Putri Mahkota

Putri Mahkota
melewati batas


__ADS_3

malam hari Alexa tidak ikut makan malam Geraldy dan Camellia baru saja kembali bersama dengan Ray dan hayato


"bukankah Lexa sudah pulang kenapa tidak ikut makan malam??" tanya Geraldy Felix menyimpan alat makannya dan menjawab ayahnya "kak Lexa sedang tidak enak badan"


"hah?? dia sakit??" yanya" tanya Camellia Felix mengangguk "kak Lexa tadi marah besar dan dia langsung sakit" balas Felix mendengar Alexa merah besar Camellia langsung cemas


"mengapa Alexa bisa sampai marah?? dia itukan tidak bisa marah dia sama seperti inaba paling tidak bisa marah" tanya Camellia Felix merilik Azalea dan Mizuki "ibunda tanyakan saja pada bibi Azalea dan kak Mizuki apa yang sudah mereka buat kalau ngga tanyakan saja pada kak Chika biar infonya ngga salah Felix mah antar makanan untuk lexa"


Camellia langsung mengalihkan pandangan kepada anak dan ibu itu "bukan salahku itu semua salah wanita ular itu dia yang membuat masalah duluan" bantah Mizuki Ray sebagai ayah ikut bicara "coba ceritakan dari awal mengapa bisa berselisih" ucap Ray


Chika datang di saat yang tepat "biar aku yang katakan" ucap Chika sambil menunjukan video di iped yang dia bawa betapa tercengangnya semua orang melihat kelakuan Mizuki terutama Ray


"bukan hanya itu nona Mizuki mengadukan nonaku pada ibunya sehingga ketika nonaku baru sampai dia langsung mendapat tamparan keras dari nyonya Azalea,, maaf jika aku lancang tuan Ray tuan Hayato yang mulai ratu dan yang mualia raja tapi selama ini nona Mizuki selalu memperlakukan karyawan dengan sesuka hatinya nona ku hanya membela karyawan nya meski karyawan kami yang Salah tapi tidak sepantasnya nona Mizuki menghukum mereka yang salah sedemikian,, bukan cuman itu nyonya Azalea juga berkata bahwa nona Mizuki bebas berbuat apa saja karena dia calon putri mahkota" jelas Chika


Ray sebagai suami dan ayah merasa gagal mendidik anak dan istrinya Ray hanya bisa diam karena malu begitu juga dengan Geraldy dan Hayato sedangkan Camellia darahnya benar benar sudah mendidih


"kali ini kalian sudah melewati batas,, aku benar benar tidak bisa menoleransi kalian lagi kalian berdua akan di hukum tidak boleh keluar kamar selama dua minggu dengan alasan apapun" ucap Camellia dengan penuh penekanan di setiap kata


Camellia memerintahkan agar Azalea dan Mizuki di kurung di kamar khusus di mana kamar itu tidak pernah terkena cahaya matahari hanya ada sinar dari lampu sajadan hanya ada satu pintu keluar masuk di dalam ada kamar mandi namun ukurannya cukup kecil


Azalea merasa sangat marah dan malu mendapat hukuman karena orang asing sejak detik itu Azalea mulai menyimpan dendam pada Alexa

__ADS_1


sedangkan Alexa sedang terbaring dengan mata sedikit terbuka saat ini sangat susah untuk membuka mata bagi alexa di karenakan demam Alexa sangat tinggi


Felix masuk dengan membawa makanan tak lama Hayato juga ikut masuk Hayato mulai memeriksa kondisi Alexa Felix hanya melihat sambil menggenggam erat tangan Alexa


"mengala kau sangat peduli padanya pangeran??" tanya Hayato Felix hanya fokus pada Alexa "karena dia kakakku,, meski bukan kak Inaba tapi dia tetap kakakku dia kak Lexa kakaknya Felix" balas Felix


