
Camellia dan Geraldy kembali ke cafe tadi
"aku pikir kalian tidak akan kembali" ucap Rei
"berhenti mengganggu kami,, pikirkan saja dirimu" balas Geraldy sinis
"baiklah maaf,, maaf ya Camellia" Camellia tersenyum manis
makanan yang dipesan sudah tiba,, mereka langsung makan makanan yang disajikan
****
malam harinya semua berkumpul dihalaman belakang istana
Camellia berjalan menuju Gazebo di tepi kolam
Camellia duduk disana sedangkan yang lain sibuk sendiri
ketika Geraldy membuat wafel untuk Camellia Azalea tiba tiba datang
"Geraldy" panggil Azalea Geraldy menoleh sebentar
"ada apa putri Azalea??" balas Geraldy dingin
"aku hanya ingin mengatakan tolong jaga Camellia,, gantikan aku di sisinya"
"tanpa kau katakan aku akan melakukannya"
"aku hanya tidak ingin dia menangis atau bersedih itu akan melukai hatiku"
"jika kau tidak percaya kepadaku jangan berpura pura percaya"
"aku ingin percaya padamu tapi hatiku melarangku,, aku masih belum bisa menerima semua kejadian di masa lalu"
__ADS_1
"hei apa yang kalian bicarakan??" tanya Rei
"hanya basa basi" balas Geraldy
"hei wafel dulu kau selalu membuatnya untuk Ruchika apa kali ini untuk Camellia??"
"kumohon kak berhenti mengungkit Ruchika biarkan dia tenang disana" Geraldy pergi membawa wafel tersebut
"pangeran Rei"
"iya"
"seperti apa Ruchika??"
"tidak ada bedanya dengan Camellia hanya wajah mereka sangat berbeda dan Camellia punya kelebihan lain"
"maksudnya??"
"Camellia sangat pandai dalam seni sedangkan Ruchika selalu menfhidari seni bisa dibilang dia membencinya"
"iya padahal dia sama seperti Camellia sangat menyukai seni"
Camellia menatap kolam yang ada disamping Gazebo
"Camellia" panggil Geraldy
"iya" balas Camellia menoleh ke arah Geraldy
"aku buatkan wafel,, kau menyukainya bukan" Camellia menganghukan kepala
Geraldy memberikan wafel tersebut kepada Camellia
tanpa berlama lama Camellia melahap wafel itu Camellia menatap Geraldy
"Ady"
__ADS_1
"iya"
"kau juga harus makan" Camellia menyuapi Geraldy
Geraldy memeluk Camellia dari belakang
"aku ingin menjadi sumber kebahagian mu Camellia"
"kau memang sumber kebahahianku Ady"
Geraldy membenamkan wajahnya di pundak Camellia
"hei Sakura kau menangis??" tanya Andy
"aku sangat bahagia akhirnya tuan putri mendapatkan kebahagian nya setelah bertahun tahun dia memendam penderitaan yang amat dalam" Sakura menghapus air matanya
"iya kau benar pekarjaanku sama denganmu aku bisa mengerti,, aku sendiri bahagia melihat pangeran menemukan kebahagian sejatinya bersama tuan putri Camellia"
"mereka sangat cocok,, aku jadi merasa bersalah karena dulu aku meragukan pangeran Geraldy"
"semua orang pasti akan melakukan hal yang sama ketika mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi"
Sakura menghapus air matanya dan kembali tersenyum
malam semakin larut Maharani meminta semuanya kembali ke dalam istana
semuanya kembali ke istana masuk ke kamar masing masing dan istirahat
apa aku benar benar mencintai Geraldy atau aku hanya berusaha menepati janjiku pada Ruchika?? tapi bagaimana mungkin jelas jelas Geraldy hanya mencintai Ruchika dia mencintaimu karena dalam diriku ada jiwa Ruchika,, ah Camellia kenapa kau memikirkan itu sekarang?? bodoh sekali. Camellia menutup matanya
****
keesokan harinya ketika Camellia kaluar kamar terdengar suara keributan Camellia segera menuju ke tempat asal keributan
mata Camellia membulat sempurna ketika melihat sumber dari keributan pagi ini
__ADS_1
"Utari apa yang ingin dia lakukan?? kenapa dia datang kemari??" Camellia masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.