Putri Mahkota

Putri Mahkota
aku ingin kita tetap menjadi keluarga di kehidupan berikutnya


__ADS_3

malam harinya semua orang berkumpul Camellia dan Geraldy meminta Cherry menemani Mizuki dan Manaka walaupun usia mereka sudah hampir memasuki 19 tahun namun Camellia Gerakdy Rei dan Azalea tak ingin putri mereka mendengar semua masalah yang sedang terjadi


"Hayato Azalea Camellia aku...."


"tidak ada yang perlu kita bahas lagi" potong Hayato sebelum Rianti menyelesaikan kalimatnya


"Hayato inikah soapan santunmu pada orang yang lebih tua?? bagaimanapun juga dia adalah ibumu sekaligus bibimu" tegas ayahnya Hayato


"sejak kapan dia menjadi ibuku??" Hayato tersenyum kesal


"Hayato!!"


"ayah tong jangan berteriak aku tidak ingin anak anak tahu masalah ini" pinta Camellia tegas


"saat itu aku sudah berusia 10 tahun walaupun aku masih anak anak tapi aku tahu bagaimana rasa sakit yang ibuku rasakan,, sejak saat itu aku menganggap ayah dan bibiku sudah meninggal" sinis Hayato


Rianti menangis,, melihat Rianti menangis ayahnya Hayato semakin emosi sedangkan Maharani terlihat sangat tenang


"Hayato kau anak kurang ngajar!"


plak.... Hayato ditampar keras oleh ayahnya namun dia tersenyum

__ADS_1


"cukup!! cukup berhenti hentikan semua ini aku mohon" Azalea menekankan kata 'Mohon'


"aku tidak tahu harus memanggil mu apa ayah atau paman?? aku benar benar tidak mengerti semua ini,, bibi Maharani jika kau mau kau bisa saja menghukum ibu dan suamimu tapi tidak kau malah merestui mereka untuk menikah meski dengan berat hati" Azalea menghampiri Maharani berjongkok didepan Maharani


"bibi aku akan sangat beruntung jika aku adalah putri kandungmu,, bibi aku ingin kita tetap menjadi keluarga di kehidupan berikutnya"


"anakku kau memang berhati mulia" Maharani memeluk Azalea


"ibu hahhh aku merasa sangat malu memanggil mu ibu,, aku benar benar malu mempunyai ibu sepertimu demi kekuasaan kau rela menghabisi kakakmu sendiri,, demi keegoisanmu kau tak pernah pikirkan bagaimana perasaan kakakmu ketika kau tidur bersama suami kakakmu kau sama saja dengan perempuan xxxx"


plak... sebuah tamparan keras mendarat di pipi Azalea


"kau tidak berhak menampar kakakku" Camellia mulai menggunakan kekuatannya


secara spontan tubuh ayahnya menjadi kaku tak bisa di gerakan sama sekali,, Geraldy Maharani dan Hayato menyadari semua yang dilakukan Camellia segera menenangkan Camellia


namun sayang mereka tidak bisa menenangkan Camellia


brak.. terdengar suara guci pecah semua orang mengapa kearahnya


"Manaka" Suhut semua orang terkejut terutama Geraldy dan Camellia

__ADS_1


"kau... kau... pria yang sangat menjijikan dan kau wanita macam apa?? kalian adalah monster aku benci kalian!!" Manaka menangis


Manaka lari keluar namun belum jauh Manaka langsung jatuh pingsan Geraldy dan Camellia segera lari kearah Manaka


"Manaka bangun sayang" Geraldy dan Camellia berusaha membangunkan Manaka


Hayato langsung memeriksa keadaan Manaka


"kondisi tubuhnya sangat lemah namun secara medis dia baik baik saja tidak ada yang salah" ucap Hayato


seketika Geraldy teringat akan kaliamt dimana Manaka dilahirkan


"aku mengerti jadi ini sebabnya kita tida boleh menyakiti Manaka,, dia akan menjadi sangat lemah ketika perasaannya terluka" Suhut Geraldy


"apa maksudmu??" tanya Rei


Camellia menjelaskan segalanya pada Rei secara rinci akhirnya semua orang mengerti


"ini ini sangat tidak baik" ucap Maharani


"itu sebabnya kami tidak pernah membiarkan Manaka terluka terutama perasaannya,, secara fisik dia memang gadis yang sangat kuat namun secara batin dia sangat lemah" ucap Geraldy

__ADS_1


__ADS_2