
"ini adalah kebahagian ganda" ucap Maharani
"ehh maksudnya??" tanya Camellia
"sebenarnya Hayato memberi tahu kami jika Azalea sedang hamil,, dan kau datang kau mengira jika kami sedang membicarakan soal kemahilanmu" ucap Rianti
"Azalea juga hamil?? waw ini kabar yang membahagiakan"
"Camellia" panggil Geraldy Camellia mental Geraldy
"terima kasih karena kau sudah memberikanku kebahagian yang tak pernah aku dapatkan"
sial kenapa bisa anak itu me dapatkan kebahiaan dalam hidupnya?? lihat saja aku tidak akan biarkan dia bahagia aku akan pastikan impiannya menjadi seorang ayah akan hancur berkeping keping. batin ibunya Rei
"Hayato bisakah kau memeriksa Camellia dan kandunganya??" tanya Geraldy
"tentu saja" Hayato mulai menerima Camellia dan kandungannya
"oh iya kak Dokter aku kemari ingin menanyakan sesuatu"
"apa??"
"Kenpa kau tidak terkejut saat kau bertemu dengan ibunda??"
"hahahaha" Hayato tertawa keras
"kenapa kau tertawa??" Camellia merasa sangat kesal
"ibu apa kau tidak memberi tahu kesayanganku ini??" Hayato melirik ibunya
__ADS_1
"tidak aku tidak memberi tahunya" balas Maharani
"oke oke sebenarnya selama ini aku yang merawat ibu"
"kenapa kau tidak memberi tahu aku kalau ibunda masih hidup??"
"maaf aku hanya mengikuti keinginan ibunda saja,, oke selesai"
"bagaimana keadaan mereka??" tanya Geraldy
"ibu dan bayinya sehat usia kandungan Camellia sudah memasuki tiga bulan,, aku akan memberikan vitamin untuk kedua adikku"
****
keesokan harinya Azalea berdiri memandang jendela kamarnya sambil tersenyum
"apa yang sedang kau pikirkan??"
"aku hanya teringat masa kecilku,, sejak dulu aku selalu bersama Camellia kami selalu bermain bersama menghabiskan waktu sampai ibu selalu memarahi kami karena bermain terlalu lama sangat indah. tapi sekarang masa masa itu sudah hilang sekarang hanya menjadi kenangan"
"tapi sekarang kita akan menyaksikan dan menjadi bagian dari pertumbuhan anak kita nanti" ucap Rei
"benar aku masih tak percaya jika aku akan menjadi seorang ibu" Azalea mengelus perutnya
"kau adalah sumber kebahagiaanku aku sangat beruntung mendapatkan istri sepertimu,, dan sekarang kau memberikan ku seorang anak"
Camellia baru saja selesai mandi dia berjalan menuju meja riasnya
__ADS_1
"eh buket bunga?? bagus sekali" Camellia menatap buket bunga dengan boneka diantara bunga bunga itu
"cantik sekali" Camellia mengambil buket bunga itu dan mencium baunya
"ehhh" Geraldy langsung memeluk Camellia dari belakang
"hari ini kita keluar,, kau mau??" bisik Geraldy Camellia tersenyum sambil menganggu kan kepalanya
Geraldy dan Camellia pergi ke Cafe yang tak jauh dari istana
Camellia memesan es cream dengan yoping buah
Camellia terlihat sangat menikmatinya
sedangkan Geraldy hanya memesan minuman,, pandangannya tak bisa lepas dari Camellia
kebahagian kini mewarnai kehidupan Geraldy dan Camellia ditambah dengan kehamilan Camellia membuat keduanya semakin bahagia
baik Camellia atau pun Geraldy berharap agar tak ada yang merusak kebahagian mereka
walaupun mereka sendiri tahu jika Utari tidak akan berhenti berusaha menghancurkan hubungan mereka
namun keduanya selalu berusaha menjaga keharmonisan dalam keluarga kecil mereka
__ADS_1
Camellia sendiri menyadari jika kelak akan ada banyak rintangan yang harus mereka hadapi mengingat ada banyak kejadian di masa lalu Geraldy yang kerap datang kapan saja namun Camellia tak ingin mempermasalahkan semua itu
bagi Camellia masa lalu hanyalah sebuah kenangan yang banyak memberikan pelajaran berharga untuk kehidupan di masa depan ataupun di masa kini.