Putri Mahkota

Putri Mahkota
ini pasti cuman mimpi


__ADS_3

Camellia dan Geraldy terus membuat Ruchika kehilangan kendali dengan mengungkapak semua kemesraan yang selalu mereka lakukan


Ruchika yang sudah tak bisa menahan emosinya langsung menunjukan dirinya yang sebenarnya


"cukup!! aku... aku sudah cukup mendengar semua yang kalian katakan! apa yang ingin kalian tahu?? iya memang aku yang sudah mengubah wajah Utari menjadi diriku dan memaksanya mengakhiri hidupnya,, mengenai kejadian bersama ayahmu aku akui aku juga memang sangat menikmatinya! tapi aku tidak pernah ingin melakukannya dengan orang yang tidak aku cintai!" teriak Ruchika yang sudah dikuasai emosi


"dan iya aku niga yang menyebabkan Rei mengalami kecelakaan itu untuk memancing kalian kembali,, aku juga meminta ibu tirinya Geraldy memasukan racun pada minuman Camellia untuk menggugurkan kandungan Camellia tapi sayangnya semua itu gagal! apa kalian sudah puas!??"


"kau harus dihukum" ucap Camellia dingin


tubuh Camellia perlahan mengeluarkan cahaya,, cahaya yang dikeluarkan dari tubuh Camellia sangat berbeda


"ini... ini... kekuatan Camellia sudah mencapai puncak dia sudah bisa menguasai seluruh kekuatannya" ucap Karin


"pergilah kau ke neraka!!" Camellia baerteriak pada Ruchika seketika tubuh Ruchika tersa sangat panas


"karena kau aku harus kehilangan ayahku!! karena kau seorang kakak harus kehilangan adiknya neraka adalah tempat yang pantas untukmu!"


"ah!!! panas apa yang kau lakukan!?? tubuhku bagaimana mungkin tubuhku terbakar?? ah!! panas...!!"


tubuh Ruchika terbakar habis hanya menyisakan abu saja semua orang terkejut melihatnya


"Camellia" ucap semua orang


Camellia tersadar dia langsung menangis,, Geraldy langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


"jangan menangis apa yang kau lakukan tidak salah,, kau hanya membebaskan Ruchika dari semua hal yang akan memuatnya melakukan banyak dosa" Geraldy berusaha menenangkan Camellia


"Camellia sebaiknya kita segera kembali ke istana ada kejutan yang menanti mu disana" ucap Karin


*****


di istana semua orang menyambut Camellia dan Geraldy


Manaka juga sudah disana,, Manaka yang sudah mengganti pakaian lengkap dengan makhota dikepanya yang mengadakan bahwa dia adalah putri mahkota terlihat sangat cantik



Camellia langsung memeluk Manaka dengan erat


"ibu kakek" ucap Manaka


"ayah" ucap Camellia tak percaya


"sudah aku katakan ada kejutan yang menunggumu dan ayahmu adalah kejutannya" ucap Karin


tanpa berlama lama Camellia langsung memeluk ayahnya rasa rindu yang sudah lama ditahan Camellia langsung diluapkannya pada ayahnya


"ayah kau masih hidup?? bagaimana mungkin??"


"apa kau pikir suamimu itu akan tega menghabisi orang?? gadis bodoh" balas ayahnya Camellia

__ADS_1


"Geraldy dia... dia...."


"iya putriku pangeran Geraldy tidak pernah membunuhku bahkan dia yang menyelamatkan ku dari perempuan berbisa itu"


"Geraldy kau... terima kasih ini pasti mimpi" Camellia berbaik dan memeluk Geraldy dengan erat


"ini bukan mimpi,, ini kenyataan sayang" Geraldy mencium kening Camellia dengan lembut


"bukankah sudah aku bilang jika menantuku tidkalah salah?? keputusanku untuk merestui hubungan mereka sangatlah benar" ucap Maharani pada Rianti


"maafkan aku kakak" balas Rianti


"Geraldy" panggil Azale


"iya"


"maaf karena aku dulu selalu berbuat jahat padamu dengan mengatakan kau adalah pembunuh"


"sudah jangan dibahas lagi"


"Camellia terima kasih sudah membebaskan kami ucap ayahnya Geraldy


"tidak perlu berterima kasih ayah kau adalah ayamnya Ady sudah seharusnya aku memperlakukan mu sama seperti ayahku sendiri"


"pangeran maafkan ayah karena dulu ayah selalu berbuat kasar padamu,, ayah pikir itu adalah cara terbaik untuk melindungimu"

__ADS_1


"Geraldy sudah bukan pangeran lagi karena sejak dia kembali bersama istri dan putrinya aku sudah menobatkannya menjadi seorang raja dan putriku sebagai ratu" ucap Maharani


__ADS_2