkan sampai hati membiarkan karyawan itu menjadi pengangguran selamanya
Alexa datang ke kantor dengan raut wajah seribu arti sangat sulit menebak perasaan dan pikiran Alexa moodnya yang mudah berubah selalu memberikan kejutan untuk orang di sekelilingnya
seperti halnya dengan hari ini ketika salah satu karyawan masuk ke ruangan Alexa untuk mendapatkan tandatangannya
brak.....
Alexa melemparkan dokumen di tangannya tepat pada tubuh karyawan di depannya "apa apaan kalian in! apa kalian sudah bosan bekerja?!! seperti inikah cara kerja kalian selama aku tidak di sini?!" hardik Alexa
betapa gemetarnya karyawan itu mendapatkan hardikan dari bosnya,, bahkan Alexa baru membaca halaman pertama saja namun sudah melemparkan berkas tersebut
lagi lagi dengan gemetar karyawan tersebut keluar dari ruangan CEO melihat dirinya nyali semua karyawan lain ikut ciut dan ikut gemetar
"ehh aku tebak nona Alexa bakal meledakan perusahaan lagi"
"husstt jangan sembarangan bicara"
"memangnya kenapa itu faktanya"
__ADS_1
"iya memang itu faktanya,, andai aja ada tuan Arga pasti moodnya nona Alexa bakal bagus"
"ehh ehh bukannya tuan Arga Kline penting dari Indonesia??"
"iya benar"
"desas desus mereka itu sudah terdengar sampai ke seluruh perusahaan"
"bisa jadi nyong Camellia juga sudah tahu,, gimana pun juga dia kan yang di tunjuk oleh nyonya Camellia menggantikan nona Inaba"
"iya benar andai saja waktu itu nona Inaba selamat dia tidak akan muncul"
tanpa mereka sadari ternyata Alexa ada tepat di belakang mereka,, Alexa sudah bersiap dengan emosinya yang sudah tak terbendung lagi
kalimat dari salah satu karyawan tersebut mampu meredam amarah Alexa namun bukan berarti Alexa akan terus menoleransi karyawan yang bermalas malasan
"kalian semua mulai hari ini aku turunkan jabatan kalian!" tegas Alexa kepada semua karyawan yang menggosipkannya
Alexa pergi kembali ke ruangannya sedangkan para karyawan itu masih tak percaya mendapatkan kenyataan tersebut hanya mampu saling menatap satu sama lain tak mengerti lagi dengan tingkah atasannya
di ruangan CEO Alexa kembali dengan semua dokumen yang tak ada habisnya,, Chika yang telah kembali beberapa minggu lalu masuk dengan segelas kopi untuk nonanya "nona kopi anda" ucap Chika sambil menyajikan segelas kopi di meja kerja Alexa "hmm" balas Alexa singkat
__ADS_1
bukannya langsung minum Alexa malah mengabaikan Chika "nona ada apa dengan anda?? hari ini terlihat murung apa ada masalah??" tanya Chika "tidak apa aku hanya sedang berpikir saja apa aku sebaiknya pergi berlibur atau tidak?? tapi aku sendiri baru kembali ke perusahaan setelah beberapa urusan pribadiku tetapi tetap saja aku tidak bisa terus berurusan dengan semua dokumen ini sangat melelahkan ahhh serba salah sekali Chika" balas Alexa dengan wajah muram bercampur sedikit stres
"kalau begitu solusi terbaik nya adalah jam kerja anda harus di kurangi nona jangan terlalu memaksakan diri untuk terus bekerja ada banyak sekali karyawan disini biarkan saja mereka yang bekerja semestinya dan anda bisa bekerja semestinya juga"
Alexa sedikit berpikir kemudian berjalan menjauhi mejanya melihat ke arah luar dari tembok kaca ruangannya "aku mengerti baiklah tinggalkan aku sendiri,, oh ya rapat sore nanti kau yang urus biarkan Helena mengerjakan pekerjaan lainnya" Alexa menatap Chika "baik nona dengan senang hati dan penuh hormat" balas Chika senang
Chika pergi seseorang keluar dari persembunyiannya seorang gadis yang cukup cantik namun sangat dewasa dari wajahnya terlihat jika gadis itu berasal dari Eropa asli meski Alexa tinggal di Eropa namun faktanya dia masih berdarah Asia hal tersebutlah yang membuat wajahnya tetap seperti saat ini
"bagus sekali mengalihkan perhatiannya dengan memberikan tanggung jawab besar padanya" Suhut gadis itu
Alexa berbalik menekan satu tombol dan seketika tirai tertutup untuk beberapa bagian kaca yang bukan kaca satu arah "Helena kau tahu selama beberapa bulan ini aku tinggal bersamanya aku jadi banyak belajar untuk selalu waspada" balas Alexa penuh penekanan
Helena terkekeh mendengar Alexa dengan tutur kata seperti itu,, ya.... mungkin ini pertama kalinya Helena mendengar Alexa mempercayai apa yang di ucapkan oleh Vin tanpa ai sadari "kalau begitu biar aku lihat kopi dari asisten kesayangan mu itu" ucap Helena sambil melangkah dan mengambil cangkir kopi
Helena sendiri memiliki dua gelar yang satu gelar bisnis dan satunya lagi gelar kimia yah Helena sangat suka dengan beberapa hal yang cukup unik alhasil dia memilih kuliah jurusan kimia
Helena mengamati kopi itu mulai dari bau dan warna kopinya sekilas orang yang melihat itu hanya kopi biasa namun reaksi wajah Helena menunjukan ada sesuatu yang tidak beres dengan kopi itu "ada apa?? mengapa wajahmu seperti itu??" tanya Alexa penasaran
Helena kembali menyimpan cangkir yang iya pegang "kau tahu ada serbuk crystal aku lupa namanya tapi jika terus di konsumsi maka akan membuat tubuh terasa lelah berlebihan dan akan merasakan sakit di beberapa bagian tubuh mungkin sakitnya akan luar biasa dan jika terus di biarkan akan menuju pada kanker aku juga mencium aroma bahan kimia lain orang bisanya akan menggunakan bahan kimia itu untuk bahan pembuatan skincare dan jika jumlahnya melebihi 0,2% maka akan sangat membahayakan tubuh apa lagi jika sampai memakan nya" jelas Helena
Sulut api kemarahan di hati Alexa semakin membara beruntung saat Helena mengambil cangkir itu tangannya menggunakan sarung tangan Alexa juga belum menyentuhnya sama sekali "kau tahu apa yang ku pikirkan saat ini??" tanya Alexa Helena mengerti dan mengangguk
__ADS_1
sore hari Alexa sudah bersiap untuk pulang sebelumnya Alexa memerintahkan Helena dan Chika untuk merekrut karyawan baru dengan kualitas kerja yang sangat bagus karena sibuk dengan kerjaan barunya jadi Chika menyerahkan semua tugas itu pada Helena dengan senang Helena mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh Alexa.