Putri Mahkota

Putri Mahkota
jangan ikut campur


__ADS_3

satu bulan sudah berlalu sejak kembalinya Maharani hari ini seorang pangeran mahkota diundang oleh Maharani


pesatapun dipersiapkan,, Camellia duduk didepan cermin memeganng ponselnya



"nona kau cantik sekali hari ini" puji Sakura


"terima kasih" balas Camellia


Camellia keluar dari kamarnya didepannya Geraldy sudah menunggu Geraldy duduk memandang Camellia


"Sakura kau duluan saja jika ibunda bertanya katakan saja aku sedang berasa Geraldy"


"baik nona"


Geraldy terus menatap Camellia sampai dia tak menyadari Camellia sudah ada didepannya


"hei apa ada yang salah dengan penampilanku??"


"tidak"


"lalu kenapa kau menatapku seperti itu??"


"kau cantik sangat cantik"


"berhenti menatapku"


"Camellia" Geraldy berdiri meraih tangan Camellia


"apa??"


"tamu yang diundang oleh ibu ratu adalah kakakku aku harap kau tidak akan tersinggung dengan sikapnya nanti"

__ADS_1


"dia kakak tirimu tapi kau begitu menyayanginya"


"aku tahu dia memang kakak tiriku tapi dia selalu menyayangiku"


"baik la ayo pergi"


Camellia pergi dengan Geraldy ke aula pesta


disana sangat ramai Azale yang biasanya memakai pakaian sederhana kali ini dia menjadi pusat perhatian dengan penampilannya



"putri anda sangat cantik hari ini,, pangeran mahkota itu pasti menyukaimu"


"aku tidak berminat untuk hal itu" Azalea segera pergi


seseorang datang perasaan dengan kepergian Azalea dia menatap Azalea dengan lekat


"yang mulia ibu ratu terimalah salam dariku"


tak lama Camellia dan Geraldy datang


"ibunda" panggil Camellia


"oh putriku sudah datang mari biar aku perkenalkan"


"Camellia ini adalah pangeran mahkota dari kerajaan Barat pangeran Rei,, pangeran Rei ini putriku Camellia"


"jadi ini tuan putri yang sudah mencuri hati adikku?? aku akui kau sangat cantik"


"terima kasih"


"kakak kau melupakan aku"

__ADS_1


"ahh adikku tersayang Geraldy"


Geraldy dan Rei berpelukan


"kakak bisa kau ikut aku sebentar" ucap Rianti


tanpa basa basi Maharani ikut dengannya


"ada apa?? katakan apa maumu??"


"kakak Camellia terlahir untuk menjadi seorang ratu lalu kenapa kau mengijinkan dia berhubungan dengan Geraldy yang bahkan bukan pangeran mahkota??"


"memangnya kenapa?? lagi pula siapa yang akan mengijinkan Camellia pergi dari kerajaan Timur sepertinya kau sudah lupa dengan tradisi lama bukankah raja juga bukan pangeran mahkota bahkan dia hanya pelayan pribadi pangeran mahkota tapi dia malah menjadi raja karena dia menikah denganku aku putri mahkota yang menjadikan suamiku sebagai raja karena itu adalah tradisi dari kerajaan Timur bagaikan lebah kerajaan Timur dipimpin oleh seorang ratu"


"bukankah bagus dengan begitu kau punya kesempatan untuk menjadikan putrimu sebagai ratu dari kerajaan Barat"


"kakak tolong jangan ikut campur masalah Azalea"


"jangan ikut campur?? hah bukankah kau yang terlebih dulu ikut campur dengan urusan kehidupan putriku,, beraninya kau mengatakan hal itu padaku" Maharani meninggalkan Rianti sendirian dan kembali ke aula pesta


Sakura berdiri sendiri tersenyum ketika melihat Camellia tersenyum lepas



"hei siapa dia cantik sekali??"


"dia itu hanya pelayan pribadi tuan putri Camellia apanya yang istimewa"


"pelayan berlaga seperti seorang putri raja"


Camellia mendengar semua cibiran yang ditujukan kepada Sakura


"memangnya kenapa jika dia pelayanku aku tidak pernah menganggapnya sebagi pelayan dia sahabatku ingat itu"

__ADS_1


Camellia membungkam mulut semua orang dengan kata kata yang sederhana Sakura hanya terdiam dan tersenyum mendengar pembelaan dari Camellia.


__ADS_2