
Camellia merasakan ada sesuatu yang salah,, tangannya basah ketika dia melihat ternyata Geraldy menangis
ini pertama kalinya aku melihat dia menangis selama aki mengenal dia Geraldy selalu terlihat sangat kuat dan sekarang pertama kalinya dia menunjukan sisi rapuhnya
"kau menangis??" kalimat itu lolos dari bibir Camellia begitu saja
"aku... apa aku seburuk itu....??apa aku sejahat itu....??" Geraldy tak bisa menahan air matanya
"kau tidak buruk kau tidak jahat,, kau hanya membalas apa yang terjadi pada Ruchika jika aku ada diposisimu aku jiga pasti akan melakukan hal yang sama"
"Camellia kau tidak membenciku?? apa kau marah kepadaku"
"tidak aku sudah bilang kan aku tidak bisa membenci dan marah kepadamu"
"kenapa??"
"karena aku terlalu mencintaimu"
tangisan Geraldy semakin tak bisa dikendalikan Camellia pun ikut menangis melihat sisi rapuh Geraldy
"menangislah menangislah sesuka hatimu,, hanya dengan mengis kau akan merasa lebih baik" Camellia mengusap lembut punggung Geraldy
ditengah tengah tangisan salju tiba tiba turun
"eh salju" ucap Camellia Geraldy menghapus air matanya
Geraldy menatap ke atas langit salju semakin lebat Geraldy menatap Camellia,, Camellia yang selalu keluar tanpa mengenakan baju jangan dengan segera Gsraldy memberikan jaketnya kepada Camellia
"ehh"
"pakailah kah lebih membutuhkannya"
"tapi kau nanti"
__ADS_1
"jangan cemaskan aku ayo pulang" Camellia menaggukkan kepala Geraldy menggenggam tangan Camellia
"kita pulang kemana??"
"kita ke istana saja"
"iya baiklah" Camellia tersenyum manis membuat Geraldy merasa sangat tenang setelah beberapa saat dia menangis
****
Azalea dan Sakura sudah menunggu kedatangan Camelli
Azalea menatap lekat Camellia yang tersenyum bahagia melepaskan semua beban yang ada dalam hatinya
"haruskah aku melupakan masa lalu dan menerima Gsraldy seperti yang dilakukan oleh Camellia??"
"ada beberapa kejadia dari masa lalu yang tidak akan bisa dilupakan tapi hanys tuan putri saja yang bisa melakukan semua itu hati yang amat besar kesucian dari pemikirannya akan mengubah sejarah"
Azalea kembali masuk ke dalam sedangkan Sakura menyambut Camellia
Sakura memberikan segelas teh herbal untuk menghangatkan tubuh Camellia
dan Geradly langsung masuk ke dalam kamarnya
Andy kebetulan lewat Camellia langsung menghadang nya
"Andy"
"iya tuan putri ada yang bisa aku bantu"
"Geradly pasti kedinginan pastikan dia baik baik saja"
__ADS_1
"baik tuan putri aku akan mengantarkan bir untuk menghangatkan tubuhnya"
"tunggu satu hal lagi berikan dia ruang untuk sendirian"
"baik tuan putri"
Camellia masuk ke kamarnya dan istirahat,, Andy membawakan bir untuk Geraldy dan memakaikan baju hangat
"ganti bir itu dengan teh herbal,, apa kau sudah lupa jika aku tidak akan meminum ataupun menyentuh alkohol lagi"
"maaf pangeran,, aku akan segera mengambilkan teh herbal untukmu
"tidak perlu akh sudah membawanya" Suhut Maharani
"ibu ratu" panggil Geraldy
"pergilah aku harus bicara dengan putraku" kalimat tersebut mampu menyentuh hati Geraldy
semua pelayan di kamar itu meninggalkan Geraldy bersama Maharani
Maharani memberikan teh herbal kepada Geraldy dan duduk di tepi ranjang
Geraldy meminum teh herbal tersebut dan ikut duduk di samping Maharani
"nak aku tahu bagaimana kesedihanmu,, nak aku akui usiamu dan putriku sangatlah berbeda jauh mungkin kau lebih cocok menjadi kakaknya tapi aku tidak bisa menghalangi hubungan kalian karena hanya kau pria yang cocok untuk putriku satu lagi aku tahu bagaimana kesedihanmu menghadapi semua tuduhan dan kebencian semua orang karena kau dianggap sebagai pembunuh raja" Geraldy meletak kepalanya dipangkuan Maharani
"sejak kecil aku tidak tahu bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu,, sejak kecil aku tidak pernah mendapatkan perlakuan yang baik dari keluarga sendiri tapi sejak Ruchika datang dalam hidupku dia sudah mengubah kehidupanku namun karena seorang raja yang tidak bertanggung jawab aku harus kehilangan Ruchika setelah ayah Ruchika mengutuk putrimu selama 5 tahun aku berada dalam ruangan yang gelap ruangan yang sangat sempit namun saat aku tersadar pertama kalinya yang aku lihat adalah pria yang sudah memaksa Ruchika untuk melayaninya"
"aku kehilangan kendali saat itu aku langsung mengumumkan perang dan langsung menghabisi pria itu dihari pertama peperangan"
"namun aku tersadar ketika Ruchika tiba tiba muncul dan memintaku untuk menantikan menemukan dia selama 20 tahun aku aku selalu berharap Ruchika akan hidup kembali dan hari itu disaat aku terbangun dari tidurku aku melihat putrimu Camellia salahkah aku jika aku mencintainya salahkah aku jika aku ingin dia mengisi tempat yang pernah Ruchika tempati dalam hidupku??"
"tidak sayang kau tidak salah aku sangat memahami penderitaanmu,, aku tahu benar bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi aku tahu benar bagaimana rasanya tidak dianggap oleh keluarga sendiri" Maharani mengelus rambut Geraldy dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
Maharani terus menenangkan Gsraldy sampai dia tertidur.