
"kau cantik sekali sangat cantik" Geraldy membelai lembut pipi Camellia,, Camellia tersipu malu
Geraldy menarik Camellia kedalam kamarnya dan mengunci pintunya
"Geraldy apa yang akan keu lakukan kenapa kau menarik ku ke kamarmu?? tanya Camellia
"menurutmu apa uang akan aku lakukan padamu setelah aku membawamu kekamarku??" Geraldy semakin mendekati Camellia jarak diantara mereka semakin dekat
"Geraldy jangan seperti ini semua orang diluar menunggu kita saat ini ada pesta kenapa kau ingin sekarang??" Camellia berusaha menghindar namun Geraldy tak membiarkannya lari dari dirinya
"pesat bisa menunggu tapi aku tidak Camellia"
Geraldy mencium bibir Camellia,, Camellia tak bisa menghindar karena dalam hati kecil Camellia dia juga menginginkannya
Geraldy mencium Camellia dengan lembut namun Camellia membalas ciuman Geraldy dengan rakus
"jadi kau yang menolak tapi kau yang bersemangat" bisik Geraldy ditelinga Camellia
"kaulah yang membuatku bersemangat,, kau terlalu menggoda aku tidak bisa menolakmu" Camellia menundukkan kepalanya karena tersipu malu
Geraldy tersenyum menatap Camellia yang tersipu malu,, Geraldy langsung membawa Camellia ke ranjangnya dan memulai permainannya. hanya dalam hitungan menit Geraldy mampu membuat Camellia terbawa suasana
"Geraldy apa ini??"
"ada apa Camellia apa aku menyakitimu??"
"kau selalu memperlakukan ku dengan lembut kenapa??"
"karena aku tidak mau menyakitimu,, kau adalah satu satunya wanita yang paling berharga yanv aku punya saat ini"
satu jam kemudian Camellia memunguti pakaiannya langsung masuk ke kamar mandi,, setelah selesai Camellia mandi giliran Geraldy yang mandi
__ADS_1
Geraldy membatu Camellia mengeringkan rambutnya setelah dia selesai mandi
"Ady apa baik membuat kakakmu menunggu??"
"jangan cemas aku bisa menanganinya"
*****
Camellia yang marah dan kesal lari dari luar cafe Geraldy menjarnya
"Camellia tunggu" Geraldy menangkap tangan Camellia langsung menaruknya kedalam pelukan Geraldy
kehangatan tubuh Geraldy membuat Camellia merasakan ke nyaman berada dalam dekapan kekasihnya
"jangan marah kau tahukan bagaimana kakak??"
"aku tidak maraha"
"aku.... aku hanya...."
"sudah tidak perlu dijawab jika kau tidak punya jawabannya,, tapi aku tahu bagaimana cara untuk membuatmu tersenyum lagi" bisik Geraldy ditelinga Camellia
tanpa aba aba Geraldy membawa Camellia
"Geraldy apa yang kau lakukan turunkan aku"
"jangan bergerak atau kau akan tahu akibatnya"
Geraldy membawa Camellia etah kemana namun yang jelas Geraldy membawa Camellia kedalam sebuah kamar
2 jam kemudian
__ADS_1
Camellia kembali mengenakan pakainnya begitu juga dengan Geraldy
"Ady tidak kah menurutmu mereka masih menunggu kita??"
"iya kau benar ayo kita kembali saja"
"iya"
Camellia dan Geraldy kembali ke Cafe
apa ini kenapa aku selalu tidak bisa menolaknya setiap kali aku marah dia selalu membujukku dengan cara ini,, tapi aku tidak bisa menolaknya sama sekali
******
dua hari sebelum pernikahan Camellia dan Geraldy
Camellia tiba tiba merasakan pusing dan mual mual,, selama beberapa hari belakangan ini namun hari ini Camellia sampai jatuh pingsan
38 menit kemudian Camellia terbangun
"ada apa denganku?? ahh kepalaku sakit sekali"
Camellia berjalan sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sangat pusing
Camellia menatap satu arah dengan mata yang membulat sempurna,, Camellia mengambil benda yang dia lihat
satu jam kemudian Camellia kembali membulatkan matanya dia menutup mulutnya dengan tangannya sendiri
"aku..... aku hamil" ucap Camellia tak percaya
"aku harus memberi tahu Ady jika aku sedang mengandung anaknya" Camellia berjalan menuju kamar Geraldy namun langkahnya terhenti ketika dia baru saja sampai di pintu kamarnya
__ADS_1
tidak jangan beri tahu Ady sekarang jika ada orang lain yang tahu apa yang akan Meraka katakan aku... aku putri mahkota kerajaan Timur hamil sebelum menikah semua orang pasti akan menghina ibunda tidak aku tidak mau itu,, maaf kan ibu sayang ibu belum bisa memberi tahu ayahmu tentang keberadaanmu didalam perut ibu. Camellia mengelus lembut perutnya.