Putri Mahkota

Putri Mahkota
hari pernikahan


__ADS_3

hari yang dinanti akhirnya tiba


para tamu undangan sudah mulai berdatangan


dekorasi pelaminan yang sangat mewah dengan tema musim semi membuat suasana pernikahan semakin kental dengan musim semi



dibagian singgasana pengantin dihiasai dengan bunga Lily yang sangat cantik



Azalea sedang bersiap siap dibantu oleh Sakura begitu juga Camellia sedang bersiap siap dikamarnya dibantu oleh Cherry Maharani datang membawakan sebuah mahkota untuk dikenakan oleh Camellia


"Camellia aku ingin kau mengenakan mahkota ini"


"ibunda"


"ini adalah mahkota yang aku pakai saat aku menikah dulu bisa dibilang ini adalah mahkota turun temurun"



semua Camellia ingin menolak namun tak tega,, semula Camellia akan mengenakan mahkota yang diberikan oleh Geraldy sewaktu ulang tahunnya yang ke 19 namun Camellia tak bisa menolak keinginan ibunya


"jangan cemas aku tidak akan memaksamu,, setelah aku pikir pikir sebaiknya Azalea memakainya" Maharani seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Camellia


"Camellia" panggil Rianti


"iya bibi"


"kamarmu sudah diperbaiki bahkan sudah dihias untuk kamar pengantin siap untuk ditinggali mulai malam ini kau bisa kembali tidur disana"

__ADS_1


"terima kasih bibi"


"karena kau sudah disini ambil ini Azalea harus memakainya" Maharani memberikan mahkota yang ditangannya


"kakak bukankah Camellia yang akan memakainya??"


"jangan khawatir bibi aku sudah berjanji akan memakai mahkota yang diberikan oleh Geraldy waktu itu jadi Azalea bisa memakainya" Camellia tersenyum


****


"sudah saatnya melakukan janji suci"


Camellia dan Azalea berjalan mendekat,, Cherry dan Sakura menjadi pengiring pengantin wanita


Azalea dan Rei mengambil sumpah terlebih dahulu sebelum Camellia dan Geraldy


setelah Azalea dan Rei Camellia dan Geraldy yang mengambil sumpah pernikahan


"aku bersedia" ucap Camellia


"baiklah mulai sekarang kalian adalah pasangan suami istri"


semua orang mengucapkan selamat kepada mereka berdua


didepan terdengar keributan Maharani mendatangi orang yang membuat keributan


"kau adalah putri mahkota dari kerajaan Utara,, putri Utari apa yang membawamu datang kemari sampai membuat keributan??" tanya Maharani santai


"beri tahu putrimu dia tidak pantas untuk bersanding dengan Pangeran Geraldy"


"kenapa kau mengatakan hal seperti itu?? atas dasar apa kau mengatakannya??"

__ADS_1


"itu memang kenyataannya,, putrimu lebih pantas menjadi adiknya bukan menjadi istrinya kau harus ingat itu"


"kau seorang putri tapi kau berperilaku seperti seorang pelayan" Maharani memegang dagu Utari


"siapapun tidak akan ada yang bisa menghalangi mereka bersatu,, bagaimanapun mereka kini sudah resmi menjadi suami istri"


Maharani menghempaskan peganggannya dan memebreikan tanda kepada pengawal


Maharani segera kembali ke dalam untuk menyaksikan kebahagiaan putrinya


semua tamu memberikan doa restu mereka untuk kedua pasangan pengantin itu


"Azalea ibu"


"iya ada apa Rei??" tanya Rianti


"aku ingin meminta ijin kalian untuk membawa Azalea pulang setelah selesai dengan pesta pernikahan ini"


"aku sudah tahu jika kau akan membawa Azalea pergi ke kerajaan Barat tapi aku tidak pernah membayangkan kau akan meminta ijin dariku"


"bagaimana pun kau adalah ibunya Azalea"


"baiklah nak aku memberikanmu ijin,, tapi semua tergantung pada Azalea"


"Azalea aku masih menunggu jawabanmu"


Azalea terdiam dia menatap ibunya kemudian menatap Rei dan menganggukkan kepala


Rei tersenyum dan memeluk Azalea dengan hangat


pelukan Rei sangat berbeda dengan Anggara,, pelukan Rei sangat hangat membuatku sangat nyaman ada di dekapannya,, apa ini saatnya aku membuka hati ku untuk Rei?? tapi aku.... tidak aku harus bisa membuka hatiku untuk Rei bagaimanapun sekarang Rei adalah pasanganku bagaimanapun aku adalah milik Rei mulai hari ini.

__ADS_1


__ADS_2