
plakkk......
Camellia menampar gadis itu dengan keras sampai sampai diujung bibir gadis itu berdarah
"aww!! beraninya kau menamparku!!"
"yang kau sebut gadis gila adalah dirimu sendiri gadis yang sangat gila akan kekuasaan,, kau dan dia sama saja!!"
"kau harus dihukum" lanjut Camellia
"beraninya kau...."
"Ruchika... kau sudah kembali nak" panggil seseorang seketika hati Camellia menjadi sangat tenang
amarah yang semula meledak ledak kini mulai mereda
"dia ayahnya Ruchika" bisik Geraldy
pria paruh baya itu langsung memeluk Camelli dengan erat dia menangis di pelukan Camellia
"kau sudah kembali,, Ruchika Ruchika ku sudah kembali"
"aku... aku...." Camellia berusaha mengatakan jika dia bukanlah Ruchika namun Camellia merasa tidak tega melihat keadaannya
"aku tahu kau bukan lagi Ruchika putriku tapi kau adalah reingkarnasi dari Ruchika kau sudah kembali"
"nak Ruchika sudah menepati janjinya" ucapnya pada Geraldy sambil mengusap lembut pipinya
"aki tahu karena itu aku juga menepati janjiku,, akuAzalea
__ADS_1
menunggu selama 20 tahun dan akhirnya aku bisa menemukannya" balas Geraldy bicara selembut mungkin
****
keesokan harinya Rei bangun dia langsung turun dari ranjang mencari keberadaan Azalea
ternyata Azahra ada di teras kamar mereka
"Azalea" panggil Rei Azalea menoleh sambil tersenyum
"selamat pagi" balas Azalea
"pagi,, hari ini kau terlihat sangat bahagia ada apa??"
"jadi aku bukan bagian dari kebahagianmu??"
"eh itu...itu..."
"aku becanda" Rei melingkarkan kedua tangannya dileher Azalea
di tempat lain Camellia sedang melamun sedangkan Geraldy pergi keluar menemui ayahnya Ruchika
"terlalu banyak konsfirasi di kerajaan ini,, apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki kesalahan yang selaku dilakukan orang orang di kerajaan ini,, bukan hanya masyarakatnya ratu nya pun sama bisa bahkan bisa dibilang masyarakat di kerajaan ini merupakan cermin dari ratu mereka" Camellia duduk didepan cermin pandangannya keasana kemari
aku harus bisa melakukan sesuatu bagaimana pun semua ini salah,, dan Ady dia harus mendapatkan haknya kembali aku tahu Rei sendiri tidak ingin mengambil posisi Geraldy tapi ibunya dia benar benar harus di hukum
Camellia berjalan keluar Camellia berdiri didepan pintu kamarnya yang langsung menuju ke taman
__ADS_1
"apa yang kau pikirkan??" Geraldy datang langsung memeluk Camellia dari belakang
"tidak aku hanya berfikir tentang hubungan antara ayahnya Ruchika dan Ruchika"
"hubungan keduanya sangat unik,, oh iya aku dapat kabar Cherry ada di ibu kota kerajaan Barat"
"benarkah??" mendengar nama Cherry disebut Camellia langsung bersemangat
Geraldy hanya tersenyum padanya,, Camellia langsung pergi keluar mencari Cherry
"gadis ini kalau tentang Cherry pasti langsung lupa dengan apa yang ada didepannya" Geraldy tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
Camellia pergi ke salah satu tempat wisata paling ramai di ibu kota,, Camellia datang sendirian mencari Cherry
setelah masuk dan mencari Cherry dari kejauhan Camellia bisa melihat Cherry sedang sibuk dengan ponselnya didepan cermin yang sangat besar
Camellia langsung menghampiri Cherry dengan sangat gembira Camellia langsung memeluk Cherry
"Cherry" Camellia langsung memeluk Cherry,, Cherry ikut bahagia bisa bertemu dengan Camellia ditempat itu tanpa dia duga
"Camellia kau disini?? kapan kau pulang??" tanya Cherry tak sabar mendapatkan jawaban dari Camellia
"aku baru sampai semalam kau sendiri apa yang kau lakukan?? berapa lama kau disini??"
"emmm aku disini dua minggu aku sendiri sudah disini tiga hari yang lalu"
__ADS_1