
didalam kamar mandi Azalea menangis dibawah guyuran shower
1 jam kemudian Azalea keluar dengan pakaian lengkap,, Azalea duduk di pinggir ranjang menatap Rei yang masih tidur
Azalea menundukkan kepalanya dan menangis
mendengar Azalea menangis Rei membuak matanya
"Azalea kau baik baik saja?? kenapa kau menangis??" Rei bangun dan duduk Azalea mengusap air matanya berusaha untuk tenang
"aku...aku hanya merindukan ibu" balas Azalea berbohong
"jika kau merindukan ibumu maka pergilan besok" Rei memeluk Azalea
"apa kau menyesali apa yang sudah kita lakukan hari ini??" tanya Rei tiba tiba Azalea melepaskan pelukan Rei
"aku... aku tidak pernahenyesal,, lagi pula cepat atau lambat aku harus menyerahkan semuanya padamu bukan??" Azalea tidak berani menatap mata Rei
"Azalea jika kau menyesalinya maka aku benar benar minta maaf,, aku janji aku tidak akan...."
"tidak aku sudah bilang bukan aku tidak menyesalinya,, matahari sudah terbenam bukankah kita harus makan malam bersama orang tua mu sebaiknya kau mandilah dulu" Azalea pergi ke luar kamar Rei menatap kepergian Azalea
Rei meranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi
satu jam kemudian Azalea kembali ke dalam kamar untuk melihat Rei meski hatinya ragu namun Azalea berusaha tenang
__ADS_1
"Rei kapan kita akan pergi??" tanya Azalea
"maaf aku membuatmu menunggu,, ayo kita pergi saja sekarang ayah dan ibu ada tinggal di istana karena kita tinggal diVapiliun jadi kita memerlukan waktu 15 menit untuk damapi disana" Rei mengulurkan tangannya disertai senyuman
"istana ini terlaku besar" Azalea memenyambut uluran tangan Rei disertai senyuman
"istana di kerajaanmu juga sama besarnya"
****
"aku dengar pangeran Rei akan pulang"
"iya setelah sekian lama pangeran Rei akhirnya kembali"
Rei tiba di depan istana semua pelayan menyambut Rei dengan semangat
Rei keluar dari dalam mobil,, semua pelayan tak sabar menyambut Rei
Rei mengulurkan tangannya untuk Azalea,, Azalea memberikan tangannya keluar dari mobil dan berjalan bersama Rei
"eh siapa gadis itu?? bukankah Pangeran Rei tidak pernah punya hubungan dengan perempuan manapun??"
"apa iya itu pacarnya Pangeran Rei??"
Rei menatap Azalea ketika para pelayan terus bergosip,, Azalea tersenyum manis membalas pertanyaan pertanyaan dari para pelayan itu
__ADS_1
"tunggu pangeran Rei" seseorang menghadang Rei dan Azalea di pintu masuk
"kau.... apa yang kau lakukan disini??" tanya Rei dengan nada dingin
"harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan dengan membawa gadis luar??"
"gadis luar?? maksudmu??" Rei menatap Azalea
Azalea menundukkan kepalanya dia tak mampu mengatakan apa apa,, Rei menyadari perubahan sikap Azalea langsung merangkul Azalea
"yang gadis luar itu bukan dia tapi kau" Rei terus menatap Azalea
"a...apa maksudmu jelas jelas kita akan bertunangan??"
mendengar pernyataan tersebut Azalea membulatkan matanya raut wajahnya Azalea berubah dadanya merasa sesak seluruh tubuhnya lemas sampai Azalea hampir terjatuh ke lantai namun Rei menahannya
"kau tidak apa apa??" tanya Rei cemas
"aku.... aku hanya masih merasa lemas karena tadi siang" bals Azalea lemas
Rei langsung menggendong Azalea membawanya masuk ke dalam
"Rei... tunggu kau tidak bisa membawa gadis luar ke dalam istana!!"
"siap yang kau sebut gadis luar?? perlu kau ketahui aku tidak akan pernah bertunangan denganmu Atau gadis lain karena aku sudah menikah" pernyataan Rei seakan petir di siang bolong untuk gadis itu bukan hanys gadis itu tapi juga untuk keluarga gadis itu dan keluarga Rei.
__ADS_1