"baiklah terserah kau saja" ucap Hayato,, Hayato munyuntikan obat pada Alexa dengan perlahan Alexa tidur Chika datang dan melihat nona kesayangannya "Nona sudah aku bilang jangan marah mengapa nona sampai kehilangan kendali??" ucap Chika dengan nada sedih


Hayato melihat ada yang tidak benar langsung bertanya "kau ini asisten pribadi keponakanku mengapa sangat simpati padanya padahal dia baru saja bergabung dengan perusahaan"


Chika tak bisa menjawab dia hanya bisa diam kemudian berkata "kalian keluarlah" Felix menggelengkan kepala sedangkan Hayato berdiri tegak "aku mau mengganti baju nona kalian mau lihat" ucap Chika kedua pria itu langsung menggelengkan kepala lalu pergi meninggalkan kamar Alex


pagi harinya Hayato kembali memeriksa kondisi Alexa "demamnya sudah turun" ucap Hayato semua orang bernafas lega mendengarnya Hayato menatap Camellia dan membawanya keluar dari kamar Alexa


"dari mana kamu menemukan anak ini??" tanya Hayato Camellia sedikit tercengang mendengar pertanyaan kakaknya "kak dia itu manusia bukan barang kata 'menemukan' tidak pantas untuk di ucap,, aku dan Ady diam diam mengadopsinya" balas Camellia


Hayato hanya mengangguk-ngangguk Camellia langsung pergi meninggalkan kakaknya itu


Hayato masih tak percaya dengan semua yang di katakan oleh adiknya akhirnya terfikir ide untuk tes dna


namun tak semudah itu bisa membongkar identitas Alexa yang tak lain adalah inaba

__ADS_1


...----------------...


dua hari kemudian kondisi Alexa masih belum ada perubahan hanya demamnya saja yang turun Alexa melihat ada email yang masuk dan itu dari Arga dengan segera Alexa bersiap


ketika melewati ruang utama semua orang melihat Alexa pergi tergesa gesa "Alexa mau kemana??" tanya Ray Alexa menoleh lalu berkata "bandara" betapa tercengangnya semua orang mendengar jawaban Alexa


belum juga sembuh sudah mau berangkat ke bandara,, ada tiga kemungkinan menjemput seseoarng mengantar seseorang ke bandara atau bahkan dirinya yang akan melakukan perjalanan darurat


sesampainya di bandara Alexa langsung menghubungi Arga lewat email dan di sebrang terlihat seorang pria tampan sedang menunggu Alexa


Alexa segera datang menghampiri pria itu "maaf sudah lama menunggu??" tanya Alexa Arga tersenyum "lumayan,, sebagai gantinya kau harus temani aku makan aku sangat lapar" Alexa mengangguk


entah apa yang terjadi namun di hati Alexa Arga begitu istimewa sampai ketika dia sakit pun masih menyempatkan waktu untuk menjemput Arga


"kau tinggal dimana??" tanya Alexa Arga menatap mata alexa "bagaimana jika bersamamu saja??" tanya balik Arga pipi putih alexa merona dan itu sangat manis bagi Arga


seperti memakai blush on padahal jelas jelas Alexa keluar tanpa riasan sama sekali ini juga pertama kalinya Arga melihat wajah Alexa tanpa make up sedikit pun


"jika aku lihat wajahmu sekarang semakin pucat,, apa kau sakit??" tanya Arga Alexa melihat dirinya di layar kamera handphone miliknya "aku baik baik saja mungkin karena keluar tanpa make up" balas Alexa Arga tersenyum


"ini pertama kalinya aku melihatmu tanpa make up" ucap Arga sedikit menggodai Alexa

__ADS_1


di rumah Alexa baru saja sampai tiba tiba kepalanya terasa sangat pusing dan langsung jatuh pingasan untung nya Felix datang tepat waktu menahan tubuh Alexa agar tidak jatuh


Felix langsung menggendong Alexa membawanya ke kamar Alexa Felix juga memanggil dokter pribadi yang sempat menangani Alexa


__ADS_2