
Azalea bangun dari tempat tidurnya mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi
setelah selesai mandi dan berpakaian lengkap Azalea langsung mencari Rei
"hei lihat itu istrinya pangeran Rei bukan??"
"iya benar"
"bagaimana bisa pangeran Rei menikahi gadis yang bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengurus dirinya sendiri??"
"benar coba lihat dia bahkan tidak memakai riasan wajah sedikitpun"
"Azalea" panggil Rei Azalea langsung berbalik dan menghampiri Rei
"Rei aku mencarimu ternyata kau ada disini"
"kau mencariku??"
"iya aku tidak menemukan mu saat aku terbangun jadi aku mencarimu"
"manis sekali,, ikut aku" Rei menarik lembut tangat Azalea
Rei me menghentikan langkahnya tepat didepan para pelayan yang tadi bergosip
"kau tahu Azalea sejak dulu aku selalu acuh dengan semua gosip murahan,, tapi hari ini pertama kalinya aku menanggipi gosip murahan yang barusan aku dengar"
"ehh??"
"biar aku katakan kenapa aku bisa menikahimu karena aku mencintaimu,, aku mencintaimu bukan karena memandang Fisik mu Azalea kah bahkan terlihat sangat cantik meski tanpa riasan wajah,, Azalea kau gadis yang beda dari gadis gadis diluar. Ambisimu melindungi adikmu Camellia membuatku merasa lebih menyukaimu kau bukan tidak bisa mengurus dirimu tapi aku lebih mementingkan orang lain sebelum dirimu kau bahkan tak memperdulikan dirimu" Rei membungkam para pelayan yang menggosipkan istrinya itu
"Azalea kau selalu berusaha membuat orang orang yang ada disekitarmu merasakan kebahagian meski kau harus mengorbankan kebahagianmu sendiri" lanjut Rei
"Rei..."
"jangan katakan apa apa lagi Azalea" Rei mencium bibir Azalea
__ADS_1
Rei dia... ada apa dengannya?? ciuman Rei kali ini sangat berbeda
semua pelayan dibuat terkejut oleh Rei
Rei melepaskan ciumannya mengambil nafas panjang memandang Azalea dengan tatapan yang sulit untuk diartika
"Rei kau baik baik saja??" tanya Azalea khawatir
"kamar"
"ehh??" Rei menggendong Azalea menuju kamar mereka
semua pelayan bengong mulut mereka terbuka menyaksikan apa yang dilakukan oleh pangeran mereka
Rei yang terkesan dingin terhadap wanita tiba tiba berubah hangat
Rei menidurkan Azalea diranjang secara perlahan
Rei kenapa aku merasa saat ini hatinya sangat rapuh,, apa ini adalah sisi rapuh Rei?? dibalik sikapnya yang selalu tegas ternyata Rei sangatlah rapuh
Azalea hanya bisa pasrah dengana pa yang dilakukan Rei,, Azalea bisa merasakan kesedihan yang amat mendalam dari Rei
"ah... Rei ada yang datang" Azalea berusaha menghentikan permainan Rei
"biarkan saja" Rei tak memperdulikan apa yang ada disekitarnya
"Rei.... ah.... um.... Rei..."
"apa yang sedang mereka lakukan?? kenapa mereka tida membuka pintunya??" tanya ibunya Rei
"kau seperti tidak tahu bagaimana pasangan baru saja" tiba tiba ayahnya Rei datang
"apa maksudmu??"
"apa kau ingin menganggu pasangan yangs sedang bercinta??"
__ADS_1
"kenapa kau mengatakna hal itu?? aku sangat mengenal Rei dia tidak akan pernah melakukan itu apa lagi di pagi hari putraku akan mekalakukan itu tidak mungkin"
"kau bisa saja membantah tapi faktanya memang seperti itu bukan??"
"tidak mungkin"
"terserah kau saja"
"aku akan buktikan jika Rei tidak melakukan semua itu"
tok...tok...tok...
"Rei buka pintunya,, aku ingin bicara denganmu"
"Rei itu ibumu"
"menganggu saja" Rei segera beranjak dari tubuh Azalea mengambil pakaian nya dan memakainya
"tutupi tubuhmu dengan selimut aku masih belum selesai" Azalea hanya bisa menurut saja
Rei membuka pintunya dia melihat ibunya dengan raut wajah kesal
"kenapa ibu disini??" tanya Rei dingin
"apa maksudmu?? aku ibumu aku bisa kesini kapan saja" Ibunya Rei berusaha masuk ke kamar Rei namun Rei menghalanginya
"apa yang ingin ibu lihat??"
"apa maksudmu?? aku hanya ingin masuk kau berani melarangku"
"ibu ingin mencari apa didalam?? ingin memastikan jika aku dan istriku sedang tidak melakukan hubungan suami istri?? jika itu benar maka biar aku beri tahu ibu sudah menggu kegiatan kami"
"Rei kau...!!"
"Rei kau lanjutkan saja ayah akan membawa ibumu pergi"
__ADS_1
"terima kasih ayah" Rei langsung menutup pintu dan menguncinya
Rei kembali mendekati Azalea dan memulai kembali permainannya.