
saat malam tiba Manaka sedang mengemasi beberapa pakaiannya Hayato menghampiri Geraldy yang tengah berdiri didepan kamar Manaka
"anggap ini adalah liburan untuk kalian" ucap Hayato
"ehh??" balas Geraldy singkat
"bukan kah selama ini kalian tidak bisa bebas berduaan karena Manaka yang sangat manja terhadapmu??"
"itu... itu semua...."
"apa yang kalian bicarakan??" tanya Camellia
"aku bilang selamat bulan madu kedua untuk kalian" goda Hayato
"kak dokter kau..."
"kalian sedang membicarakan apa kenapa serius sekali aku boleh ikutan??" Manaka membuat Hayato Geraldy dan Camellia kaget
"tidak ada kami hanya membahas masalah pekerjaan saja" balas Geraldy
"iya sambil menanyakan keadaan nenek dan kakekmu sudah lama tidak menemui mereka" tambah Camellia
"kenapa kalian tidak memberi tahukannya saja kalau kita sedang membicarakan hal lain??" tanya Hayato
"ehh yang benar yang mana?? aku jadi bingung"
"ayah dan ibumu berencana membuat kan mu adik" balas Hayato tanpa rasa berdosa mengatakan semua itu Camellia dan Geraldy saling menatap
"adik benarkah?? wah aku mau adik kecil yang manis dan tampan seperti ayah,, ayah ibu ayo cepat buatkan aku adik seperti yang paman dokter katakan" dengan polos Manaka tak berpikir panjang sebelum mengatakannya
"hei Manaka ayo kita pergi Cherry pasti sudah menunggu kita" Hayato menarik tangan Manaka dengan lembut
__ADS_1
"tapi aku..."
"jangan khawatir Camellia dan Geraldy pasti akan membuatkanmu adik seperti ayahmu sesuai keinginanmu"
"benarkah??"
"iya tapi kita tidak boleh mengganggu mereka"
"baiklah kalau begitu aku akan pergi kerumahnya paman dokter,, saat aku kembali aku mau adikku sudah ada"
Manaka Hayato dan Cherry masuk kedalam mobil dan pergi Camellia dan Geraldy mengantar mereka sampai ke pintu depan
"dia sangat bersemangat,, apa dia pikir membuatkan adik untuknya sama seperti membuat sarapan untuknya?? tanya Camellia dengan perasaan campur aduk
"ayo" Geraldy menarik Camellia menutup pintu rumah
"hei mau kemana?? kau mau membawaku kemana??" tanya Camellia sambil mengikuti langkah Geraldy
"yang benar saja"
****
Mizuki Rei dan Azalea sedang duduk di uang keluarga menonton tv dengan kelurga kecil mereka
selama ini Mizuki kehilangan kehangatan keluarga yang bahagia karena ayahnya yang mengalami kecelakaan sampai Rei harus berjuang antara hidup dan mati setiap harinya
hari sudah larut lamam Mizuki pergi tidur Rei dan Azalea masih duduk diruang keluarga
"Rei" panggil Azalea
"iya ada apa??"
__ADS_1
"aku ingin katakan sesuatu"
"katakan saja ada apa??"
"berjanjilah kau tidak akan marah"
"kapan aku pernah marah padamu??"
"Rei jangan becanda"
"iya iya baiklah aku berjanji"
Azalea sedikit ragu mengatakan apa yang ingin dia katakan namun Azalea sudah bertekat untuk memberi tahu Rei segalanya
Azalea sudah tahu apa konsekuensinya namun dia tetap harus mengatakannya,, Azalea sudah tak bisa menyembunyikannya lagi dari Rei
Azalea tak ingin membohongi Rei lagi mengenai masa lalu Azalea
"Rei aku sangat mencintaimu aku tidak bisa hidup tanpamu" Azalea menyandarkan kepalanya di bahu Rei
"apa ini kalimat yang akan membuatku marah??"
"Rei aku ingin mengakan hal lain"
"apa katakan saja jangan ragu"
"kau ingat Anggara??"
"oh tentu saja dia teman lama mu kan yang waktu itu sedang bicara denganmu dimalam itu kau memeperkenalkannya"
"Iya Rei tapi ada sesuatu yang tidak aku katakan padamu"
__ADS_1
"apa??