
setalah Azalea bisa memuaskan hasratnya yang tak tebendung lagi Azalea dan Rei langsung pulang ke istana
sesampainya di istana Azalea langsung istirahat Rei memandang wajah Azahra Rei merasa sangat bahagia karena Azalea
Azalea yang sekarang tak pernah melwatkan sehari pun yang meminta bantuan pada Rei untuk memuaskan hasratnya
"Azalea aku bahagia karena kau sudah bisa menerima ku sekarang,, aku berharap kau juga bisa mencintaiku tanpa batas sama seperti hasratmu yang selalu menginginkanku bermain denganmu" Rei menyingkirkan rambut Azalea yang menghalangi wajahnya
Azalea menangkap tangan Rei
"kau belum tidur??" tanya Rei
"bagaimana aku bisa tidur jika kau terus menggodaku" balas Azalea
"hei aku tidak menggodamu"
"kau bohong,, aku tidak mau tahu kau harus bertanggung jawab"
"apa tidak mungki"
"kenapa tidak mungkin??"
"Azalea apa kau tidak lelah?? kita sudah melakukannya tadi di hotel kan"
"aku tidak peduli"
Azalea tak mau mendengar alasan apa apa lagi dari Rei dia langsung melepaskan pakaian Rei dan memancing Rei untuk melakuakan apa yang dia inginkan
Azalea aku senang kau selalu seperti ini tapi aku tidak ingin membuatmu kelelahan,, aku akui aku sendiri masih menginginkannya tapi aku tidak ingin menyakitimu
tak bisa menunggu lagi Azalea langsung menyerang Rei
"hei tunggu tunggu"
"jangan memintaku menunggu lagi"
"Azalea aku takut melukaimu"
"justru kau melukaiku saat kau menolakku" Rei tersenyum mendengar ja2ban Azalea akhirnya Rei memenuhi keinginan Azalea
"katakan Azalea apa yang membuatmu kecanduan seperti ini??"
"ah..."
"Azahra jawab aku atau aku akan berhenti"
"permainan mu terlalu sempurna apa kau puas"
__ADS_1
"iya aku puas"
setelah mendengar jawaban Azalea Rei semakin agresif
"ah... Rei... pelan pelan"
"kau yang mulai sekarang aku benar benar tak bisa mengendalikan diriku"
Azalea meringis menahan sakit karena Rei yang bermain terlalu kasar
****
pagi harinya Azalea membuka matanya Azalea merasakan kesakitan diseluruh tubuhnya Azalea bangun duduk menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang miliknya
sebenarnya apa yang terjadi padaku selama lima minggu terakhir ini aku tidak pernah bisa melewatkan kesempatan setiap kali Rei bersamaku?? apa aku mencintai Rei,, tidak bahkan aku tidak pernah menyukainya ataupun mengaguminya tapi kenapa aku selalu ingin berhubungan dengan Rei??
"ahh tubuhku sakit semua" Azalea menyentuh beberapa bagian tubuhnya yang terasa sangat sakit
Azalea pergi ke kamar mandi 30 menit kemudain Azalea keluar dengan pakaian lengkap
Azalea berdiri didepan cermin karena Azalea memakai baju tanpa lengan jadi dia bisa melihat banyak tanda merah yang Rei buat
"ahh tidak Rei banyak sekali tanda yang kau buat,, amu harus segera mengganti baju. hahh tapi syukurlah tanda yang Rei buat ditempat yang tidak bisa dilihat orang jika aku memakai pakaian yang ada lengannya
setelah selesai mengganti baju Azalea duduk sambil memandangi wajah tampan suaminya
"Rei apa kau ada didalam??" terdengar suara ibunya Rei dari luar
Azalea bangun berjalan menuju pintu ketika Azalea akan membuka pintunya Rei menarik Azalea mendorong tubuhnya dengan perlahan ke pintu Rei langsung mencium Azalea
diluar Ibunya Rei masih berdiri didepan pintu kamar Rei
"Rei... apa kau ada didalam??"
"ah.... Rei aku tidak bisa bernafas"
ibunya Rei masih berdiri didepan pintu kamar Rei menungg jawaban dari panggilannya
"Rei Rei ibu tahu kau sudah bangun"
"ah... ah... emmm..."
"em... Rei pelan pelan"
"sial gadis itu apa yang dia lakukan pada putraku sampai Rei berani me gabaikanku seperti ini!!?"
__ADS_1
"yang mulia ijinkan aku membuk Rei"
"iya cobalah"
gadis itu mengeluarkan sebuah kunci dia membuka pintu kamar Rei
"Rei ada yang datang"
"biarkan"
Rei takenghiraukan siapa tang datang
ketika ibunya Rei dan gadis itu berhasil membuka pintu kamar Rei mereka dikejutkan dengan pemandangan yang ada didapnnya
Rei yang sudah stenbai di dada Azalea sedangkan tangannya memainkan dada Azalea yang satunya lagi
"ah... Rei jangan seperti ini"
"Rei!!" Teriak ibunya dan gadis itu secara bersamaan
Rei melirik mereka dengan semelah matanya Azalea berusaha melepaskan dirinya namun Rei malah memeluknya lebih erat
"Rei apa kau sudah gila!??" tanya gdis itu
"gila aku bisa melakukan hal yang lebih gila lagi apa kalian mau melihatnya??"
Rei mendorong tubuh Azalea mengunci kedua tangannya agar tidak berontak Rei menindih tubuh Azalea
"Rei apa yang ingin aku lakukan??" tanya Azalea
"ayolah sayang aku ingin mengulangi kejadian semalam membuatmu kelelahan,, hari ini aku tidak akan melepaskanmu walaupun hanya sedetik" bals Rei santai
"Rei apa kau tidak malu melakukan semuanya didepan kami!!??" tanya ibunya Rei
Rei bangkit berdiri tegak didepan mereka
"tidak malu?? bukankah kalian yang tidak tahu malu yang masuk kekamar ku tanpa permisi,, Jangan bilang kalian ingin menyaksikan kami saat kami sedang berhubungan??"
"Rei!! jaga ucapanmu,, tidak kah kau menghargai perasaannya!!?? bagaimana pun dia ini tunanganmu"
"tunangan?? hahahaha lucu sekali bu dia hanya gadis luar lagi pula aku sudah menikah dan iya mungkin sebentar lagi akan ada Rei dan Azalea junior"
"apa maksudmu Rei?? apa kau snegaja ingin membuatku cemburu??"
"untuk apa aku membuatmu cemburu itu faktanya"
"Rei jika hanya untuk memuaskan nafsumu aku akan selalu siap untukku aku pasti akan melayanimu lebih baik dari pada dia"
__ADS_1
"bagaimana mungkin kau tahu kau lebih baik dari pada Azalea??"
Rei menutup pintu dan kembali menghampiri Azalea