
keesokan harinya Camellia dan Geraldy pergi ke cafe dengan Rei Azalea Sakura dan Adny
mereka memesan menu makanan favorit di cafe itu
aku tidak tahu apa semua ini hanya dugaan ku atau bukan tapi kenapa Azalea semudah itu menyetujui hubunganku dan Camellia?? benar benar sulit dipercaya. Gerakdy larut dalam pemikirannya
Camellia menatap Geraldy yang sibuk dengan pemikirannya sesekali dia ikut menatap siapa yang Geraldy tatap
"Geraldy!" Camellia mulai kesal
"iya?? ada apa??"
"kau.... keterlaluan!!" Camellia menyipitkan matanya kemudian berdiri berniat pergi
Azalea Rei Sakura dan Andy menatap pasangan tersebut
"hei kau marah??" Camellia tak menghiraukan Geraldy karena terlanjur kesa
baru beberapa langkah Geraldy langsung menarik tangan Camellia sampai Camellia jatuh dan duduk dipangkuan Geraldy
"maaf,, sekarang apa katakan padaku apa yang membuat tuan putriku marah kepadaku" Geraldy berusaha membujuk Camellia
"dia tidak akan mudah untuk dibujuk" subuh Azalea
"begitu ya,, jadi apa yang harus aku laukan sekarang untuk membuatmu tidak marah lagi??" Camellia membuang wajahnya
"nona sepertinya sangat marah" tambah Sakura
"hei Ady kau bisa membujuknya dengan sangat mudahkan" Suhut Rei
__ADS_1
"dia tuan putri Camellia bukan Tuan putri Ruchika jelas saja tidak akan mudah membujuknya" Andy keceplosan menyebutkan nama 'Ruchika'
"apa yang akan kau lakukan pada Ruchika jika dia marah hah!??" Camellia semakin marah
"Andy kau!!"
"maaf pangeran maaf aku tidak sengaja"
"kau ingin tahu apa yang akan aku lakukan untuk membujuk Ruchika??" Camellia masih membuang wajahnya
Geraldy kembalikan wajah Camellia dan mencium pipinya Camellia sangat terkejut dia langsung berdiri
"kau apa yang kau lakukan??"
"hei Camellia bukankah tadi kau bertanya apa yang akan adikku lakukan jika Ruchika marah,, dia hanya menjawab pertanyaan mu saja"
"cihh menjijikan" Camellia bergidik ngeri Geraldy menarik tangan Camellia lagi lagi Camellia duduk dipangkuan Geraldy
Camellia menundukkan wajahnya Geraldy tersenyum kecil melihat tingkah Camellia membuatnya sangat gemas
tak disangka Camellia yang selalu ceria dan tersenyum bisa mudah malu
"maaf aku tadi tidak bermaksud untuk mengabaikanmu aku minta maaf,, aku juga tidak bermaksud melakukan apa yang tidak kau suka tanpa seijin darimu aku hanya menjawab pertanyaanmu" bisik Geraldy
"hei sebaiknya kalian lanjutkan saja ditempat lain,, perlukah aku menyewa kamar hotel untuk kalian??" goda Rei
"kakak" bentak Geraldy
"apa memang kenyataannya begitu coba lihat diri kalian sendiri kau membuat Camellia duduk di pangkuanmu apa lagi itu jangan sampai kalian kehilangan kontrol diri jadi kalian melakukannya disini" Camellia segera berdiri dan pergi dari cafe Geraldy mengejar Camellia
Sakura Azalea Andy dan Rei tersenyum melihat tingkah mereka
__ADS_1
Camellia berhenti melangkah duduk di taman menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"maaf kata kata kakak tadi jangan di masukan ke dalam hati" ucap Geraldy yang duduk disebelah Camellia
Camellia menyandarkan kepalanya ke bahu Geraldy
"apa kau selalu meluakan hal itu untuk membujuk Ruchika??"
"melakukan apa??" Tanya Geraldy pura pura tidak tahu
"menciumnya apa lagi" jawab Camellia polos
"apa kau cemburu??"
"menurutmu??"
"jangan marah aku tidak pernah mencium Ruchika bahkan saat dia meninggal pun"
"benarkah?? lalu kenapa kau tadi.... ehh apa kau sengaja??"
"maaf aku hanya tidak bisa tahan melihat wajahmu yang menggemaskan saat marah"
"Ady!! kau" Camellia memukuli dada Geraldy
"Camellia" Geraldy menahan tangan Camellia
"apa??"
"semua demi kebahagianmu,, aku hanya tidak ingin kau marah oke"
"aku mencintaimu Gerldy" Camellia memeluk Geraldy
__ADS_1
"aku juga" Geraldy membalas pelukan Camellia.