Putri Mahkota

Putri Mahkota
aku akan selalu bersamamu


__ADS_3

Sakura terus menangis di pelukan Camellia


"Sakura kau tidak perlu takut aku akan selalu ada bersamamu" Suhut Andy


"iya Sakura aku dan Camellia akan selalu mendukungmu" tambah Geraldy


"Sakura sebaiknya kau pikirkan apa yang akan kau lakukan berikutnya Nao datang kemari untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya padamu" ucap Camellia dengan sangat hati hati


"Sakura kumohon ijin kan aku mempertanggung jawabkan semua yanv sudah aku lakukan padamu,, Sakura aku tidak bisa mengembalikan hal yang sudah aku ambil darimu tapi aku ingin mempertanggung jawabkan semuannya"


Sakura berusaha menenangkan dirinya dia menghapus air matanya


"baiklah katakan apa yang akan kau lakukan untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannmu??" tanya Sakura dengan nada dingin


"aku akan menikahimu jika diijinkan hari ini juga kita akan menikah itupun dengan persetujuanmu"


"baiklah tapi dengan syarat"


"Sakura" panggil Andy


"baiklah jika itu yang kau inginkan"


****


sore harinya Sakura dan Nao menikah karena waktunya sangat singkat pernikahan Sakura dan Nao dilakukan dengan sangat sederhana


"Sakura jika kau membutuhkan teman aku akan selalu ada untukmu" ucap Andy


"terima kasih,, Andy"


"iya"


"kau pria yang sanat baik aku percaya kau pasti akan menemukan gadis yang lebih baik dari pada aku"


"Sakura"

__ADS_1


"iya"


"kau... kau harus berhak bahagia aku akan selalu berdoa agar kau bahagia dengan kehidupan barumu"


"terima kasih Andy" Sakura memeluk Andy


"Sakura" panggil Camellia


"iya" Sakura melepaskan pelukannya berbalik ke arah Camellia dan Geraldy


"kau harus bahagia disana aku tidak ingin kau mendapat kesulitan lagi" ucap Camellia


"Sakura kau jangan pernah berhenti mengejar impianmu aku hanya berpesan itu saja" tambah Geraldy


"terima kasih aku pasti akan selalu mengingat pesan kalian"


Nao membawa Sakura pulang kerumahnya


aku ingin menyakiti Sakura dengan cara berpacaran dengan wanita alin tapi sekarang malah aku yang tersakiti atas semua yang sudah aku lakukan


****


"Kau sibuk dengan poselmu,, apa yang kau lihat??" Geraldy mengambil ponsel Camellia


"hei kau kenapa Mein ambil saja??" Camellia merajuk


"hei jangan marah"


"Any aku em...." Geraldy langsung mencium bibir Camellia ketika Camellia berbalik menatapnya


"kau keterlaluan" Camellia berhasil melepaskan ciuman mereka namun Camellia tak bisa lepas dari Geraldy


"ah... Ady..."


"ada apa kau terlihat tidak bersemangat hari ini??"

__ADS_1


"aku jadi ingat Sakura dia pasti sangat terluka,, selama ini dia selalu menjaga kesuciannya tapi tadi malam dia..." Camelli menangis Geraldy langsung menghentikan aktifitasnya


"aku tahu kau mencemaskan Sakura aku juga sama tapi percayalah Sakura pasti akan baik baik saja"


"aku tidak yakin"


"kenapa kau berkata seperti itu??"


"Sakura memang menyukai Nao tapi setelah kejadian itu aku melihat dengan jelas di mata Sakura hanya ada kebencian sangat jelas"


"tapi kita harus bisa menghargai keputusan Sakura"


Camellia hanya menganggukan kepalanya


****


"Sakura" panggil Nao


"nona anda butuh sesuatu??" tanya pelayan


"apa ada kamar lain??"


"emm... itu..."


"katakan saja"


"sebenarnya ada tapi aku belum membersihkannya"


"tidak masalah kamar itu akan menjadi milikku"


"Sakura" panggil Nao namun Sakura tak meresponnya


Sakura pergi ke kamar satunya lagi,, sebelum Sakura tidur Sakura membersihkan dan merapihkan kamar itu dibantu pelayan di rumah Nao


setelah selesai Sakura langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang memejamkan matanya dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2