
setelah beberapa hari Cherry Hayato dan Karin mencari petunjuk mengenai orang orang yang menghilang secara misterius akhirnya menemukan petunjuk
"kita harus segera pergi membebaskan mereka semua" ucap Karin
"iya benar kita sudah tahu lokasinya sekarang kita tinggal pergi" balas Cherry
"tidak jangan gegabah orang yang kita hadapi bukanlah orang yang bodoh dia sangat licik dia bahkan berhasil menipu pangeran Utara" bantah Hayato
"benar juga" ucap Cherry dan Karin secara bersamaan
Manaka Camellia dan Geraldy pergi ke sebuah tempapat Manaka dan Camellia mengambil Foto
Geraldy yang memotret mereka tersenyum bahagia
"manis sekali kaduanya sangat komapak"
"ayah ibu kemana kita pergi hari ini??"
"pokonya kau akan menyukai tempatnya" balas Camellia
"benarkah??"
"tentu saja dulu ibu mu juga sampai tidak ingin pulang"
"iya iya terserah kau saja"
Geraldy membawa seikat bunga ditangannya
__ADS_1
"wah bunga" Manaka langsung mengambil bunga ditanya Geraldy
"maaf" bisik Geraldy pada Camellia
"tidak apa apa,, aku tahu tapi bagaimana pun juga dia adalah tanda cinta kita kelahirannya membuktikan cinta kita" balas Camellia
"iya kau benar"
ditengah tengah moment keluarga Utari datang menghampiri mereka
bukankah Manaka bilang mereka sedang bertengkar hebat Geraldy juga sama tapi kenapa mereka baik baik saja
"siapa bilang kami bertengkar??" tanya Camellia
"ehh??" balas Utari
"kau sudah terjebak dalam permainan kami" ejek Manaka
"tidak perlu berpura pura lagi kami sudah tahu siapa kau sebenarnya" balas Geraldy
Camellia Geraldy dan Manaka melihat Hayato Cherry dan Karin yang memberikan isayat bahwa mereka sudah berhasil menyelamatkan semua orang
"kau buka lah Utari karena dia sudah lama meninggal 37 tahun yang lalu yang meninggal itu adalah Utari bukan Ru chi ka" ucap Camellia
tidak bagaimana mereka bisa tahu?? tidak jangan sekarang?? jangan sekarang aku bahkan belum bisa mendapatkan Geraldy kembali
"semuanya sudah jelas Ruchika,, berhenti membohongi kami bertahun tahun yang lalu kau mengubah wajah Utari menjadi dirimu dan kau membuatnya melakukan bunuh diri,, kau menghapus semua jejak yang mengenai kematian Utari" ucap Camellia
"dan karena bibi Utari sudah mengatakan kalimat itu maka kau terpaksa mengubah wajahmu menjadi wajah bibi Utari berharap kau bisa mendapatkan ayah kembali tapi sayangnya ayah tidak pernah tertarik padamu" tambah Manaka
"kenapa Ruchika kenapa kau melakukan semua ini??" tanya Geraldy dengan nada dingin
__ADS_1
"ahhh!!! semua ini karena kau yang tak pernah mencintaimu,, aku hanya ingin kau mencintaiku tapi kau tidak pernah bisa mencintai ku"
"Ruchika kau tahu sendiri jika kita sama sama tidak saling mencintai lalu kenap kau...."
"kaulah yang beranggapan seperti itu!! asal kau tahu saja aku sudah menyusun rencana yang sempurna agar aku bisa menikah denganmu tapi ayahnya malah merenggut hal paling berharga dalam hidupku,, aku selalu ingin kau lah yang pertama kali menyentuh ku tapi...!!"
"Cherry tolong bawa Manaka dari sini Manaka masih belum cukup umur untuk mendengengarkan semua ini" ucap Camellia
Cherry segera membawa Manaka pergi dari sana menjauhi mereka tanpa berkata Manaka pergi bersama Cherry
"Geraldy berulang kali aku selalu mencoba untuk bisa merasakan kenikmatan itu denganmu tapi kau!! kau... selalu menolak ku sedangkan dengan Camellia meski hanya bertemu sekali saja kau langsung memintanya datang ke tempatmu dan kau pernah berniat melakukan semua itu dengan Camellia walaupun pada Akhirnya dia menolakmu dan sebelum kalian menikah kau bahkan tidak pernah bisa menyentuh Camellia!"
"dan Manaka dia putriku dan Geraldy iya seharusnya aku yang mengandung dan melahirkan putrinya Geraldy dan hanya aku yang boleh menjadi ibu dari anak anak Geraldy!!"
"cukup Ruchika!! hanya aku yang berhak memutuskan wanita mana yang akan menjadi ibu dari anak anakku bukan kau" bentak Geraldy
"Ruchika bagaimana kau bisa seyakin itu jika kami tidak pernah melakukan hubungan itu sebelum kami menikah??" tanya Camellia
"apa maksudmu Camellia!??"
"Ady haruskah aku memberi tahu Ruchika mengenai malam itu dimana pertama kalinya aku tahu tentang Ruchika atau kau yang akan memberi tahu Ruchika??" tanya Camellia santai
"kau benar Camellia kita seharusnya beri tahu wanita kotor bertopeng suci ini kejadian di malam itu dimana tidak ada yang bisa menganggu kita"
"malam itu tanpa rasa ragu aku menyerahkan semuanya padamu Ady karena aku percaya kaulah takdirku"
"tidak mungkin!! tidak mungkin!!" bantah Ruchika
"kami bisa membuktikannya Ruchika kau ingin bukti dimana aku dan Camellia menyatukan hati dan tubuh kami saat itu??"
"tidak tidak mungkin!! semua itu bohong!bohong!! kalian berbohong!!"
__ADS_1
"kau harus dihukup untuk semua kejahatan yang sudah kau lakukan Ruchika"