
Maharani keluar sari kamar Geraldy dan berjalan menuju ke kamar para pelayan
"dimana kamar Sakura??"
"di sebelah kanan pitu pertama"
Maharani segera pergi ke kamar Sakura
tok tok tok
Sakura membuka pintu kamarnya
"ibu ratu" Sakura membungkuk memberi hormat
"kita harus bicara"
"silahkan masuk ibu ratu"
"Sakura akh tahu kau adalah mata mata Azalea,, tapi apakah kau tahu siapa Azalea dan kenapa Geraldy membunuh raja??"
"aku tidak mengerti"
"biar aku beritahu alasan Geraldy membunuh raja karena perbuatan raja yang tidak sopan kepada keluarga Geraldy bukan hanya sekali tapi berulang kali,, dan mengenai Azalea kau adalah pelayan pribadi putriku tapi kau malah bekerja untuknya apa kebaikan putriku kepadamu masih kurang sampai kau tidak mengkhianatinya"
"tidak mungkin aku…aku tidak bermaksud mengkhianati tuan putri"
"kelasahan masih bisa diperbaiki,, jadi berhentilah menjadi mata mata Azalea"
"baiklah yang mulia ibu ratu"
"istrihatalah kau jangan sampai kau kurang istirahat karena aku menganggu istirahatmu"
Maharani langsung pergi keluar
"tidak mungkin pangeran Geraldy dia"
__ADS_1
"sebenarnya siapa yang benar aku tidak mengerti semua ini??"
***
keesokan harinya Camellia keluar dengan penampilan yang sederhana mengenakan celana warna putih baju warna ungu serta kacamata hitam yang digantung dipakaiannya
tepat dibelakang Camellia Sakura datang diikuti oleh Geraldy
"Camellia" panggil Geraldy Camellia menoleh
"Geraldy" tanpa menghiraukan keberadaan Sakura Camellia menghampiri Geraldy dan memeluknya
"jadi sekarang kita tidak perlu lagi bertemu diam diam,, karena yang mulia ratu sendiri sudah merestui hubungan kita" Geraldy menetap sinis ke arah Sakura
"iya kau bener"
"jadi bagaimana??"
"bagaimana perasaanmu kepadaku??" bisik Geraldy ditelinga Camellia
"itu… aku… aku…"
"tidak perlu dijawab karena aku tahu jawabannya,, yang terpenting sekarang jangan pura pura dingin lagi kepadaku didepan semua orang"
"itu tidak mungkin" suhut Cherry
"Cherry" seketika Camellia langsung menghampiri Cherry
"dia jadi lupa padaku ketika bersama Cherry"
"Camellia dimana ibu ratu??"
"aku disini Cherry"
__ADS_1
"ibu ratu aku senang bisa bertemu denganmu"
"aku juga,, kau sahabat baik putriku kau juga yang selama ini membantu anakku menemui cintanya"
"itu…aku…"
"jadi Cherry selama ini yang membantu Camellia" Bisik Azalea
"baiklah Cherry Camellia Geraldy selamat bersenang senang jangan khawatirkan masalah disini aku akan mengurusnya dan Sakura ingat tugas tugasmu"
"baik yang mulia ibu ratu" balas Sakura
Maharani kembali masuk kedalam untuk menemui Karin sedangkan Camellia Cherry Geraldy dan Sakura pergi keluar berkeliling
ditengah tengah perjalanan mereka berhenti disebuah taman yang sangat cantik
"Camellia" panggil Geraldy Camellia membalikkan tubuhnya dan seketika dia terkejut
"ini hadiah dariku maaf aku terlambat memberikan hadiah ulang tahun dirimu" Geraldy menunjukan sebuah mahkota permata biru yang sangat canti
"ini sangat cantik"
Geraldy memasangkan mahkota tersebut di kepala Camellia
***
"Karin terima kasih karena kau telah menyelamatkan ku dan merawatku"
"tidak perlu berterima kasih karena kita sahabat,, tapi aku tidak mengerti satu hal kenapa kau merestui hubungan putrimu dan pangeran dari barat?? padahal kau sendiri tahu jika dia yang sudah menghabisi suamimu"
"iya itu memang benar tapi dia juga yang mampu membangkitkan kekuatan dalam diri Camellia bagaimanapun caranya aku harus bisa membuat Camellia mengenali siapa dirinya sendiri"
"benar juga lalu apa yang akan kuta lakukan berikutnya??"
__ADS_1
Maharani terdiam berpikir sejenak.