
Setelah menyelesaikan semua pembicaraan Maharani segera masuk ke dalam sedangkan Azalea masih berdiri mematung masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Maharani
walaupun Azalea berusaha mengingat segalanya mengenai kematian raja namun Azalea tak menemukan apa pun selain mendapatkan Fakta bahwa Raja telah di unub oleh pangeran dari Barat
****
Camellia langsung mandi dan berganti pakaian
Camellia duduk sofa yang terdapat di kamar nya
"Camellia" panggil Cherry Camellia melihat ke arab Cherry
"Camellia aku kemari karena aku harus pulang"
"kenapa mendadak??"
"ayah sedang sakit jadi aku harus pulang"
"baiklah jika memang tidak ada pilihan,, sampaikan salmku untuk orang tua mu jangan lupa dengan kami semua disini ya"
"baiklah kalau begitu aku pamit"
"hati hati maaf aku tidak bisa mengantarmu"
"tidak masalah"
Camellia mengantarkan Cherry sampai ke depan pintu istana,, disana semua pengawal dari kerajaan Selatan sudah tiba untuk menjemput Cherry
__ADS_1
Maharani juga sudah ada disana
*****
malam holehnya ketika semua orang sudah lelap tertidur seseorang masuk ke dalam kamar Maharani
"kah tahu saat kau menghisap racun ini maka kau akan mati dalam hitungan detik,, pergilah sejauh mungkin" dia menuangkan beberapa tetes racun tersebut ke saputangan mulai membungkam mulut dan hidung Mahanari namun sebelum berhasil Maharani menghentikannya
"sudah aku duga kau tidak akan pernah berubah tapi kali ini akh tidak akan membiarkanmu melekukuan hal yang sama"
Maharani mendorong keras orang itu sampai kepalanya terbentur ke tembok dan keningnya berdarah
"kau lah yang hausnya pergi sejauh mungkin jika kau tidak ingin rahasiamh terbongkar dan posisi mu untuk menjadi ibu ratu tidak akan pernah terwujud"
"enyahlah kau dari hadapanku dan dari hidupku dan keluargaku" Maharani menjbak rambut orang tersebut
"ahh!! lepaskan tanganmu dari rambutku"
"kenapa kenapa kau menjadi seperti ini?? ahh!!"
"karena kaulah yang sudah mengubahku menjadi seperti ini setelah keu merenggut kebahagian ku kau juga berniat membunuhku jadi jangan salahkan aku jika sikapku berubah karena kaulah yang mengubahnya" lagi lagi Maharani mehempasnya sampai kepalanya meblai terbentur
***
pagi harinya Camellia keluar dari kamar ketika keluar yang pertama kali dia lihat adalah Geraldy
"selamat pagi putri Camellia" sapa Geraldy
"selamat pagi pangeran Geraldy" Camellia membalas sentumannya
__ADS_1
"maaf aku duluan" lanjut Camellia
"baiklah"
Camellia langsung pergi dia menemui Azalea,, Azalea sudah menunggu kedatangan Camellia dia tersenyum ketika melihat Camellia datang
"maaf membuatmu menunggu lama,, katakan ada apa"
"tidak masalah,, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang pasti akan sangat menarik untukmu"
"jangan basa basi langsung ke intinya"
"Camellia bukankah kau selalu mencari tahu siapa orang yang sudah membunuh ayahmu??"
sebelum menyelesaikan pembicaraan mereka Sakura datang
"nona yang mulia ibu ratu memanggil a da ke ruang utama untuk pertemuan"
"pertemuan kenapa mendadak??"
"yang mulia menerima pesan dari seseorang"
"baiklah ayo pergi"
Camellia dan Sakura segera pergi ke ruang Utama diikuti oleh Azalea
ketika sudah sampai di ruang utama Maharani langsung menunjukan pesan yang dia terima
__ADS_1
"jelaskan apa maksud dari Suma ini putri Camellia"
Camellia menatap pesan itu dia membacanya ketika dia akan menjelaskan segalanya tiba tiba tubuhnya kembali bercahaya kepalanya terasa sangat berat semua orang yang hadir kaget melihat tubuh Camellia yang mengeluarkan cahya yang semakin terang.