Putri Mahkota

Putri Mahkota
Berkenalan


__ADS_3

Azalea berjalan menuju sekolahnya namun dia tak bersama Camellia


tatapan Azalea terlihat kosong



apa aku salah mengajak Camellia sekolah diisi?? tidak Camellia perlu pendidikan aku tidak ingin dia menjadi putri mahkota yang tidak memiliki pendidikan. ucap Azalea dalam hati


***


ditempat Lain Camellia bersama Sakura sudah sampai di Morning Shcool


"hai nona Camellia" sapa Geraldy yang sudah didepan Camellia


"ah hai kau yang waktu itu hak sengaja aku tabrakkan??" balas Camellia


"kau masih mengingatnya??"


"tentu saja"


"om iya aku tahu namamu tapi kau belum tahu namaku,, aku Ady"


"hai Aday salam kenal,, ah maaf aku harus pergi" Camelia melangkahkan kakinya namun Geraldy menggeser posisinya sehingga mereka sudah saling berhadapan dan jaranya pun sangatlah dekat


Geraldy mendekatkan tubuhnya kini hanya tinggal beberapa senti saja jarak diantara mereka


"aku harap kita bisa bertemu lagi malam ini" bisik Geraldy


"ehh??"


"ada hal yang ingin aku sampaikan penting"


"nona kita pergi sekarang??" mereka sadar mereka tidak hanya berdua setelah Sakura bersuara


"aja iya ayo,, maaf permisi aku harus menemui sepupuku"

__ADS_1


Geraldy membiarkan Camellia pergi


apa semua ini kenapa hatiku merasa sangat bahagia?? jantungku berdekuk kencang apa apa aku sedang jatuh cinta?? tidak tidak mungkin. ucap Camellia dalam hati


***


malam harinya Cemellia datang kesebuah tempat


"Camellia kemana kau akan pergi??" seketika Camellia menoleh ketika akan meluar dari tempat tinggalnya



"aku mau mencari udara segar"


"malam malam begini??"


"aku pergi" Camellia pergi meninggalkan Azalea


Azalea sangat cemas melihat Camellia yang tiba tiba keluar rumah malam malam begini



Camellia diam diam menemui Geraldy hatinya merasa sangat bimbang ketika dia memutuskan untuk tidak datang pada akhirnya dia datang menemui Geraldy


"kau datang?? terima kasih" ucap Geraldy memiringkan kepalanya



Cemellia berjalan mendekati Geraldy menuruni anak tangga



"aku sendiri tidak tahu kenapa aku harus datang" balas Camellia


Geraldy mendekati Camellia dia menutup mata Camellia dengan sehelai kain

__ADS_1


"apa yang akan kau lakukan??" Camellia mengusap kain yang menutupi matanya


"kau akan tahu yang jelas malam ini aku akan memberikanmu kebahagiaan yang nggak akan pernah kau bayangkan"


"apa??"


"kita lihatlah dulu nanti"


Geraldy menuntun Camellia kesebuah ruangan


Geraldy membuka penutup mata Camellia


Camellia sangat terkejut melihatnya


"apa ini kenapa kau membawaku kekamar tidur??"


"Camellia sejak lama aku sangat menyukai,, aku tidak tahu apa yang bisa aku buktikan padamu agar kau percaya aku sangat mencintaimu dan aku rasa menyatukan tubuh kita adalah satu satunya cara agar kau percaya aku sangat mencintaimu" Geraldy berjalan maju mendekati Camellia,, Camellia semakin mundur hingga dia terjatuh keras ranjang yang telah dihias bak ranjang pengantin


perlahan Geraldy mendekati Camellia kini tubuhnya sudah ada siaran tubuh Camellia


Geraldy berusaha mencium bibir Camellia deru nafas Camellia bisa dirasakan Geraldy


"maaf aku tidak bisa" Camellia menyingkir tubuh Geraldy dari tubuhnya


"kenapa??"


"aku seorang putri tidak pantas jika aku memberikan contoh yang seperti ini pada rakyatku"


"tidak akan ada yang tahu Camellia"


"tetap saja jika aku melakukannya dengan pria yang bukan suamiku maka aku akan menjadi wanita kotor"


"Camellia aku tidak akan memaksamu,, jika kau tidak mau tidak masalah aku akan selalu menunggumu dan satu hal lagi aku akan selalu mencintaimu"


tanpa mengatakan apa apa lagi Camellia keluar dari kamar itu dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2