
seharian Manaka tidur dikamar Camellia dan Geraldy
Geraldy dan Camellia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk putri mereka mesi keduanya harus mengesampingkan keinginan mereka berdua
****
malam harinya Utari berjalan menuju air mancur di taman belakng istana
"Geraldy kau sedang apa disini malam malam begini??" tanya Utari
"aku hanya ingin menghirup udara segar saja,, didalam rasanya sangat pengap" balas Geraldy dengan raut wajah sedih
Utari duduk disamping Geraldy
"Geraldy aku adalah teman masa kecilmu aku tahu jika kau saat ini sedang ada masalah,, kau bisa cerita padaku" Utari menganggam tangan Geraldy
"sebenarnya aku dan Camellia sedang bertengkar akhir akhir ini dia selalu menyalahkan ku untuk hal hal sepele padahal sebelumnya hubunungan kami baik baik saja"
"Geraldy kau tahu apa yang akibat dari pertengkaran kalian?? Manaka kemarin dia sedih dia bahkan menangis di pelukan ku dia ingin aku bicara dengan kalian mengenai semua ini"
"Utari perlukah aku menceraikan Camellia??"
"apa?? apa maksudmu??"
*lakukan hal itu Geraldy aku akan selalu menunggumu untuk menggantikan posisi Camellia dalam hidupmu selama bertahun tahun
bagus terjebak lebih dalam,, rencana nya berjalan sesuai dengan lancar*
__ADS_1
"Geraldy aku tidak tahu apa yang harus aku katakan tapi jika memang kau tidak punya pilihan lain maka kau lakukan saja tapi jika kau masih bisa mempertahankan pernikahanmu maka jangan lakukan perceraian apa lagi kalian sudah memiliki seorang putri yang tumbuh besar tidak kah kalian memikirkan bagaimana perasaan Manaka??"
Geraldy langsung memeluk Utari,, Utari yang kaget langsung membalas pelukan Geraldy
setelah beberapa saat akhirnya Geraldy melepaskan pelukannya dan pergi
"maaf" ucap Geraldy sambil pergi
setelah sampai dikamar Geraldy langsung mencari Camellia dan Manaka
"Camellia Manaka kalian dimana??"
"Manaka pergi dengan kak dokter katanya dia ingin mencoba membaut ramuan obat dan dia meminta bantuan kakak dokter" balas Camellia
Geraldy menatap Camellia dengan lekat dengan segera Geraldy pergi ke arah pintu mengunci pintu dan kembali menghampiri Camellia
"hei apa yang kau lakukan??" Camellia berjalan mendur sampai terjatuh keranjang
"kau tahu apa yang aku inginkan,, ayolah sayang kemarin malam aku tidak bisa berbuat apa apa karena Manaka tidur bersama kita"
"Camellia aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi seluruh tubuhku terasa sangat panas"
Camellia tak bisa berbuat banyak selain menerima perlakuan dari suaminya,, Geraldy yang selalu memperlakukan Camellia dengan sangat lembut membuatnya selalu terlena dalam permainan Geraldy
"ayah... ibu..." Manaka mengutuk pintu kamar Geraldy dan Camellia
keduanya yang tengah terlena memadu cinta segera berhenti baik Camellia ataupun Geraldy segera mengenakan pakaian mereka kembali
Camellia langsung merapihkan rambutnya yang berantakan sedangkan Geraldy merapihkan seprei
"Manaka ada apa sayang??" tanya Geraldy
__ADS_1
"ayah kenapa kau berkeringat ibu juga??" tanya Manaka polos sambil masuk ke dalam kamar begitu saja
"ibu dan ayah merasa sangat kepanasan karena pendingin di kamar kami sedang rusak" ucap Camellia
"begitu iya,, tapi memang benar juga kamar kalian ini sangat panas aku akan kembali saja ke kamar ku aku akan tidur di kamarku" Manaka langsung pergi keluar
Camellia dan Gersldy menghela nafas panjang dengan kasar Geraldy segera menutup pintu dan menguncinya lagi
"hampir saja" ucap Geraldy
"untung saja aku sempat mematikan pendingin ruangan" balas Camellia
"Manaka sudah pergi ayo"
"ayo apa??"
"kita lanjutkan yang tadi"
"ah... Ady kau terlalu menggoda baiklah ayo lanjutkan" tanpa menunggu lagi Geraldy langsung menyerang Camellia
Manaka berjalan menuju kamarnya Hayato melihatnya langsung menghampiri Manaka
"Manaka,, bukankah kau bilang kau akan tidur bersama ayah dan ibumu lagi??" tanya Hayato
"iya tapi dikamar ayah terlalu panas pendinginnya mati mereka saja sampai berekringat" balas Manaka polos
Hayato tersenyum mendengar jawaban Manaka
"kenapa paman tersenyum??"
"tidak ada sebaiknya kau istirahat saja sudah malam"
__ADS_1
Manaka segera masuk kemar
"Camellia Geraldy kalian sampai membohongi putri kalian sendiri demi untuk memuaskan nafsu kalian,, orang tua macam apa kalian" Hayato menggelengkan kepalanya