Putri Mahkota

Putri Mahkota
indahnya malam hari


__ADS_3

malam harinya Geraldy mengajak Camellia keluar


kali ini Camellia memilih pakaian yang sedikit terbuka



Geraldy menatap Camellia tajam


"kenapa lama baju terbuka??"


"aku… aku… hanya…"


Geraldy mendekat dan menutupi tubuh Camellia dengan jaket yang dia kenakan


"lain kali jangan pakai baju terbuka lagi,, aku tidak ingin orang lain melihat tubuhmu" bisik Geraldy


"ayo" Geraldy menarik lembut tangan Camellia dan pergi


sesampainya di tempat tujuan Camellia melihat Skaura disana fokus dengan apa yang dia lakukan



"Sakura kau disini??"


"ahh nona iya aku kesini karena aku perlu sesuatu"


"baiklah"

__ADS_1


****


Camellia terlihat sangat bahagia dia tersenyum manis membuat Geraldy kehilangan kata kata untuk mengungkapkan betapa bahagianya dia melihat Camellia trrsenyum


"aku senang akhirnya kebahagian kembali menyentuh kehidupan pangeran setelah putri Ruchika mengahkiri hidupnya"


"aku harap tuan putri akan selalu bahagia seperti ini setelah dia mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya"


"rintangan akan selalu ada dalam hubungan mereka,, tapi ikatan akan membuat mereka semakin dekat"


****


"kakak boleh aku masuk??"


"kenapa harus meminta izin masuklah"


"ada apa apa yang ingin kau katakan??"


"jika kau ingin menghentikan perjodohan antara Camellia dan Geraldy maka jangan harap itu akan terjadi"


"bukan begitu maksudku kakak,, tapi apa kau yakin dengan semua ini kakak jangan mengambil keputusan terburu buru pikirkan masa depan Camellia"


"kau memintaku memikirkan masa depan putriku?? kalimat itu lebih cocok untuk mu pikirkan saja putrimu Azalea"


"kakak maksudku bukan seprti itu kakak kan baru saja kembali kakak tidak tahu bagaimana Camellia"


"aku sangat tahu benar bagaimana putriku karena aku selaku ada disampingnya meski aku tidak ada disini"

__ADS_1


"kakak Geraldy…"


"dia bukanlah pria yang seperti kau bayangkan aku lebih mengenal dia dibandingkan dirimu sebaiknya kau jauhkan putrimu dari Geraldy aku perhatikan sepertinya putrimu itu menyimpan perasaan yang bisa menghancurkan hubungan Camellia dan Geraldy aku hanya tidak ingin masa lalu terulang kembali,, sebelum Camellia mengetahu apa yang terjadi dimasa lalu sebaiknya kau mulailah menjauhi Camellia jangan sampai aku membongkar segalanya sebelum waktunya tiba"


jika Camellia memang akan bahagia dengannya maka aku akan membiarkannya tapi aku tidak akan pernah menerima dia sebagai pasangan adik sepupuku,, aku pasti bisa membuat Camellia membencimu aku harus membuat Camellia membencimu.


****


Camellia dan Geraldy duduk di kursi taman dibawah langit malam bertabutkan bintang dengan cahaya bulan purnama menyentuh wajah pasangan kekasih itu


"aku senang dan bahagia ketika kau tersenyum lepas seperti ini"


"kau tahu sejak kecil aku selalu menatap langit malam,, indahnya malam hari selalu aku nantikan"


"aku juga akan selalu menantikan hari itu"


"ehh??"


"hari dimana kita akan bersatu,, hari dimana kita akan saling memiliki"


seketika Camellia langsung berdiri dari tempat duduknya dan menjauh dari Geraldy


"kenapa??"


"kau… itu… apa… maksumu…"


Geraldy menarik lengan Camellia sampai Camellia terjatuh dan duduk dipangkuan Geraldy

__ADS_1


"aku akan selalu menunggu hari dimana kita benar benar bersatu aku ingin kamu menjadi satu satunya permaisyuriku" semula Camellia yang menunjukan wajah takut kini menunjukan wajah tersipu malu


pipinya merah merona membuat Geraldy ingin mencium pipinya namun Geraldy tahu jika Camellia tidak akan menyukainya dan Geraldy sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia tidak akan melakukan hal hal yang tidak disukai Camellia tanpa seizin Camellia.


__ADS_2