
"Sakura kemarilah" Sakura mendekati Camellia
"siapapun yang menghina Skaura aku akan menghukumnya bukan hanya itu mereka yang berani menghina orang lain di kerajaan Timur aku Camellia putri mahkota dari kerajaan Timur akan menghukum mereka dengan berat"
semua orang terkejut mendengar pernyataan Camellia
"kau memang luar biasa putri Camellia aku sudah banyak mendengar tentang dirimu kau memang ratu yang akan mengubah sejarah tidak salah jika adikku sangat menyukaimu"
"aku hanya menjalankan kewajibanku saja,, aku hanya akan melakukan sesuatu dan mengambil keputusan setelah menemukan kebenaran dari kedua sisi"
"jadi akhirnya kerajaanmu menerima kenyataan jika kami tidak bersalah dalam perperangan di masa lalu"
"aku tidak pernah menyalahkan kerajaan Barat untuk semua itu bagaimanapun itu adalah kesahan kami"
"iya dan karena hal itu Geraldy harus melepaskan statusnya sebagai Pangeran Mahkota"
"aku tidak peduli siapa itu Geraldy aku mencintainya bukan karena dia seorang pangeran aku mencintainya dengan tulus aku menerima kekurangan dan kelebihan Geraldy aku menerima Geraldy apa adanya"
"waw kalimat yang luar biasa jadi Ady bagaimana?? apa kau akan terus menunggu untuk melamarnya"
"kakak"
Rei memperlihatkan sepasang cincin berlian yang indah
"Camellia aku datang kemari karena undangan dari ibumu untuk perdamaian namun setelah bertemu denganmu aku ingin sekali melamarmu"
__ADS_1
"apa kakak??"
"jadi bagaimana Camellia apa kau menerima lamaranku??" semua orang terkejut mendengar pernyataan Rei
"aku tidak bisa maaf"
"hei jangan terburu buru apa kau yakin ingin menolak lamaranku"
"maaf Pangeran Rei aku sudah katakan dan aku akan katak untuk yang terakhir kalinya aku mencintai Geraldy dan aku hanya akan menikah dengan Geraldy hanya dia yang akan ada dalam hidupku hanya Geraldy cinta dalam hidupku"
"hei Camellia aku melamarmu bukan untukku"
"ehh"
"iya aku melamarmu untuk Geraldy adikku"
"ayolah Camellia Geraldy aku bahkan tidak menyukai cinta adikku tapi…"
"tapi apa kakak??"
"gadis yang tadi keluar aku menyukainya"
"Dia putri Azalea kakak sepupu Camellia" Suhut Maharani
"ohh Azalea namanya secantik wajahnya"
Maharani tersenyum ramah,, kemudian menatap Camellia dan Geraldy
__ADS_1
"jadi Camellia bagaimana jawabanmu apa kau menerima lamaran dari Pangeran Rei untuk menjadi pendamping pangeran Geraldy??"
"itu… aku…"
"Camellia aku sudah menanti mu sejak lama apa aku harus menunggumu lagi?? Camellia aku sangat mencintaimu aku ingin kau menjadi istriku apa kau bersedia??" Wajah Camellia tersipu malu Camellia hanya menanggukan kepalanya tanpa mengatakan apa apa
Geraldy yang amat bahagia langsung memeluk Camellia didepan semua tamu undangan
"jadi yang mulia ibu ratu kapan kita mengadakan pernikahan ini??"
"pangeran Rei Ibunda Geraldy bisakah jangan terburu buru dengan pernikahan nya??"
"hei berapa lama lagi kau akan membuat adikku menunggumu??"
"aku.... bukan seperti itu... aku hanya...."
"kakak berhenti menggodanya"
"baiklah maaf maaf"
"aku tidak keberatan jika Camellia ingin seperti itu maka baiklah"
"aku memang tidak salah memilihmu untuk putriku"
semua orang sangat bahagia namun Azalea memilih untuk duduk sendiri di kamar nya perasaan yang campur aduk membuat Azalea dalam dilema
Azalea ingin melihat Camellia bahagia namun Azalea tidak rela jika Camellia menikahi pria yang sudah membunuh raja
__ADS_1
Azalea berjalan keluar sendirian pergi ke taman belakang dimana ada ketengan yang akan membuat Azalea merasa lebih baik.